Kaum Gay Makin Berulah

Rabu, 07 Desember 2016 - 08:04 WIB | Dilihat : 2628
Kaum Gay Makin Berulah Ilustrasi

Indonesia makin tidak aman dan tidak nyaman saja. Kususnya bagi generasi sekarang dan generasi yang akan datang tentunya. Bagaimana bisa merasa aman, jika kaum gay masih saja berusaha mengkampanyekan kelakuan bejadnya di tengah-tengah keluaraga saat ini. Dengan mengatasnamakan HAM kaum gay bebas melenggang sesuka hati mereka. Ya, ini bukan masalah sepele dan butuh perhataian besar dari seluruh pihak. Seperti kasus pesta seks yang dilakukan oleh kaum gay di apartemen Kalibata City, Ahad ( 22/11) lalu. Akankah kita berdiam diri melihat ini semua?.

Sejatinya perbuatan yang di lakukan kaum gay tidak terbukti secara ilmiah merupakan fenomena dari faktor gen, bukanlah faktor bawaan, bukan faktor keturunan. Apa yang dilakukan mereka barulah sedikit dari sekian banyak dampak dari diakibatkan karena minimnya pendidikan keluarga, kesalahan pola asuh dan buruknya lingkungan akibat sistem yang kita pakai saat ini. Di sinilah peran penting sebuah keluarga, lingkungan bahkan negara sekalipun untuk menentukan nasib generasi negeri ini.
 
Kita bisa melihat dalam sistem saat ini, faktanya peran keluarga masih terbilang jauh dari fungsi utamanya.  Dalam keluargalah anak mendapat pendidikan utamanya, khususnya dari para orang tua. Tetapi banyak orang tua sekarang, mereka justru tersibukan oleh dunia luar, dunianya masing-masing. Yang sibuk kerjalah yang sibuk inilah, itulah dan sebagainya dan akhirnya tak terpedulikannya pendidikan anak di rumah. 
 
Maka tidak heran, jika anak sekarang lebih suka mencari hal-hal baru dilingkungan barunya. Sayangnya lingkunganpun tidak seaman yang kita duga, pergaulan bebas ada dimana-mana. Tanpa bekal pendidikan yang tidak memadai akhirnya anak dengan mudah terjerumus dalam hal yang tidak diinginkan. Seperti  penyimpangan yang dilakukan oleh kaum gay. Negara yang seharusnya mencegah dan menerapakn sanksi untuk bentuk penyimpangan kaum gay terkesan membiarkan, justru seolah melindunginya. Kita tidak bisa menjamin aturan yang di pakai sistem sekarang akan menjaga dan mencetak generasi-generasi yang baik. Sudah saatnya kita keluar dari jebakan-jebakan ini.
 
Sungguh tidak mudah keluar dari sistem ini, butuh keberanian, kerja keras dan sungguh-sungguh. Dengan kembali pada Islamlah kita bisa mencegah keburukan-keburukan yang menghadang didepan sana. Dari mulai tataran keluaraga, para orang tua sebagai pendidik dan pelahir generasi, saatnya mendidik anak-anak dengan  agama. Diberikan wawasan Islam, ditanamkan halal haram dan dipahamkan rambu-rambu pergaulan dan seterusnya. Dilingkunganpun sama, arahkan dan ciptakanlah lingkungan yang islami. Dan yang terpenting Negara harus membersihkan dan menjaga masyarakat dari hal-hal yang merusak. Tentunya hanya dengan  menerapkan syariat islam dalam seluruh aspek kehidupan, generasi kita akan terjaga. 
 
Allah Swt berfirman: Apa saja yang diberikan Rasul kepada kalian, terimalah. Apa saja yang dilarang atas kalain, tinggalkanlah. (QS al-Hasyr [59]: 7)
 
Elis Vitriyani
Karyawan Swasta
1 Komentar