Solidaritas Aleppo, Persis Desak Pemerintah Putus Hubungan dengan Tiga Negara Ini

Selasa, 20 Desember 2016 - 20:04 WIB | Dilihat : 1251
  Solidaritas Aleppo, Persis Desak Pemerintah Putus Hubungan dengan Tiga Negara Ini Sebagian massa Persis Jabar saat menggelar aksi solidaritas untuk muslim Aleppo Suriah di beberapa titik Kota Bandung, Selasa (20/12/2016)

 

Bandung (SI Online) - Ribuan massa Persatuan Islam (Persis) Jawa Barat menggelar aksi solidaritas untuk muslim Aleppo Suriah di beberapa titik Kota Bandung, Selasa (20/12/2016). Dalam orasinya massa meminta agar rezim Bashar Assad dan sekutunya Rusia juga Iran di seret ke pengadilan Internasional, terkait pembantaian yang terjadi di Suriah.
 
Koordinasi Aksi Diana Hardiana menyampaikan, perang yang terjadi di Suriah merupakan tindak kejahatan manusia yang melanggar prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia. Dirinya menilai kebiadaban yang dilakukan pemerintahan suriah sudah keterlaluan. Pembantaian, pemboman, dan pemerkosaan sudah menjadi potret sehari-hari yang terjadi disana.
 
"Kami meminta kepada pemerintahan Suriah beserta sekutunya agar menghentikan pembantaian yang terjadi disana, karena terlalu banyak korban anak-anak dan perempuan, " jelasnya.
 
Diana menambahkan, persoalan yang terjadi di Suriah bukan lagi mengenai masalah ekonomi ataupun politik. Namun menurutnya, ini erat kaitannya dengan ideologi Syiah yang dianut oleh bashar Assad.
 
"Sudah banyak tersebar foto dan video orang-orang suni di Suriah di paksa sujud terhadap gambar atau foto Bashar, sudah jelas ini merupakan ajaran Syiah," ucapnya.
 
Mengenai respon pemerintah Indonesia, dirinya merasa kecewa terhadap sikap pemerintahan yang belum mengambil sikap tegas mengenai kondisi Suriah saat ini. Padahal menurutnya Indonesia merupakan penduduk muslim terbesar di dunia.
 
"Kami harap pemerintah Indonesia memutuskan hubungan diplomatik dengan Negara Suriah, Rusia, dan Iran. Sebagai cara untuk menekan negara tersebut menghentikan tindakan pembantaian yang terjadi di Negara tersebut," ujarnya.
 
rep: suwandi
red: shodiq ramadhan
0 Komentar