Anggota TNI Menangis Saat Diminta Halangi Massa Aksi Bela Islam III

Senin, 05 Desember 2016 - 17:19 WIB | Dilihat : 13330
Anggota TNI Menangis Saat Diminta Halangi Massa Aksi Bela Islam III Ilustrasi: Warga Sukoharjo di Jakarta turut dalam Aksi Bela Islam III, Jumat 2 Desember 2016 di Kawasan Monas, Jakarta.

Jakarta (SI Online) - Banyak cerita unik dan mengharukan seputar Aksi Bela Islam III, Jumat 2 Desember lalu. Di antaranya, seperti yang diceritakan Ketua Dewan Penasihat Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF), Habib Muhammad Rizieq Syihab. 

Menurut Habib Rizieq, secara logika harusnya aksi super damai tersebut gagal. Sebab, banyak faktor yang menghambat massa datang ke kawasan Monas, Jakarta.
 
Habib Rizieq menuturkan, salah satu upaya menghambat massa datang ke Jakarta, yakni adanya helikopter yang diturunkan di Pelabuhan Bakauheni. Menurut dia, heli tersebut sengaja untuk mencegah rombongan massa aksi sehingga tidak bisa menyeberang ke Pelabuhan Merak. 
 
"Sampai tentara yang bawa itu pesawat, nangis di pintu pesawat. Kenapa dia nangis, karena umat mendesak supaya kapal disingkirkan. Di satu sisi dia ingin bersama rakyat, di sisi lain dia ditekan atasan. Itu kejadian di mana-mana," kata dia dalam agenda evaluasi aksi 2 Desember, di Markaz Syariah, Petamburan, Jakarta Pusat, Ahad (04/12).
 
Belum lagi, kata Habib Rizieq, massa aksi asal Sumatera Barat yang terhambat akibat terhenti di tengah perjalanan selama enam jam. Mereka yang berangkat menggunakan puluhan bus ini, tidak bisa melintasi jembatan. Aparat petugas yang berjaga di jembatan tersebut beralasan jembatan itu sedang rusak sehingga harus mendapat perbaikan. 
 
Namun, Habib Rizieq yakin jembatan tersebut sebetulnya tidak rusak. "Jadi, kalau kita pakai logika, maaf, mestinya aksi 212 itu gagal. Artinya gagal, kempes. Jangan kan untuk berlipat ganda, untuk menyaingi aksi bela Islam 1 atau 2 saja itu enggak bisa," ujar dia.
 
red: abu faza
sumber: Republika Online
0 Komentar