KH Abdul Rasyid Abdullah Syafiie: Indonesia Butuh Pemimpin Seperti Erdogan

Rabu, 27 Juli 2016 - 21:50 WIB | Dilihat : 16260
KH Abdul Rasyid Abdullah Syafiie: Indonesia Butuh Pemimpin Seperti Erdogan Pimpinan Perguruan As Syafiiyah KH Abdul Rasyid Abdullah Syafi'ie. (foto: suara islam)
Jakarta (SI Online) - Ulama kharismatik KH Abdul Rasyid Abdullah Syafi'ie mengungkapkan kekagumannya pada sosok Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang telah membawa perubahan yang lebih baik dari era sebelumnya.
 
"Saya melihat keberhasilan Erdogan membangun bangsanya itu luar biasa, khususnya menanamkan prinsip keagamaan. Kalau kita lihat yang beredar di media sosial itu banyak hikmah yang bisa diambil," ujar Kyai Rasyid kepada Suara Islam Online saat ditemui di kediamannya di Jakarta belum lama ini.
 
Pimpinan Perguruan Asy Syafiiyah itu mencontohkan, misalnya ketika Erdogan mengabulkan permintaan seorang anak yatim yang menginginkan sang Presiden mengambil raportnya. Dan ternyata dikabulkan dan datang dia. "Lalu ketika terlambat shalat jumat dia shalat di dekat pintu masjid, tidak didalam. Bacaan Alqurannya juga bagus. Jadi Erdogan punya prinsip agama yang kuat," katanya.
 
Lalu beredar kalimat-kalimat hikmah dari Erdogan, misalnya dikatakan: "Masjid adalah barak kami. Kubah masjid adalah topi baja kami. Menara masjid adalah bayonet kami. Orang-orang beriman adalah tentara kami", atau "Orang-orang bertanya tentang kesuksesan saya dalam menentaskan kota dari berbagai permasalahan. Maka saya katakan, Kami memiliki senjata yang kalian tidak miliki, senjata itu adalah keimanan. Kami memiliki akhlak Islam, teladan bagi umat manusia, Rasulullah Shallahu 'alaihiwasallam."
 
"Jadi luar biasa kalimat-kalimat tersebut. Pertanyaan bagi kita, punya gak Jokowi kalimat seperti itu? punya gak Menteri Agama? Menteri Agama malah punyanya "Orang yang berpuasa harus menghormati yang tidak berpuasa," sindir Kyai Rasyid.
 
Lalu beredar pula foto Erdogan bersama seorang ulama yang sedang memeluk dan mencium keningnya. "Coba ada gak pemimpin kita dibegitukan sama ulama? Belum ada kan, malah yang ada Said Aqil Siradj bawa Hary Tanoe ke pesantren-pesantren terus diciumin," ungkapnya.
 
Jadi, kata Kyai Rasyid, orang-orang yang rindu pada Islam di Turki senang dengan kehadiran Erdogan. "Karena itu saya punya keinginan, andaikata keadaan mengizinkan, saya berharap bagaimana caranya supaya ulama-ulama di Indonesia bisa bertemu dengan Erdogan. Ulama-ulama seperti Habib Rizieq, KH Cholil Ridwan dan lainnya pergi ke Turki bertemu Erdogan. Nanti bisa mengambil pelajaran dan semangatnya," katanya.
 
"Karena untuk kepemimpinan kedepan, Indonesia butuh sosok pemimpin seperti Erdogan," tandas Kyai Rasyid.
 
red: adhila
0 Komentar