Dewan Politik Yaman Siap Kerjasama dengan Rusia

Senin, 22 Agustus 2016 - 21:18 WIB | Dilihat : 1198
Dewan Politik Yaman Siap Kerjasama dengan Rusia Mantan Presiden Ali Abdullah Saleh bersekutu dengan Houthi, menawarkan akses Bandara dan Pelabuhan Yaman kepada Rusia

Sanaa (SI Online) - Dewan Politik yang baru terbentuk di ibu kota Yaman, Sanaa, menyatakan keinginannya untuk bekerja sama dengan Rusia dalam "memerangi terorisme." Dewan yang mendukung mantan presiden Ali Abdullah Saleh ini mengaku siap mengizinkan Moskow menggunakan pangkalan militer dan fasilitas lainnya di Yaman, demikian CNN memberitakan, Senin 22 Agustus

Saleh, mantan sekutu kontraterorisme Amerika Serikat yang digulingkan oleh aksi protes massa pada 2011, menyatakan kepada media Rusia 24 bahwa Yaman siap untuk memberikan akses udara dan pangkalan angkatan laut kepada Moskow.

"Dalam memerangi terorisme, kita menjangkau dan menawarkan semua fasilitas. Bandara kami, pelabuhan kami. Kami siap memberikan [akses] untuk Federasi Rusia," kata Saleh dalam sebuah wawancara di Sanaa, Minggu (21/8), seperti dikutip  Reuters.

Mantan orang terkuat di Yaman ini sebenarnya tak mampu memberikan penawaran semacam itu kepada Rusia, karena sejumlah wilayah Yaman lainnya masih dikuasai oleh Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi.

Meski demikian, sejumlah pejabat dari partai yang ia pimpin saat ini telah membentuk dewan politik 9Supreme Political Council)  yang menguasai sejumlah besar wilayah di Yaman, bersama dengan kelompok pemberontak Syiah Houthi yang didukung Iran.

Untuk pertama kalinya pada pekan lalu, Iran membiarkan jet Rusia lepas landas dari wilayahnya untuk mengebom kelompok bersenjata di Suriah.

Rusia merupakan salah satu negara yang mempertahankan kehadiran diplomatik di Yaman meski negara itu tengah dilanda pertempuran antara koalisi serangan udara yang dipimpin Arab Saudi dan Houthi selama 16 bulan terkahir. Pertempuran ini telah menewaskan lebih dari 6.500 orang dan berpotensi memicu bencana kelaparan di negara Arab termiskin ini.

Rusia merupakan negara yang menyatakan abstain dari resolusi Dewan Keamanan PBB tahun 2015 yang memberlakukan embargo senjata terhadap pemberontak Houthi.

Pada Sabtu (20/8), puluhan ribu warga Yaman berunjuk rasa di ibu kota untuk menunjukkan dukungan kepada pemberontak Houthi dan Saleh. Dewan Politik  (beranggotakan 10 orang)  yang baru terbentuk berjanji akan membentuk pemerintahan Yaman  dalam beberapa hari mendatang, sebagai tandingan dari pemerintahan Hadi.

Menanggapi unjuk rasa ini, duta besar dari blok negara G18, termasuk Rusia, meluncurkan pernyataan yang mengutuk "tindakan inkonstitusional dan unilateral di Sanaa." Blok negara G18 selama ini mendukung pembicaraan damai PBB untuk mengakhiri perang sipil di Yaman.

Red : msa
Sumber : cnn

0 Komentar