Surat Cinta untuk yang Merasa

Kamis, 24 November 2016 - 22:07 WIB | Dilihat : 2519
Surat Cinta untuk yang Merasa Aksi Bela Islam II 4 November 2016

Anehnya negeriku tak kunjung membaik, apa yang dapat kulakukan sebagai anak bangsa ini ketika setiap posting kebaikan dianggap kesalahan, postingan Islam banyak yang tak senang, fatwa lembaga ulama yang sah tidak juga didengar, serta persatuan umat Islam banyak yang menentang.

Namun anehnya, postingan yang menentang Islam disetujui, pendapat tokoh melawan Islam digandrungi, serta langkah kelompok yang menyudutkan Islam di apresiasi .
 
Keanehan ini akan terus berlanjut ketika mereka tak kunjung sadar, Keadilan hanya bualan belaka bagi mereka yang tak punya kuasa.
 
Di saat penjahat berkeliaran yang melaporkan malah dipidanakan.
 
Wahai penguasa yang berkuasa di negeri ini, tak cukupkah bukti yang nampak, tak cukupkah pengalaman yang ada, tak cukupkah sikap yang telah menyakiti rakyat? Dimana rasa keadilanmu dan tanggungjawab amanahmu yang kau sumpah didepan kitab suci untuk negeri ini?
 
Seenaknya berkata makar kepada rakyat yang hendak sholat jumat bersama dijalan tanpa adanya bukti adalah ucapan kurang pantas yang keluar dari salah satu kepala instansi negeri ini yang 'katanya' ADA untuk mengayomi dan melindungi rakyat, apabila dibalik apakah terima jika rakyat berkata "P*lisi melakukan makar terhadap rakyat untuk melindungi penista agama yang telah terbukti menjadi tersangka dan memfitnah aksi 411 sebagai aksi bayaran" ayo jawab !
 
Lalu jangan jadikan alasan menganggu kepentingan publik untuk melarang aksi ini ! jangan jadikan statemen ulama yang melarang sholat jumat dijalan untuk melarang aksi ini ! jangan jadikan alasan apapun untuk melarang aksi ini ! karena rakyat sudah pintar dan akan mudah membalasnya. 
 
Bagaimana bisa acara car free day dan malam tahun baru yang bernuansa maksiat diizinkan walau menganggu kepentingan publik namun shalat Jumat di jalan yang bernuansa ibadah dilarang di negeri yang berlandaskan pancasila yang sila pertamanya adalah “Ketuhanan yang Maha Esa”? Anda Sehat? Setelahnya anda akan dicap ‘Munafik’ oleh rakyat apabila melarang aksi ini karena mengikuti pendapat salah satu ulama yang melarang sholat jumat, namun pendapat kebanyakan ulama yang mengizinkan acara ini serta menginginkan penista agama untuk dipenjara tidak diikuti padahal semua ulama di negeri ini sama-sama berlandaskan Alquran dan sunnah Nabi Muhammad Saw !
 
Wahai engkau yang berkuasa, ketika agama apapun DINISTA maka dia telah menistakan bangsa dan negara, kebhinnekaan apa yang engkau inginkan dengan membiarkan penista berkeliaran bebas?
 
Berhentilah melakukan pembodohan melalui media !
 
Stop diskriminasi kepada Islam dan keadilan !
 
Stop pembiaran terhadap kejahatan !
 
Stop berdalih 'Asas praduga tak bersalah'! Buat apa alasan tersebut apabila diberlakukan untuk penjahat bangsa dan penista agama !
 
Engkau dilantik untuk mengayomi dan melindungi rakyat bukan untuk membela dan melindungi penjahat !
 
Demikian surat cinta ini dibuat secara tegas dan penuh kasih sayang dengan harapan datangnya taufik hidayah dan inayah-Nya kepada seluruh pemimpin di Negeri ini, khususnya siapapun yang berwenang dalam kasus ini.
 
 #AksiBelaIslam3 #212 #JumatQubro #MaulidAkbar #GelarSajadah #IndonesiaBerkah #PenjarakanAhok
 
Cirebon, 24 November 2016

Muhammad Riski
1 Komentar