GNPF MUI Bogor Raya Sukses Menggelar Seminar Jurnalistik Islami

Minggu, 25 Desember 2016 - 10:56 WIB | Dilihat : 1365
GNPF MUI Bogor Raya Sukses Menggelar Seminar Jurnalistik Islami Ratusan peserta mengikuti seminar jurnalistik Islami di gedung MUI Kota Bogor. (foto: suara islam)
Bogor (SI Online) - Melalui spirit persatuan umat pasca Aksi 212, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Bogor Raya bekerjasama dengan Bidik Global Foundation sukses menggelar seminar jurnalistik Islami pada Sabtu (24/12/2016) di gedung MUI kota Bogor. 
 
Seminar yang bertemakan "Strategi Membangun Jaringan Jurnalis Islam" itu dihadiri ratusan peserta dari perwakilan masjid, ormas serta lembaga Islam di Bogor dan sekitarnya.
 
Ketua GNPF MUI Bogor Raya, Ustaz Iyus Khaerunnas mengatakan, salah satu keberhasilan aksi 212 kemarin adalah karena peran umat menyebarkan informasi di media sosial, "Dukungan umat Islam di media sosial sangat efektif untuk menggerakan massa," ujarnya.
 
Oleh karena itulah, kata Ustaz Iyus, kenapa pentingnya seminar ini, "Kami akan mendorong terus hingga nanti muncul laskar-laskar media yang berjuang menyuarakan kebenaran," tegasnya.
 
Hadir sebagai pemateri dalam seminar ini antara lain, Munarman selaku Panglima Aksi Bela Islam yang memberikan materi tentang propaganda media, Mohammd Fadhilah Zein selaku Mantan Produser TV One yang mengupas isi bukunya berjudul kezaliman media massa terhadap umat Islam, dan Syaiful Falah dari Suara Islam yang memberikan materi tentang perjuangan umat Islam melalui media.
 
Para peserta antusias mengikuti acara ini. Kusrin (20), salah satu peserta seminar dari DKM Daarul Khosyi'in Budi Agung Bogor mengaku termotivasi dengan acara ini, "Acara ini memberikan motivasi tersendiri kepada kami untuk ikut andil berjuang melalui media". ungkapnya
 
"Kami berharap kegiatan ini ada tindaklanjutnya yang lebih intensif lagi guna melahirkan pemuda-pemuda masjid yang  memiliki kemampuan jurnalis," kata Kusrin yang juga merupakan santri imam masjid pesantren Hilal Bogor itu.
 
 
rep: ibnu hilal
red: adhila
0 Komentar