Adakah Amalan yang Lebih Baik dari Jihad fii Sabilillah?

Kamis, 10 November 2016 - 16:59 WIB | Dilihat : 3713
Adakah Amalan yang Lebih Baik dari Jihad fii Sabilillah? Ilustrasi pasukan Brigade al Qassam di Palestina
Di dalam kita Riyadhush Shalihin lil Imam An Nawawi Kitabul Jihad no. 1298 dijelaskan hadits tentang jihad fii sabilillah.
 
Dari Abu Hurairah radhiyallaahu 'anhu, berkata: "Ditanyakan kepada Rasulullah shallallaahu 'alayhi wa sallam: "Ya Rasuulullaah, apakah amalan yang menyamai jihad fii sabilillah?" Beliau shallallaahu 'alayhi wa sallam menjawab: "Engkau tidak akan kuat melakukannya."
 
Mereka - yakni para sahabat -mengulangi pertanyaannya tadi sampai dua atau tiga kali. Semuanya itu oleh beliau shallallaahu 'alayhi wa sallam hanya dijawab: "Kalian semua tidak akan kuat melakukannya."
 
Selanjutnya beliau shallallaahu 'alayhi wa sallam bersabda: "Perumpamaan orang yang berjihad fii sabilillah itu ialah seperti orang yang berpuasa, yang bersungguh-sungguh dalam shalatnya, yang taat dalam melaksanakan ayat-ayat Allah, tidak lalai sedikitpun dari shalat dan puasanya, sampai orang yang berjihad itu kembali." (Muttafaq 'alaih, dan ini adalah lafaznya Imam Muslim)
 
Dalam riwayat Imam Al-Bukhari disebutkan: Ada seorang lelaki berkata: "Ya Rasuulullaah, tunjukkanlah kepada saya akan sesuatu amalan yang pahalanya menyamai jihad!" Beliau shallallaahu 'alayhi wa sallam bersabda: "Saya tidak menemukannya."
 
Kemudian beliau shallallaahu 'alayhi wa sallam bersabda: "Adakah engkau kuat kalau sekiranya orang yang berjihad itu keluar lalu engkau masuk dalam masjidmu, kemudian engkau terus mendirikan shalat dan tidak lalai sedikitpun, juga dengan berpuasa dan tidak pernah berbuka?" Orang itu lalu berkata: "Siapakah yang kuat melakukan seperti itu?!" 
 
Jual Beli yang Paling Menguntungkan yaitu Jihad fi sabilillah
 
Allah menjanjikan dua hal kebaikan orang yang berjuang; kemenangan atau mati syahid. "Katakanlah, padahal kami berada pada salah satu dari dua kebaikan yaitu menang atau mati syahid" (QS At-Taubah 52)
 
Allah Azza Wa Jalla berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman! Maukah kamu Aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih?" (QS. As-Saff: Ayat 10)
 
Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Kemudian Dia menafsirkan perniagaan agung yang tidak akan merugi dan yang menghasilkan maksud dan menghilangkan halangan, maka Dia berfirman, "Perdagangan itu adalah kalian beriman kepada Allah, beriman kepada Rasul-Nya dan kalian berjihad untuk membela Islam dengan harta kalian dan jiwa kalian. Keimanan dan jihad itu adalah lebih baik bagi kalian, jika kalian benar-banar menyadari beratnya adzab akhirat." (QS. Ash-Shoff [61]: 11)
 
Yaitu, dari perniagaan dunia dan bekerja keras serta mati-matian hanya untuk itu. Kemudian Allah melanjutkan, Allah akan mengampuni semua dosa kalian. Allah memasukkan kalian ke dalam surga-surga. surga-surga itu di bawahnya mengalir sungai-sungai. Allah memasukkan kelain ke tempat tinggal yang indah dalam surga ‘Adan. Itu semua adalah kemenangan yang besar (QS. Ash-Shoff [61]: 12)
 
Sungguh Allah membeli jiwa dan harta orang-orang mukmin dengan pahala surga. Mereka telah berperang untuk membela Islam, lalu mereka membunuh atau dibunuh. Janji pahala surga ini termaktub dalam Taurat Injil dan Al-Qur’an. Wahai kaum mukmin siapa saja di antara kalian yang memenuhi janjinya kepada Allah, bergembiralah dengan bai’at yang telah kalian lakukan dalam perjanjian itu. Demikian itu adalah keberuntungan yang amat besar bagi para syuhada (QS At-Taubah 111)
 
Akad jual beli telah ditetapkan, akadnya telah dilakukan, tidak dapat dibatalkan atau dikembalikan, dan Allah Azza Wa Jalla telah benar benar menepati janji-Nya, maka si hamba pun seharusnya demikian pula, menepati janjinya.
 
Wallahu a'lam
 
Abu Miqdam
Komunitas Akhlak Mulia
0 Komentar