Indonesia Pasang Target Capaian Industri Halal Rp325 Triliun

Minggu, 23 Oktober 2016 - 11:35 WIB | Dilihat : 1057
Indonesia Pasang Target Capaian Industri Halal Rp325 Triliun Menperin Airlangga Hartarto membuka IIF dan INDHEX 2016 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (20/10)


Jakarta (SI Online) - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar pada sektor industri halal. Tidak hanya mencakup produk pangan, melainkan juga pada perbankan dan pariwisata. 
 
Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia harus memanfaatkan potensi halal. Industri halal Indonesia memiliki potensi nilai pencatatan mencapai US$10 miliar setara Rp130 triliun pada perdagangan dunia.
 
"Tahun 2019, pemerintah menargetkan capaian industri halal US$25 miliar, setara Rp325 triliun," kata Airlangga saat menyampaikan pembukaan International Islamic Fair (IIF) 2016 dan Indonesia International Halal Expo (INDHEX) 2016 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (20/10) lalu.
 
Menurutnya, Kementerian Perindustrian mempersiapkan pembahasan tentang kawasan industri halal. Para pelaku usaha yang beroperasi di kawasan ini nantinya diharapkan bisa mendukung ekspor produk-produk halal Indonesia ke negara Timur Tengah.
 
"Yang bisa kami lakukan adalah menyakinkan pasar luar negeri bahwa proses produk halal Indonesia sudah baik," kata politisi Golkar itu.
 
Airlangga mengaku usaha untuk mewujudkan kawasan industri halal memang masih terkendala pembahasan antar lembaga. Rencananya, hasil dari perundingan Kemenperin dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menghasilkan Peraturan Menteri mengenai kawasan industri halal.
 
Terkait dengan produk halal, lanjut Airlangga, Kemenperin juga sudah mempebaharui beberapa hal termasuk  Logistik Berikat yang baru saja dilaunching oleh pemerintah. "Bahwa salah satu gateway ekspor adalah makanan halal nanti masuk logistik berikat. Kawasan logistik berikat ini dapat  memanfaatkan unit dari produk makanan halal, sehingga akan  mendorong kepercayaan masyarakat terhadap produk halal," ungkap Airlangga.
 
Pada kesempatan yang sama, Direktur LPPOM MUI Lukmanul Hakim juga mendesak agar pembahasan tersebut dapat segera disahkan. Apalagi menurut Lukman, pembahasan ini telah berjalan hampir dua tahun dan belum menemukan titik terang.
 
"Mudah-mudahan melalui kawasan industri halal ini, perdagangan halal Indonesia, utamanya ke negara-negara mayoritas Muslim yakni ke negara Timur Tengah bisa mendapat porsi lebih besar lagi. Dan melali INDHEX ini bisa meraih pusat perdaganga halal dunia seperti yang dicanangkan pada tahun 2015 lalu," pungkas Lukman. 
 
red: shodiq ramadhan
0 Komentar