Bela Taat Pribadi, Marwah Daud Yakini Kemampuan Gurunya Datangkan Uang sebagai Karomah

Rabu, 28 September 2016 - 19:13 WIB | Dilihat : 6235
Bela Taat Pribadi, Marwah Daud Yakini Kemampuan Gurunya Datangkan Uang sebagai Karomah Taat Pribadi bersama Polisi (foto: tribunnews.com)

 

Surabaya (SI Online) - Ketua Yayasan Padepokan Kanjeng Taat Pribadi, Doktor Marwah Daud Ibrahim, mendatangi Markas Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur, Surabaya, Selasa malam (27/09/2016).
 
Marwah bermaksud menjenguk pengasuh yayasan tersebut, Taat Pribadi, yang ditahan karena terlibat kasus pembunuhan.
 
Mantan Ketua Presidium ICMI itu datang ke Polda Jatim didampingi sejumlah pengikut Kanjeng Dimas. Selain menjenguk, Marwah juga menyerahkan surat permohonan perlindungan hukum atas Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo. Padepokan itu kini dipasang police line dan dijaga ketat polisi.
 
Kepada wartawan, lulusan American University itu mengakui  dia salah satu pengikut Taat Pribadi atau Kanjeng Dimas. Karena itu, dia membantah opini berkembang bahwa maha gurunya itu mengajarkan paham yang sesat, seperti disampaikan Majelis Ulama Indonesia.
 
Marwah bahkan meyakini kemampuan Taat Pribadi mendatangkan uang adalah fakta. Menurutnya, kemampuan yang dimiliki Kanjeng Dimas itu sebagai karomah. 
 
"Itu anugerah dari Tuhan," ujar Marwah. Karena itu pulalah, kata dia, pengikut Taat Pribadi sangat banyak, ada 23 ribu orang dari seluruh Indonesia.
 
Atas keyakinannya itu, Marwah bersedia membuktikan Taat Pribadi betul-betul memiliki kemampuan menggandakan atau mendatangkan uang.
 
"Jika diizinkan melakukan ritual, kami akan datangkan uang di hadapan Presiden," ujar wanita yang pernah menjadi asisten peneliti Bank Dunia itu.
 
Ditanya soal kasus pembunuhan yang disangkakan Kepolisian kepada Taat Pribadi, Marwah tak bersedia menjawab. Dia menyerahkan sepenuhnya kasus itu kepada tim kuasa hukum. "(Soal kasus pembunuhan) kami serahkan ke kuasa hukum," ujar Marwah.
 
Menanggapi itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim, Kombes Pol RP Argo Yuwono, mengatakan, penyidik tidak akan terpengaruh dengan apa yang disampaikan Marwah. Penyidik akan mendalami terus kasus pembunuhan yang disangkakan kepada Taat Pribadi.
 
Argo juga mengaku heran kenapa figur seperti Marwah begitu yakin dan memperlakukan Taat Pribadi selayaknya orang suci. 
 
"Padahal MUI sudah mengeluarkan pernyataan bahwa padepokan tersangka menyimpang. Bukan saya yang bilang, tapi MUI," tegasnya.
 
Taat Pribadi atau Dimas Kanjeng ditangkap oleh petugas gabungan Polres Probolinggo dan Polda Jatim pada Kamis, 22 September 2016. Dia disangka mengotaki pembunuhan dua anak buahnya, Ismail Hidayat dan Abdul Gani. Penangkapan Dimas Kanjeng dikawal hampir seribu polisi.

 
Jin Ifritnya Kabur
 
Cerita menggelikan dialami penyidik saat proses penangkapan pemimpin Taat Pribadi, di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada  Kamis, 22 September 2016 lalu. Saat diminta mempraktikkan ilmu penggandaan uang, Taat mengaku pusing karena jin peliharaannya melarikan diri.
 
Cerita itu disampaikan petugas Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur yang ikut dalam penjemputan paksa Taat Pribadi dan dibawa dengan mobil baracuda ke Surabaya. Selama perjalanan dari Probolinggo ke Surabaya, petugas menanyakan banyak hal terkait penggandaan uang kepada Taat.
 
"Di dalam mobil saat dibawa ke Surabaya, kami tanya dia, bisa enggak menggandakan uang," kata AKBP Cecep Ibrahim, Kepala Sub Direktorat I Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jatim, di Markas Polda di Surabaya, Rabu (28/09/2016).
 
Saat itu, kata Cecep, Taat mengaku pusing dan tidak bisa fokus sehingga tidak bisa mempraktikkan kemampuannya menggandakan uang. Dia mengaku jin peliharaannya kabur saat penangkapan berlangsung. 
 
"Jinnya namanya Jin Ifrit. Dia kabur karena kena semprot gas air mata," katanya, menirukan ucapan Taat.
 
Sampai sekarang, Taat belum mau mempraktikkan kemampuannya menggandakan uang secara gaib. Tapi kepada wartawan Taat mengaku memiliki kemampuan itu. "Insya Allah bisa (menggandakan uang). (Caranya), ya, dengan ilmu," klaimnya. 
 
red: abu faza
sumber: VIVA.co.id
 
0 Komentar