Nabi Palsu Abdul Mujib Jual Tiket Surga Dua Juta Rupiah

Minggu, 07 Agustus 2016 - 09:54 WIB | Dilihat : 5437
Nabi Palsu Abdul Mujib Jual Tiket Surga Dua Juta Rupiah Padepokan Syekh Sangga Bintang Pratama di Kampung Waru, Desa Medalsari, Kecamatan Tegalwaru, Karawang, Jawa Barat yang dibakar warga.


Bandung (SI Online) - Abdul Mujib, pemimpin aliran sesat bernama Padepokan Syekh Sangga Bintang Pratama di Kampung Waru, Desa Medalsari, Kecamatan Tegalwaru, Karawang, Jawa Barat menjanjikan para pengikutnya bisa masuk surga hanya dengan membayar dua juta rupiah kepadanya. 
 
Selain memudahkan untuk masuk surga, para pengikuti padepokan ini juga memiliki syahadat sendiri. Mereka mengganti kata Muhammad dalam syahadat dengan kata Mujib, yang merupakan pemimpin aliran ini. 
 
Salah seorang warga setempat, Asep (26), mengatakan, Mujib sebelumnya sempat diusir warga karena telah mengaku sebagai nabi pada 2015 lalu. Tapi beberapa bulan kemudian, Mujib kembali ke Desa Melalsari, dengan membawa pengikutnya. 
 
Menurut Asep, dalam ajarannya, Mujib menyebutkan kalau melakukan salat di rumahnya sama dengan melakukan shalat di Masjid Nabawi. Disebutkan pula, air zam-zam telah pindah ke sumur pribadinya. 
 
"Warga merasa resah dengan adanya padepokan aliran sesat itu. Kemudian warga mengamuk dan akhirnya membakar rumah yang menjadi tempat ajaran sesat Mujib," kata dia.
 
Sebelumnya warga Desa Medalsari, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, sempat membakar padepokan milik Mujib. 
 
Kapolsek Pangkalan Kompol Agus Wahyudin, di Karawang, Jumat (05/08), membenarkan adanya aksi pembakaran padepokan Abdul Mujib yang dituduh menistakan agama, pada Kamis (04/8).
 
Atas kejadian tersebut, pihaknya menurunkan sejumlah petugas dan mengamankan Mujib dan sejumlah pengikutnya ke Kantor Urusan Agama (KUA) setempat.  Selanjutnya, polisi membawa Mujib dan pengikutnya itu ke Mapolres Karawang. 
 
Menyikapi hal ini, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengimbau agar warga tetap tenang. 
 
"Pasti (masyarakat harus tetap tenang), apa masyarakat resah enggak juga, tapi memang mencuat ke permukaan. Mungkin masyarakat di sekitarnya yang resah," katanya ketika dimintai tanggapannya soal nabi palsu penjual tiket ke surga, di Gedung Sate Bandung, Jumat (5/8/2016).
 
Aher menegaskan, agar warga tidak resah dan jika menemukan ajaran yang diduga sesat atau tidak sesuai dengan agama maka segera laporkan kepada MUI. "Saya katakan jangan resah kalau ada yang aneh-aneh di luar ajaran agama, itu sesuatu yang salah," ujarnya.
 
Dia meyakini, bahwa tidak ada ajaran agama mana pun di dunia ini yang nabinya bisa menjual tiket ke surga.
 
"Itu di ajaran agama ada enggak yang seperti itu. Enggak ada kan?. Kalau tidak ada kan gampang, jangankan MUI, kita saja bisa mengatakan mengatakan tidak benar," tambah Aher.
 
red: abu faza/dbs
 
0 Komentar