Suara Ulama Minang dalam Aksi 212: Jangan Coba-coba Nodai Alquran

Sabtu, 03 Desember 2016 - 13:01 WIB | Dilihat : 5909
Suara Ulama Minang dalam Aksi 212: Jangan Coba-coba Nodai Alquran Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat Buya Gusrizal Gazahar saat berbicara di depan jutaan massa Aksi Bela Islam III. (foto: suara islam)
Jakarta (SI Online) - Banyak orang bertanya, kenapa warga Minang tumpah ruah ke Jakarta. Demikian kata Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat Buya Gusrizal Gazahar saat berbicara di depan jutaan massa Aksi Bela Islam III di lapangan Monas, Jakarta, Jumat (2/11/2016).
 
"Karena warga Minang ingin menunjukkan bahwa kami menghargai kebhinekaan. Kami tidak ingin mulut seseorang di Republik ini merusak kebhinekaan itu," kata Buya menjawab pertanyaan tersebut.
 
"Kami nyatakan kepada seluruh masyarakat Indonesia, bahwa di ranah Minang tidak satupun batu melayang ke gereja siapapun, tidak ada umat manapun yang dihambat beribadah. Kami menghargai kebhinekaan," jelas Buya.
 
Dari Minang juga lahir para pahlawan nasional yang menegakkan semboyan merdeka atau mati, semua itu tegak diatas ayat Alquran.
 
"Oleh karena itu kami nyatakan, jangan coba-coba sentuh kitab suci yang menjadi keyakinan para pejuang dengan mengangkat senjata untuk memerdekakan negara ini. Jangan sentuh dengan penodaan dan apapun yang melecehkan," tegas Buya yang disambut gemuruh takbir jamaah.
 
Dan siapapun, kata Buya, jangan coba-coba menghalangi orang Minang dalam berjuang. "Kami katakan, sekali langkah dilangkahkan dari tangga pantang surut ke belakang," 
 
Dalam petuah orang Minang, "Patah sayap bertongkat paruh, terbujur lalu terbelintang patah, kami pertahankan negara kesatuan tetapi jangan merusak keimanan kami,"
 
"Kami ingin semua bertakbir, Allahuakbar Allahuakbar Allahuakbar," seru Buya
 
red: adhila
0 Komentar