Al Ittihadiyah Gelar Muktamar ke-19 di Puncak Bogor

Selasa, 29 November 2016 - 20:17 WIB | Dilihat : 1317
 Al Ittihadiyah Gelar Muktamar ke-19 di Puncak Bogor Ketua Umum MUI KH Makruf Amin bersama pengurus DPP Al Ittihadiyah usai pembukaan Muktamar ke-19 di Puncak, Bogor.

Bogor (SI Online) - Organisasi kemasyarakatan Islam Al Ittihadiyah menyelenggarakan muktamar ke-19 di Puncak, Bogor, Jawa Barat. 

 
Muktamar selama dua hari, 28-29 November itu mengangkat tema "Menggalang Kebersamaan, Menyatukan Langkah dan Menghilangkan Perbedaan untuk Indonesia Maju dan Modern dalam Perspektif Rahmatan lil Alamin." 
 
Muktamar secara resmi dibuka oleh Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin. Peserta muktamar sekitar 600 orang terdiri dari Pengurus DPP, Majelis Syuro, Majelis Pertimbangan, Majelis Pakar, DPP Muslimat, DPW dan DPD se-Indonesia serta DPW Muslimat se-Indonesia. 
 
Ketua Pelaksana Muktamar, Dr Lukmanul Hakim mengatakan, sebagai organisasi yang aktif dan istiqamah menjalankan dakwah di Indonesia yang dalam perannya membutuhkan para kader yang mampu meneruskan perjuangan dakwah di tanah air, Al Ittihadiyah merasa perlu menyelenggarakan muktamar sebagaia bagian dari amanah organisasi sekaligus menyikapi perkembangan keumatan saat ini. 
 
"Diharapkan muktamar ini menghasilkan pemimpin baru yang bisa membawa Al-Ittihadiyah sebagai organisasi yang maju, modern, profesional dan sekaligus memberikan sumbangsih kepada pemerintah dalam menyongsong kehidupan berbangsa dan bernegara di dunia internasional," kata Lukman saat berbincang dengan wartawan di Puncak, Bogor, Selasa (29/11). 
 
Lukman berharap, muktamar ke-19 ini dapat menghasilkan keputusan-keputusan sebagai arah organisasi untuk lima tahun mendatang. 
 
"Sekaligus memberikan rekomendasi kepada pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupan berbangsa dan bernegara," tambah salah satu Ketua MUI ini. 
 
Al Ittihadiyah didirikan pada 27 Januari 1935/21 Syawal 1352 H di Medan oleh KH Ahmad Dahlan. Muktamar ke-19 diisi dengan berbagai kegiatan seperti tabligh akbar, istighatsah, seminar nasional, dan bakti sosial.
 
red: shodiq ramadhan
0 Komentar