Pondok Pesantren Sumatera Barat Tolak YPP Hary Tanoe

Sabtu, 10 Desember 2016 - 23:30 WIB | Dilihat : 17463
Pondok Pesantren Sumatera Barat Tolak YPP Hary Tanoe Pimpinan Pondok Pesantren di Sumatera Barat sepakat menolak YPP Hary Tanoe.

Padang Panjang (SI Online) - Diresmikannya Yayasan Peduli Pesantren (YPP) oleh Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo menuai penolakan dari berbagai pesantren di tanah air. Setelah Provinsi Jawa Timur dan Banten, kini giliran pesantren-pesantren di Sumatera Barat yang menyatakan penolakannya terhadap YPP.

Bertempat di Gedung Aula Perguruan Diniyah Putreri Padang Panjang, Sabtu (10/12/2016) para pimpinan dari berbagai pesantren di Sumatera Barat berkumpul menyatukan kata. Mereka seluruhnya serempak satu kata menyatakan penolakan YPP jika akan coba-coba menjalankan aksinya ke pesantren-pesantren di Sumatera Barat.
 
Ketua MUI Sumatera Barat Buya Dr H Gusrizal Gazahar Lc MA menegaskan, berpantang bagi pesantren di Ranah Minang untuk menerima bantuan dari non-Muslim yang punya niat politis. Menurutnya, Sumbar harus menjadi pionir untuk melawan gerakan YPP dan menjadi terdepan dari daerah-daerah lain.
 
"Sumbar ini menjadi salah satu barometer bagi daerah lain. Jika mereka (yang memusuhi Islam) mendapat perlawanan dari Sumbar, berarti mereka akansegera mendapat perlawanan untuk skala nasional," jelas Gusrizal dalam taushiyahnya.
 
Kepada pimpinan-pimpinan pesantren ia memesankan, jangan mengharap bantuan dari YPP yang akan datang menawarkan bantuan. "Kita di pesantren mengajarkan qanaah dan berkah. Tak ada artinya sebanyak apapun uang kalau tidak berkah," pesannya.
 
Pimpinan Perguruan Diniyah Puteri Padang Panjang yang sekaligus pemrakarsa kegiatan tersebut, Fauziyah Fauzan MSi menegaskan, pembentukan YPP merupakan penghinaan bagi dunia pesantren dan Kementrian Agama bidang kepesantrenan. Yayasan ini bisa dikadukan kepada Depkumham karena melanggar kode etik yang menyinggung dunia pesantren.
 
"Kalau saya bersama Buya-buya di sini membuat lembaga peduli sekolah Katolik kemudian memberi santunan ke sekolah-sekolah Katolik, tentu pengurus gereja akan tersinggung. Begitu juga kami. Seakan-akan dengan adanya YPP ini mengesankan bahwa pesantren tidak ada yang mempedulikan," jelasnya.
 
Pengasuh Pesantren Terpadu Insan Cendekia Payakumbuh, Ustaz H Hannan Putra Lc menambahkan, pesantren harus menjaga marwah dan harga diri lembaga yang diusungnya. Bagaimana mungkin para santri dibiarkan cium tangan kepada Hary Tanoe yang non-muslim hanya gara-gara diberi bantuan puluhan juta.
 
"Orang kalau diberi uang, sifat kritisnya akan hilang. Begitu juga kalau pesantren sempat menadahkan tangan kepada non-muslim yang datang ke pesantren memberi bantuan. Di mana harga diri kita sebagai pesantren?" jelasnya.
 
Panitia penyelenggara menyebutkan, pertemuan lanjutan akan kembali di gelar pada tanggal 18 Desember mendatang sebagai tindak lanjut. Ia mengharapkan, beberapa pesantren yang belum berkesempatan hadir juga turut menghadiri acara.
 
red: shodiq ramadhan
0 Komentar