Gerebek Gudang, Warga Lenyapkan 12 Ribu Liter Miras Oplosan

Senin, 19 Desember 2016 - 21:40 WIB | Dilihat : 742
 Gerebek Gudang, Warga Lenyapkan 12 Ribu Liter Miras Oplosan Warga Dusun Manggis Desa Ujong Baroh, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat memusnahkan satu ton miras oplosan dengan cara dibuang kedalam kali", Jumat (16/12/16). [foto: kompas.com]


Meulaboh (SI Online) - Ini terjadi di Dusun Manggis, Desa Ujong Baroh, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat. Warga serentak bergerak, menggerebek dua gudang penyimpan hasil produksi  minuman keras oplosan milik tiga orang warga. 
 
Minuman keras oplosan di dalam jeriken, yang siap dipasarkan secara grosir,  sebanyak tidak kurang dari 12.000 liter atau sekira seberat satu ton. Dikeluarkan dari gudang dan dimusnakan tidak dengan cara dibakar. Melainkan minuman keras tersebut dituang dari jeriken, tanpa bersisa, ke sungai.
 
Tokoh Desa Ujong Baroh, Syamsul Bachri, kepada sejumlah wartawan mengungkap; warga mengeluarkan minuman keras oplosan dari gudang dua rumah, yaitu di Jalan Blang Pulo dan Lorong Duku. Serta mengamankan tiga orang pemiliknya. Disebut pula, warga kali ini dengan terpaksa bertindak sendiri----menggerebek dua gudang dan tempat produksi minuman keras oplosan,  karena warga telah menganggap aparat penegak hukum tidak lagi menindak tegas para pelaku; pembuat, pengedar dan pedagang minuman keras. Padahal sebelum ini, ke tiga orang produsen minuman keras oplosan ini sudah beberapa kali ditangkap aparat keamanan. Namun segera bebas dan dapat segera pula kembali leluasa berproduksi.
 
"Jadi warga, seperti sudah kehilangan kepercayaan dengan aparat penegak hukum. sehingga melakukan sendiri penggerebekan. Menyita dan memusnakan minuman keras oplosan yang sudah siap dipasarkan. Menyeret tiga orang pelaku atau pemilik rumah produksi dan gudang, untuk menandatangani pernyataan," ungkap Syamsul Bachri, Jumat (16/12/2016).
 
Isi pernyataan yang ditanda tangani tiga orang pemilik rumah produsi dan gudang minuman keras oplosan tersebut, merupakan janji; ketiganya tidak akan lagi memproduksi minuman keras oplosan. Janji berikutnya, jika kedapatan masih berproduksi, bersedia diusir keluar dari Dusun Manggis,  Desa Ujong Baroh, Kecamatan  Johan Pahlawan. Pernyataan atau janji ditandatangani ketiga orang tersebut dihadapan segenap warga. kemudian ketiganya diminta untuk mengikrarkan isi pernyataan dan janji yang telah ditandatangani.
 
"Jika kedapatan masih beraktivitas memroduksi minuman keras oplosan, tegas, akan kami usir dari Dusun dan Desa kami. Ini diharapkan benar-benar memberi efek jera bagi ketiga orang pelaku, maupun siapa saja yang kelak di belakang hari berniat hendak membuat rumah produksi minuman keras oplosan," tambah Syamsul Bachri dengan mengungkap dalam kejadian ini, sama sekali tidak ada tindak kekerasan maupun distruktip-anarkhis dari warga.
 
Sejumlah warga, hanya ramai-ramai mengeluarkan jeriken isi minuman keras oplosan dari dua gudang terpisah, kemudian dibawa ke sungai. Memusnakan dilakukan dengan cara  menuang isi jeriken langsung ke sungai hingga setiap jeriken tiris. Semua berjalan lancar, tanpa sedikitpun ada kegaduhan. 
 
Dari keterangan yang dihimpun menyebutkan, ketiga pelaku; produsen minuman keras oplosan ini, memiliki wilayah pemasaran---secara sembunyi-sembunyi---- dengan cakupan yang cukup luas, yaitu hingga hampir seluruh daerah di wilayah Aceh Barat.
 
rep : muhammad halwan/dbs
 
0 Komentar