100 Ribu Korban Banjir di Bima dan Sumbawa Diungsikan

Kamis, 22 Desember 2016 - 16:11 WIB | Dilihat : 1791
 100 Ribu Korban Banjir di Bima dan Sumbawa Diungsikan Warga sebuah desa di Bima, yang dumahnya terendam hingga ketinggian lebih dari 1 meter. [foto: BNPB]

 

NTB (SI Online) - Musibah banjir yang merendam ribuan rumah di Bima dan Sumbawa, mengakibatkan sekitar 100 ribu orang diungsikan.
 
"Mereka sejauh ini ditampung di masjid-masjid yang ada lantai dua-nya," kata Agung Pramudya, Kasi Tanggap Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB), seperti dilansir BBC Indonesia, Kamis (22/12/2016). 
 
Selain itu, dibangun juga tenda-tenda penampungan darurat di berbagai lokasi. Pramudya menyebutkan, bahwa air sudah mulai surut di berbagai titik, jalan sudah ada yang bisa digunakan, serta listrik mulai berfungsi lagi.
 
"Sebelumnya, banjir di lima kecamatan di Kota Bima tingginya sampai satu hingga dua meter meliputi Kecamatan Rasanae, Rasanae Timur, Rasanae Barat dan Punda," kata Pramudya pula.
 
Sejumlah rumah juga rusak berat dihantam arus kuat banjir bah. Sementara ketinggian banjir di wilayah Lewirato, Sadia, Jati Wangi, Melayu, Pena Na'e mencapai dua meter. 
 
"Selain warga yang dievakuasi dari rumah-rumah yang terendam, tahanan di LP Kota Bima juga dievakuasi karena terendam banjir," tambah Agung.
 
Ditegaskan, tak ada laporan korban meninggal sejauh ini, dan bantuan kemanusiaan sudah dikerahkan ke kawasan terdampak.
 
Di Kabupaten Sumbawa, setidaknya satu desa terendam banjir yang awalnya berketinggian satu hingga dua meter. Di beberapa titik, air sudah mulai surut, jalanan sudah mulai bisa digunakan.
 
Banjir yang merendam ribuan rumah di Bima dan Sumbawa sepanjang Selasa (20/12) hingga Rabu (21/12) dini hari, menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana terkait dengan badai siklon Yvette.
 
"Siklon tropis Yvette saat ini posisinya di Samudera Hindia, sekitar 620 km sebelah selatan Denpasar dengan arah dan gerak Utara Timur Laut menyebabkan hujan deras di wilayah Indonesia bagian selatan, memicu hujan ekstrem di beberapa wilayah di NTB, khususnya Bima dan Sumbawa," kata Sutopo Purwo Nugroho, Humas BNPB.
 
Dan Bima mengalami dampak paling parah, karena "kota Bima berada pada topografi cekungan," kata Sutopo dalam keterangan persnya.
 
red: shodiq ramadhan
0 Komentar