Gema Pembebasan: Tak Ada Tindakan Intoleransi dalam KKR di Sabuga

FGD Gema Pembebasan Bandung membahas KKR Sabuga.


Bandung (PIKIRAN UMAT) - Ketua Gerakan Mahasiswa (Gema) Pembebasan Kota Bandung, Indra Lesmana menyampaikan, tidak terjadi tindakan intoleransi terkait kegiatan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) di Sabuga ITB beberapa waktu lalu.
 
Hal tersebut disampaikan usai menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait polemik KKR Natal yang mengangkat tema "Ada Intoleransi di Sabuga?", Kamis (15/12/2016). Kegiatan FGD yang dilaksanakan di Area Taman Kubus ITB ini bertujuan untuk menggali dan mendalami fakta yang terjadi pada kejadian tersebut dimana di hadiri langsung oleh perwakilan PAS (Pembela Ahlu Sunnah).
 
Indra menambahkan dalam peristiwa yang menyita perhatian masyarakat tersebut PAS hanya klarifikasi terkait perijinan dan kelengkapan administrasi kepada pihak panitia KKR.
 
“Setelah mendengar langsung maka kami berpendapat bahwa tidak terjadi intoleransi Umat Islam khususnya yang ada di Kota Bandung terhadap umat nonmuslim. Justru Ummat Islam lah yang lebih memberikan toleransi dalam kejadian tersebut,”tegasnya.
 
Indra berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi umat Islam agar tidak mudah terprovokasi atas isu isu yang bertebaran di media dan lebih mengedepankan tabayyun untuk memastikan kebenaran fakta yang terjadi sebelum berkomentar atau berpendapat kepada publik khususnya media sosial.
 
“Kita telah diajarkan sikap tabayyun atau klarifikasi sehingga tidak terjebak dalam polemik,”imbuhnya.
 
Sebelumnya, Farchat Bahafbullah selaku Kuasa Hukum PAS, yang turut hadir dalam diskusi tersebut menceritakan kronologis kejadian yang terjadi. Menurutnya PAS hanya mengawal izin yang diberikan Walikota Bandung untuk kegiatan KKR tersebut dari pukul 13.00 WIB sampai 16.00 WIB. Karena telah melewati waktu yang telah ditentukan, akhirnya PAS  mempertanyakan dan meminta untuk segera menghentikan kegiatan tersebut.
 
"Tidak ada pembubaran dan kekerasan dalam kejadian tersebut, waktu yang telah ditentukan sampai jam empat sore akhirnya selesai sampai jam delapan malam. Dan itu pun yang memutuskan panitia KKR sendiri, jadi saya pastikan pada waktu itu tidak ada aksi pembubaran oleh PAS," tuturnya.
 
Farchat menambahkan PAS sudah toleransi  terhadap Kegiatan KKR yang telah melewati batas waktu yang di sepakati. Sehingga menurutnya siapa yang memaksakan kehendak dalam kejadian tersebut. Ia  menilai, penuntasan masalah ini tinggal tabayyun antara Walikota Ridwan Kamil dengan PAS untuk mencari jalan tengahnya.
 
"Undangan kemarin dari Pak Ridwan Kamil sudah ada, namun kami kemarin sedang di luar kota. Mudah mudahan waktu dekat ini kami agendakan bertemu, untuk klarifikasi masalah ini," pugkasnya. 
 
rep: Suwandi
red: shodiq ramadhan

 

Komentar

Belum ada komentar
Nama

Email


security image
Kode
Komentar