Syarikat Islam Indonesia Peringati 100 Tahun Zelfbestuur Indonesia

Presiden Lajnah Tanfiziyah Syarikat Islam Indonesia KH. Muflich Chalif Ibrahim dalam peringatan 100 tahun Zelfbestuur Indonesia di GOR Citra Arena Kota Bandung, Ahad (14/8/20160.

Bandung (SI Online) - Pengurus Besar Syarikat Islam Indonesia (PB SII) menggelar peringatan 100 tahun Zelfbestuur Indonesia di GOR Citra Arena Kota Bandung, Ahad (14/8/20160. Peringatan yang mengangkat tema "Hijrah Untuk Negeri"  ini dihadiri ribuan orang dari berbagai daerah di Indonesia.

Zelfbestuur Indonesia digagas HOS. Tjokroaminoto pada Kongres Central Syarikat Islam (CSI), 17 Juni 1916 di Bandung.
 
Presiden Lajnah Tanfiziyah Syarikat Islam Indonesia  KH. Muflich Chalif Ibrahim mengatakan, momentum peringatan 100 tahun Zelfbestuur Indonesia tersebut dirasa sangatlah tepat bila melihat kondisi Indonesia saat ini. Dimana kondisi Indonesia setelah kemerdekaan tak kunjung memperlihatkan arah perbaikan, kondisi negara sudah terlalu masif berada dalam kendali kekuatan di luar dirinya, sebutlah misalnya dalam bidang ekonomi, politik, teknologi sampai kebudayaan.
 
Menurutnya pidato politik oleh HOS. Tjokroaminoto bisa dianggap sebagai pembuka jalannya kemerdekaan dimana setelah pidato tersebut banyak rakyat Indonesia (Hindia Belanda) yang tersadarkan akan pentingnya membentuk pemerintahan sendiri yang bebas, merdeka dan berdaulat. Selain itu pidato tersebut juga menjadi alat pemersatu bangsa dalam berjuang memerdekakan bangsanya sendiri.
 
“Semangat inilah yang nampaknya dilupakan oleh bangsa Indonesia khususnya generasi mudanya. Untuk itu sangatlah tepat jika momentum 100 tahun ini kita jadikan tonggak awal kebangkitan bangsa Indonesia dalam segala bidang baik politik, ekonomi, sosial budaya dan beragama,” ajaknya.
 
Muflich juga menyampaikan salah salah semangat HOS Tjokroaminoto adalah lahirnya Piagam Jakarta sebagai karya besar bangsa Indonesia. Menurunya piagam tersebut lebih dulu ada sebelumnya lahirnya Piagam San Fransisco tentang HAM. Keberadaan Piagam Jakarta juga menjadi bukti perjuangan bangsa Indonesia khususnya yang dipelopori para ulama dalam mempersatukan kaum muslimin.
 
“Meski dalam perjalanannya ada saja pihak tidak suka sehingga menghapusnya namun hal itu tidak lantas semanngat Piagam Jakarta menjadi terhapus dari sejarah emas bangsa Indonesia. Kita tentu masih ingat pesan beliau yang sangat terkenal yakni 'Setinggi-tinggi ilmu, semurni-murni tauhid, sepintar-pintar siasat'. Pesan ini hendaknya jangan hanya kita jadikan pesan sejarah masa lalu tetapi mari kita implementasikan dalam kondisi kekinian,” katanya di hadapan ribuah warga Syarikat Islam. 
 
Muflich mengajak hadirin umumnya kaum muslimin dan rakyat Indonesia untuk kembali bangkit melawan segala bentuk penjajahan yang sampai saat ini masih membelenggu bangsa Indonesia baik dari sisi politik, ekonomi, social dan budaya.
 
Peringatan ini dihadiri Ketua DPR RI Ade Komarudin, pejabat Pemkot Bandung dan Jawa Barat serta tamu undangan yang merupakan perwakilan SII dari berbagai wilayah seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi hingga NTB.
 
rep: suwandi 
red: shodiq ramadhan
 

 

Komentar

Belum ada komentar
Nama

Email


security image
Kode
Komentar