Dengan Semangat Fatahillah, Selamatkan Jakarta dengan Gubernur Muslim

Selasa, 19 Juli 2016 - 17:15 WIB | Dilihat : 9090
Dengan Semangat Fatahillah, Selamatkan Jakarta dengan Gubernur Muslim KH Cholil Ridwan (kanan) bersama Ustaz Bachtiar Nasir dan KH Didin Hafidhuddin memberi sambutan dalam konferensi pers MPJ-GMJ di ruang Motik Masjid Agung Sunda Kelapa Jakarta (foto: suara islam)
Jakarta (SI Online) - Gerakan ulama yang tergabung dalam Majelis Pelayan Jakarta (MPJ) dan Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) secara bersama melakukan konferensi pers di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (19/7/2016). Sinerginya kedua forum ulama tersebut menyatukan gerakan untuk memenangkan Gubernur Muslim di DKI Jakarta.
 
"Kenapa konferensi pers di Sunda Kelapa, karena sejarahnya dahulu ketika gubernurnya non muslim dari penjajah Portugis lalu datanglah Fatahillah yang mengumpulkan pemuda di Cirebon kemudian dengan semangat jihad ia berhasil merebut Sunda Kelapa," ujar tokoh Majelis Tinggi GMJ KH Cholil Ridwan dalam sambutannya.
 
"Sunda Kelapa diganti menjadi Jayakarta, itu diambil dari Alquran 'Fathan Mubina' yaitu kemenangan yang nyata dan diterjemahkan menjadi Jayakarta, kemudian disingkat jadi Jakarta," tambahnya.
 
Sejarah itulah menjadi semangat untuk menyelamatkan dan mempertahankan Jakarta agar dipimpin seorang muslim, kata Kyai Cholil.
 
Namun kata dia, pemimpin yang dimaksud tidak hanya sekedar muslim, tetapi mukmin yang muttaqin. "Karena muslim belum tentu mukmin apalagi muttaqin, dahulu di zaman Nabi ada seseorang yang selalu ikut majelisnya Nabi, ia dekat Nabi, tapi ia adalah imamul munafiqin yaitu Abdullah bin Ubay. Secara lahiriyah dia bersatu tapi batiniyahnya ternyata membenci Islam," jelasnya.
 
Kata Kyai Cholil, siapapun muslim bahkan seorang Ustaz yang menyatakan tidak ada masalah pemimpin kafir, itulah contoh orang munafiqin. "Seharusnya membantu muslim disaat bertarung dengan orang kafir, tetapi munafiqin ini malah memilih kafir," tuturnya.
 
Oleh karena itu, ia berharap mudah-mudahan warga Jakarta masih banyak yang bukan hanya muslim tapi mukminin, karena dengan dasar keimanan insyaallah kita akan menang. "Namun jika sedikit, mukminin yang minoritas tapi dengan izin Allah juga bisa menang seperti sejarahnya ketika perang badar," tandasnya.
 
 
red: adhila
0 Komentar