Kemenperin: Permintaan Produk Halal di Dunia Bakal Meningkat 6,9 Persen

Ilustrasi

 

Jakarta (SI Online) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengemukakan, permintaan produk halal dunia akan mengalami pertumbuhan sebesar 6,9 persen dalam enam tahun ke depan, yaitu dari USD1,1 trilliun pada 2013 menjadi USD 1,6 triliun pada 2018.
 
Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Syarif Hidayat mengemukakan, kawasan industri halal di Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan seiring dengan jumlah penduduk muslim yang mencapai 85,2% atau sebanyak 200 jiwa dari total penduduk 235 juta jiwa yang memeluk agama Islam.
 
Angka tersebut setara dengan jumlah muslim di enam negara Islam, yaitu Arab Saudi, Kuwait, Uni Emirat Arab, Qatar, Malaysia dan Turki. “Jadi, dapat dibayangkan, betapa besar jumlah produk baik makanan, minuman, obat-obatan, kosmetik dan produk lainnya yang beredar di masyarakat dan dikonsumsi sehari-hari,” ujarnya di Jakarta, Rabu (28/9/2016), seperti dikutip Sindonews.com. 
 
Saat ini, lanjut dia, Indonesia menempati posisi negara konsumen terbesar dari produk makanan halal dunia, yaitu sebesar USD197 miliar, diikuti Turki mencapai USD100 miliar. Selanjutnya, Indonesia juga menduduki peringkat ke-10 dalam industri dan pasar halal dunia, sedangkan Malaysia peringkat pertama.
 
Adapun untuk meningkatkan industri produk halal, diselenggarakan Indonesia International Halal Lifestyle Conference and Exhibition (IIHLEC) 2016 yang digelar Halal Lifestyle Center. Dalam event tersebut, Indonesia memperkenalkan kepada dunia mengenai produk-produk halal yang sudah dibuktikan dengan sertifikat.
 
Acara ini merupakan yang pertama kalinya diselenggarakan di Ciputra Artpreneur pada 6-8 Oktober 2016. Rencananya akan menjadi agenda rutin yang diadakan setiap tahun pada Oktober.
 
red: abu faza
 

 

Komentar

Belum ada komentar
Nama

Email


security image
Kode
Komentar