Perbaiki Sistem Politik, Wahdah Islamiyah Usulkan Konsep Demokrasi Wasathiyah

Kamis, 21 Juli 2016 - 10:35 WIB | Dilihat : 1779
Perbaiki Sistem Politik, Wahdah Islamiyah Usulkan Konsep Demokrasi Wasathiyah Ketua Umum Wahdah Islamiyah KH M Zaitun Rasmin (kiri) memberikan cendera mata kepada Wapres Jusuf Kalla usai pembukaan Muktamar III Wahdah Islamiyah di Asrama Haji Pondok Gede, Selasa (19/07).

Jakarta (SI Online) - Perhelatan Muktamar III Wahdah Islamiyah di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta telah usai dan secara resmi ditutup pada Rabu petang (20/07). Ustaz Hm Zaitun Rasmin kembali terpilih untuk memimpin ormas Islam yang berbasis di Sulawesi Selatan itu. 

Salah satu rekomendasi untuk eksternal yang dihasilkan dalam muktamar ini adalah usulan perbaikan sistem politik. Wahdah Islamiyah mengusulkan konsep Demokrasi Wasathiyah. 
 
"Kita ingin memperbaiki sistem politik kita. Kita meluncuran Demokrasi Wasathiyah. Jalan tengah antara demokrasi terpimpin pada masa orde lama, demokrasi semu orde baru dan demokrasi liberal orde reformasi," ungkap Ketua Umum Wahdah Islamiyah KH M Zaitun  Rasmin saat berbincang dengan wartawan usai penutupan muktamar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu petang (20/07/2016).
 
Usulan konsep itu, kata Zaitun, dilatarbelakangi pemikiran bahwa demokrasi yang selama ini berkembang ternyata membawa penderitaan dan ketidakadilan bagi masyarakat. Karena itu pihaknya ingin menyampaikan konsep demokrasi wasathiyah. "Nanti bagaimana konsepnya kami akan sampaikan," tandasnya. 
 
"Kita susun Visi 2030 untuk bisa berkontribusi di seluruh wilayah Indonesia. Kalau bisa di 500 kabupaten atau kita. Paling tidak 80 persen. Jawa dan Sumatera prioritas dalam Visi 2030 ini," jelasnya. 
 
Muktamar III Wahdah Islamiyah berlangsung sejak 17-20 Juli 2016. Diikuti kurang lebih 2500 peserta dari seluruh Indonesia. Wapres HM Jusuf Kalla secara resmi membuka muktamar ini pada Selasa (19/07/2016), walaupun pembukaan secara besar-besaran telah dilakukan di Masjid Istiqlal Jakarta pada Ahad, 17 Juli 2016 lalu. 
 
red: shodiq ramadhan
0 Komentar