Kyai Kholil Bangkalan Bukanlah Guru Kyai Dahlan

Kamis, 13 Oktober 2016 - 18:54 WIB | Dilihat : 4941
 Kyai Kholil Bangkalan Bukanlah Guru Kyai Dahlan


Fadh Ahmad Arifan
Penulis adalah Member Grup WhatsApp “Aswaja Center al-Yasini”
  
Media sosial Facebook bukan hanya ramai membincangkan pelecehan surah al-Maidah 51 yang dilakukan Ahok, tetapi beredar gambar yang menjelaskan bahwa pendiri NU dan pendiri persyarikatan Muhammadiyah adalah satu seperguruan. Sayangnya yang menyebarkan gambar tidak tahu sejarah dan tidak berbekal referensi yang jelas. Betul dua kyai tersebut satu seperguruan. Punya guru yang sama. Tetapi bukan Kyai Kholil Bangkalan. 
 
Baik kyai Hasyim Asy’ari dan Kyai Ahmad Dahlan sama-sama punya guru yakni Syeikh Muhammad Sholeh As-Samarani atau yang lebih dikenal dengan Kyai Sholeh Darat. Sayangnya fakta sejarah ini tidak ditampilkan dalam film “Sang Pencerah”. Kyai Sholeh Darat juga punya santriwati bernama RA Kartini. 
 
Kartini bukanlah santri tetap Pesantren Darat tetapi beliau rutin mengikuti pengajian baik saat gadis maupun seusai menikah dengan R.M Joyodiningrat, Bupati Rembang. Bahkan Kyai Sholeh menulis tafsir berbahasa Jawa dengan huruf Pegon, sebagai hadiah pernikahan Kartini dengan Bupati Rembang tersebut (Ensiklopedi Ulama Nusantara, 2009, hal 598).
 
Di Jazirah Arab (Hijaz), Kyai Hasyim Asy;ari dan Kyai Dahlan masih memiliki guru yang sama yaitu Syekh Ahmad Khatib Minangkabau (w. 1916 M). Beliau ini punya minat di matematika dan ilmu alam. “Baik Kyai Dahlan maupun Syeikh Khatib adalah penentang tarekat sufi”, tulis Abdurahman Mas’ud Ph.D dalam buku “Dari Haramain ke Nusantara.”
 
Pertanyaannya adalah mengapa Kyai Hasyim masih menolelir sufisme? Jawabnya karena Kyai Hasyim lebih dipengaruhi gurunya yang lain yakni Syeikh Mahfudz at-Termasi dan Syeikh Khatib Sambas. Perlu diketahui, Syeikh Khatib Sambas adalah pendiri Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah.
 
Kembali kepada sosok Kyai Kholil yang dianggap waliyullah oleh bangsa Madura. Saat di Jazirah Arab, Kyai Khalil belajar agama kepada Syeikh Abdul Karim. Minatnya kepada sufisme. Sementara fiqh kepada Nawawi Al Bantani dan Syeikh Mahfudz at-Termasi.
 
Masih merujuk ke bukunya Abdurrahman Mas’ud, sepulang dari Mekkah, Kyai Kholil mengasuh pesantren Kademangan di Bangkalan (Dari Haramain ke Nusantara, hal 188-189). Kelak di kemudian hari murid-muridnya menjadi pendiri pesantren besar dan tokoh-tokoh yang disegani di tubuh Nahdlatul ulama. Berikut ini murid beliau :
 
Kyai Hasyim Asyari
Kyai Manaf Abdul Karim (Pendiri Pesantren Lirboyo)
Kyai Muhammad Shiddiq
Kyai Munawwir (Pendiri Pesantren Krapyak)
Kyai Ma'sum (Pendiri Pesantren Lasem)
Kyai Abdullah Mubarak
Kyai Wahab Hasbulloh
Kyai Bisri Syansuri
Kyai Bisri Mustafa
 
Apakah di deretan nama-nama Kyai tersebut terdapat nama Ahmad Dahlan? Tidak ada. Hendaknya sebelum menyebarkan informasi ke media sosial, haruslah hati-hati. Barangkali niatnya penyebar gambar itu mulia, ingin merekatkan antara NU dan Muhammadiyah. Pengikut NU dan Muhammadiyah di masa kini sudah berukhuwah Islamiyah dan minim “gesekan” sebagaimana di masa awal pendiriannya. Wallahu’allam.
0 Komentar