Identitas Intelektual Muslim

Senin, 21 November 2016 - 10:52 WIB | Dilihat : 1777
Identitas Intelektual Muslim Ilustrasi
Panas, kuat, semangat membara. Itulah gambaran dari seorang inteletual muda. Mereka memiliki peranan yang sangat besar dalam membangun suatu peradaban. Sejarah menjadi saksi bagaimana pemudalah yang menancapkan tiang berdirinya suatu peradaban. Begitu pun para pemuda Islam, bara api selalu terlihat di mata mereka. Banyak dari mereka yang berani mengorbankan masa muda meraka, harta bahkan jiwa mereka demi tegaknya peradaban Islam yang mulia.
 
Namun saat ini, bara api itu sudah tak melekat lagi pada jiwa-jiwa pemuda muslim. Mereka sudah kehilangan arah dan jati diri mereka sebagai muslim. Sistem Kapitalisme yang tegak di atas asas sekulerisme dan liberalism telah membajak potensi intelektual muda untuk kepentingan hegemoni Negara-negara pengusungnya. Para intelektual muda sudah melupakan peran mereka sebagai agent of change, mereka telah terkontaminasi isme-isme yang selalu dipropagandakan Barat, sehingga mereka menjadi seorang intelektual muda yang apatis, individualis, hedonis, bahkan mereka dengan bangga menjadi pembebek nilai-nilai busuk sekulerisme yang menjauhkan Islam dari kehidupan.
 
Jika sudah seperti itu, bagaimana mungkin umat akan bangkit ? Sementara para inetelektual muda yang seharusnya menjadi motor utama dalam membangun peradaban umat yang gemilang kini sulit untuk diharapkan.
 
Oleh sebab itu, demi mewujudkan kembali peradaban Islam, identitas muslim harus melekat pada semua peranan, termasuk pada intelektual muda yang di pundaknya disematkan predikat “harapan umat”. Mereka tidak hanya menguasai iptek, tapi sekaligus menguasai tsaqafah Islam, agar keilmuannya bermanfaat untuk masyarakat dengan keimanan bukan untuk materi.
 
Irma
Mahasiswi UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Tinggal di Tanjungsari, Kab.Sumedang
 
1 Komentar