Ingin Sehat, Harus Kembali ke Pola Hidup Rasulullah

Minggu, 09 Oktober 2016 - 16:02 WIB | Dilihat : 2061
Ingin Sehat, Harus Kembali ke Pola Hidup Rasulullah Dr Uwais (Kanan) menjadi pembicara dalam Seminar Kesehatan Islam dan Alami di Masjid Al-Khalifah, Jakarta Islamic Center, Kalimalang, Jakarta Timur, Sabtu sore, 9 Oktober 2016.

 

Jakarta (SI Online) - Pada masa lalu, Indonesia menghadapi masalah kesehatan warganya berupa malnutrisi kekurangan gizi. Namun sekarang, masalahnya berbalik. Masyarakat menghadapi masalah malnutrisi berupa kelebihan gizi karena kebanyakan makanan. 
 
"Kolesterol, ini penyakit kelebihan gizi, penyakit kalangan menengah ke atas. Tukang ojeg saja sekarang kena asam urat akibat kolesterol. Ini akibat makanan yang murah," ungkap Dokter Uwais, saat mengisi Seminar Kesehatan Islam dan Alami di Masjid Al-Khalifah, Jakarta Islamic Center, Kalimalang, Jakarta Timur, Sabtu sore, 9 Oktober 2016.
 
Karena itu, dokter yang juga aktivis Jamaah Tabligh ini mengingatkan supaya kembali ke pola hidup sehat sesuai tuntunan Rasulullah Saw. Ia juga mengaingatkan, terkait makanan ini Allah Swt telah memberikan peringatan dalam Surat Abasa ayat 24, "Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya." 
 
"Untuk sehat, kembali ke pola hidup Rasulullah Saw. Bagaimana cara dan adab beliau makan, bagaimana cara duduk beliau saat makan termasuk bagaimana cara mengambil makan itu diatur," tambah Uwais. 
 
Minum saja, lanjut Uwais, ada sejumlah adab yang harus dipatuhi supaya sehat. Diantaranya, duduk dan pegang dengan tangan kanan, air minumnya dilihat lalu membaca basmallah. Hendaknya juga meminum tiga kali dengan masing-masing ada juga bernafas. Kemudian membaca hamdalah. "Ada jeda nafas itu bisa meningkatkan kualitas air," tambahnya. 
 
Bukan hanya pola makan, dalam berobat pun Dokter Uwais menyarankan agar dilakukan dengan cara sunnah. Salah satu terapi kesehatan yang dilakukan oleh Dokter Uwais adalah Al-Fashdu. Terapi ini didasarkan pada hadits Rasulullah Saw dalam Sahih Bukhari, "Sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah hijamah dan fashdu." 
 
Praktik Terapi Fashdu oleh dr Uwais.
 
Al-Fashdu menurut bahasa Arab adalah menyayat yang dilakukan pada pembuluh vena atau istilah lainnya venasuction. Terapi ini dapat dilakukan di pembuluh vena yang ada di kepala, tangan, kaki, punggung, belakang telinga dan lidah. 
 
Saat sesi praktik, Dr Uwais mencoba terapi Al Fashdu ini pada lima orang peserta. Semuanya diterapi pada kakinya. 
 
Selain Dr Uwais, seminar kesehatan yang baru digelar oleh Departemen Tarbiyah JISc ini dihadiri oleh RM Alfian, M.Si seorang Herbal Medik lulusan Farmasi Pasca Sarjana Universitas Indonesia. 
 
red: shodiq ramadhan
0 Komentar