Hadiri Pemakaman Korban Kudeta, Erdogan tak Kuasa Menahan Tangis

Senin, 18 Juli 2016 - 20:19 WIB | Dilihat : 6438
Hadiri Pemakaman Korban Kudeta, Erdogan tak Kuasa Menahan Tangis Presiden Erdogan menangis saat menghadiri pemakaman korban kudeta.

Ankara (SI Online) - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyeka air matanya yang menetas ketika menghadiri pemakaman massal korban kudeta militer yang gagal. Pemakaman juga diwarnai pekikan takbir dan teriakan hukuman mati untuk Fethullah Gulen yang dituduh dalang kudeta.

Presiden Erdogan bersedih atas kematian temannya Erol Olcak dan anaknya yang berusia 16 tahun. Keduanya ditembak mati di jembatan Bosphorus saat protes melawan kudeta militer pada Jumat malam. pekan lalu
 
Selain Erol Olcak, İlhan Varank, saudara dari Kepala Pengawas Pemerintah Erdogan juga ikut dimakamkan. Dia adalah seorang profesor ilmu komputer yang ditembak mati militer Turki.
 
Ketika orang-orang yang menghadiri pemakaman massal bersedih, orang-orang beteriak; ”Fethullah akan datang dan membayar.”
 
Beberapa warga juga meneriakkan takbir; “Allahu Akbar”. Serta teriakan; “Kami ingin hukuman mati” yang ditujukan pada Fethullah Gulen.
 
Sementara itu, Erdogan berkomentar singkat kepada wartawan atas kemarahan rakyat Turki.”Dalam demokrasi, Anda tidak bisa mendorong keinginan masyarakat pada satu sisi,” katanya.
 
“Kami tidak (bisa) setelah balas dendam,” lanjut dia, seperti dikutip Daily Mail, Senin (18/7/2016).
 
 
 
Sebelumnya Erdogan juga turut menghadiri pemakaman korban tewas kudeta berdarah yang gagal. Ia bahkan ikut membantu membawa peti mati dan berbicara dengan kerabat korban yang tengah berduka.
 
Dalam video yang diunggah situs Telegraph, Ahad (17/7/2016), Erdogan tampak berbaur dengan ribuan pelayat yang turut serta dalam upacara pemakaman para korban kudeta berdarah tersebut. Erdogan mengantarkan peti jenazah hingga ke kereta jenazah.
 
Seperti diketahui, kudeta berdarah yang dilakukan sekelompok faksi di dalam tubuh militer Turki menewaskan 265 orang dan melukai 1.400 lainnya. Kudeta itu sendiri hanya berlangsung selama beberapa jam, sebelumnya akhirnya berhasil digagalkan.
 
red: abu faza
 
0 Komentar