Waspadai Pemurtadan Oleh Kristen, Syiah dan Ahmadiyah

Selasa, 27 September 2016 - 11:31 WIB | Dilihat : 2627
Waspadai Pemurtadan Oleh Kristen, Syiah dan Ahmadiyah Tabligh Akbar Selamatkan Umat Islam Jawa Barat dari Pemurtadan, di Masjid Istiqomah Jl. Citarum, Kota Bandung, Ahad (25/9/2016).

Bandung (SI Online) - Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Jawa Barat menggelar tabligh akbar “Selamatkan Umat Islam Jawa Barat dari Pemurtadan”, di Masjid Istiqomah Jl. Citarum, Kota Bandung, Ahad (25/9/2016).

Kegiatan itu menghadirkan tiga orang narasumber, Dr. Abdul Chair Ramadhan (Komisi Hukum dan Perundang-undangan MUI Pusat dan Anggota Dewan Pakar ANNAS Pusat), Bernard Abdul Jabbar (Sekjen Komisi Nasional Anti Pemurtadan/KNAP) dan Ustaz Muhammad Roinul Balad (Sekretaris DDII Jabar). 
 
Ustaz Muhammad Roinul Balad yang mendapat kesempatan pertama menyampaikan materi dengan tema “Konspirasi Kristen, Syiah dan Ahmadiyah di Jawa Barat”. 
 
Ustaz Roin mengatakan, saat ini ketiga kelompok tersebut sangat massif melakukan upaya pendangkalan akidah dan pemurtadan di Jawa Barat.
 
"Ahmadiyah dan Syiah boleh dikata kelompok yang berbahaya sebab mereka mengaku bagian dari Islam namun sejatinya akidah dan ajarannya jauh menyimpang dari Islam. Ini yang membuat kaum muslim sering tertipu,”jelasnya.
 
Ustaz  Roin menambahkan, Ahmadiyah saat ini menjadi ikon pemurtadan tersebut dengan menggalang kerjasama dengan kelompok-kelompok lain yang terhimpun dalam Forum Lintas Agama Deklarasi Sancang (FLADS). Forum inilah menurut Roin yang dipakai untuk melobby pemerintah atau pihak lain dalam menggalang dukungan sehingga seolah-olah bagian dari Islam.
 
“Dalam FLADS ini selain ada Syiah dan Ahmadiyah juga ada dari kalangan Kristen. Mereka ini sering mendatangi pemerintah atas nama kerukunan umat beragama. Perlu diingat setahun lalu Syiah berhasil menyelenggarakan Asyuro di lapangan Persib yang ijinnya oleh Walikota Bandung hanya lewat telepon. Padahal pihak Polda Jabar dan Polrestabes Bandung tidak mengizinkan,”jelasnya.
 
Untuk itu dirinya mengajak kaum muslimin agar tetap mewaspadai aktivitas FLADS tersebut sebab didalamnya ada oknum yang mengaku perwakilan dari ormas Islam. Namun setelah melakukan tabayyun oknum tersebut hanya sebagai pribadi.
 
 
Dr. Abdul Chair Ramadhan yang menyampaikan tausyiyah yang bertema “Syiah Ancaman Nyata NKRI” . 
 
Doktor lulusan Universitas Jenderal Soedirman ini mengungkapkan, Syiah yang dimaksud adalah Syiah yang bersumber dari Pemerintah Iran. Menurut Abdul Chair, saat ini Syiah yang berasal dari Iran merupakan ideologi trans nasinonal sebagai pendahuluan dalam menyebarkan ideologi transedental ke berbagai negara.
 
“Ideologi ini akan menjadi ideologi politik yakni dengan menetapkan ideologi imamah sebagaimana konstitusi yang dipakai pemerintah Iran saat ini. Siapa yang tidak percaya silakan baca UUD Pemerintah Iran atau datang ke tempat saya nanti saya tunjukan bukunya,”ujar anggota Dewan Pakar ANNAS ini.
 
Ustaz Abdul Chair menambahkan ideologi imamah tersebut akan menjadi dan dinilai sebagai ancaman bagi negara lain ketika telah di ekspor ke negara lain termasuk Indonesia. Ustadz Abdul Chair menjelaskan bahwa dalam ajaran Syiah menjadikan cacian kepada para sahabat bahkan istri Rasulullah Saw sebagai bagian dari ibadah. Bahkan hujan dan cacian tersebut bagian dari shalat dan doa mereka sehari-hari
 
“Hujatan dan cacian tersebut hanya pelaksanaan lanjutan saja sementara tindak pidana asal (pokok) adalah ideologi imamah tersebut. Ini nampaknya Pemerintah Indonesia tidak tahu atau tidak tegas, padahal ideologi Indonesia adalah Pancasila tapi ini ada kelompok membawa, menyebarkan bahkan ingin mengganti dengan ideologi imamah dibiarkan saja,” terangnya.
 
Menurutnya muslim Indonesia sangat potensial untuk menjadi Syiah dengan berbagai model penyusupan, misalnya dari aktivitas ekonomi, social, budaya bahkan politik sekalipun. Ia mencontohkan Negara Lebanon yang dulunya dipegang pemerintah Sunni berubah ke Syiah setelah mendapat pengaruh dan bantuan dari Iran.
 
Ustaz  Bernard Abdul Jabbar yang menyampaikan materi tentang “Upaya Kristenisasi di Jawa Barat”. Menurutnya Indonesia khususnya Jawa Barat ini sudah lama menjadi target pemurtadan yang dilakukan oleh pihah nasrani. Bahkan Indonesia menjadi target kedua di dunia dan menjadi target nomor satu di Asia Pasifik.
 
“Kalau target di Indonesia maka Jabar ini menjadi target nomer satu dan nomer duanya Sumatera Barat. Kristenisasi ini tidak bisa dihindarkan karena dalam Al-Quran khususnya Surat Al-Baqarah ayat 120 dan 217 , Allah Swt dengan jelas menyampaikan hal tersebut,” ujar matan penginjil tersebut.
 
Untuk itu dirinya mengajak agar tema pemurtadan tersebut jangan hanya dianggap sebagai isu atau kabar angin semata namun ummat Islam khususnya yang berada di Jawa Barat harus bergerak membendungnya. Ustadz Bernard juga menginformasikan bahwa saat ini missionaris juga telah masuk Garut khususnya wilayah yang kemarin terkena banjir bandang.
 
"Ini tidak boleh dibiarkan, kepedulian kita bersama harus diwujudkan dengan amal sholeh di lapangan. Jangan hanya bilang prihatin saja sementara kepedulian dengan harta, tenaga bahkan pikiran saja tidak kita berikan. Ayo kita bersama-sama melawan permurtadan ini,”ajaknya.
 
rep: suwandi
red: shodiq ramadhan
 
0 Komentar