Panglima TNI Titipkan Keutuhan NKRI pada Para Ulama

Senin, 18 Juli 2016 - 17:32 WIB | Dilihat : 8535
 Panglima TNI Titipkan Keutuhan NKRI pada Para Ulama Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menerima cenderamata dari Ketua Umum Wahdah islamiyah KH M Zaitun Rasmin, Senin (18/07/2016)

Jakarta (SI Online) - "TNI titipkan keutuhan NKRI pada para ulama", demikian dikatakan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat menyampaikan kuliah umum di hadapan peserta Muktamar III Wahdah Islamiyah, di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur, Senin (18/7/2016). 

“Ancaman bangsa saat ini luar biasa berat, oleh karena itu dibutuhkan kemanunggalan TNI, rakyat, ulama dan santri”, tegas Jenderal alumni AKABRI 1982 ini. 
 
Pada kesempatan itu, Jenderal Gatot juga menyatakan bahwa peran ulama dalam mengembalikan jati bangsa sangat strategis.
 
“Yang bisa kembalikan jati diri bangsa Indonesia adalah ulama”, lanjutnya di hadapan dua ribuan muktamirin yang berasal 131 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) WI Seluruh Indonesia. 
 
 
Bahkan ketika membahas tentang keamanan Gatot menyatakan, Indonesia harus aman, dan ini adalah tanggung jawab ulama.
 
Menurutnya kemanunggalan TNI, ulama, dan santri merupakan bagian dari sejarah  bangsa ini. Perlawanan arek-arek Suroboyo dalam Peristiwa 10 November 1945 merupakan salah satu bukti akan hal itu. 
 
KH. Hasyim Asy’ari mengeluarkan fatwa bahwa wajib mengangkat senjata untuk mempertahankan kemerdekaan. Bahkan yang memimpin serangan 10 November adalah seorang Kyai dari Jawa Barat, yaitu KH. Abbas bin Abdul Jamil. Awalnya penyerangan direncanakan tanggal 9 November, namun karena menunggu kedatangan Kyai Abbas yang datang dari Jawa Barat melalui Kereta, serangan baru dapat dilakukan sehari setelahnya, yakni 10 November. Fatwa Mbah Hasyim Asy’ari kemudian dikenal sebagai resolusi Jihad Hasyim Asy’ari. 
 
“Tanpa ada resolusi Jihad tak ada perlawanan heroik 10 September”, pungkasnya. 
 
Pernyataan panglima TNI tersebut direspon baik oleh Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Ustaz Muhammad  Zaitun Rasmin. “Semoga hal ini menjadi bekal bagi dai dan ulama seluruh Indonesia”, ujarnya. 
 
Wahdah Islamiyah sendiri telah menyatakan komitmen untuk menjaga keutuhan NKRI tercinta, sebagaimana tercermin tagline Mukatamar III, Sejuta Cinta untuk Indonesia. 
 
rep: syamsuddin
red: shodiq ramadhan
0 Komentar