Ramadhan Berlalu, Semangat Pelajari Alquran jangan Kendur

Kamis, 14 Juli 2016 - 07:39 WIB | Dilihat : 1049
Ramadhan Berlalu, Semangat Pelajari Alquran jangan Kendur Iustrasi santri sedang membaca Alquran
Di bulan Ramadhan, kita berlomba-lomba beramal shaleh. Semua ibadah kita tingkatkan, baik kualitas maupun kuantitasnya. Salah satunya adalah membaca Alquran. Kini Ramadhan telah berlalu, namun semangat membaca dan memahami Alquran tidak boleh berhenti.
 
Allah SWT berfirman:
 
كِتَـٰبٌ أَنزَلۡنَـٰهُ إِلَيۡكَ مُبَـٰرَكٌ۬ لِّيَدَّبَّرُوٓاْ ءَايَـٰتِهِۦ وَلِيَتَذَكَّرَ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَـٰبِ 
 
“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah, supaya mereka mentadabburi (memperhatikan) ayat-ayat-Nya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” [Shad : 29]
 
Dari shahabat Abu Umamah Al-Bahili radhiallahu ‘anhu : Saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
 
 اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِه 
 
“Bacalah oleh kalian Alquran. Karena ia (Alquran) akan datang pada Hari Kiamat kelak sebagai pemberi syafaat bagi orang-orang yang rajin membacanya.” [HR. Muslim 804]
 
Di hadits yang lain, syafaat dari Alquran akan memuliakan para pembacanya:
 
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ خَالِدٍ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْفَزَارِيُّ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ يَجِيءُ الْقُرْآنُ يَشْفَعُ لِصَاحِبِهِ يَقُولُ يَا رَبِّ لِكُلِّ عَامِلٍ عُمَالَةٌ مِنْ عَمَلِهِ وَإِنِّي كُنْتُ أَمْنَعُهُ اللَّذَّةَ وَالنَّوْمَ فَأَكْرِمْهُ فَيُقَالُ ابْسُطْ يَمِينَكَ فَتُمْلَأُ مِنْ رِضْوَانِ اللَّهِ ثُمَّ يُقَالُ ابْسُطْ شِمَالَكَ فَتُمْلَأُ مِنْ رِضْوَانِ اللَّهِ وَيُكْسَى كِسْوَةَ الْكَرَامَةِ 
وَيُحَلَّى بِحِلْيَةِ الْكَرَامَةِ وَيُلْبَسُ تَاجَ الْكَرَامَةِ
 
Telah menceritakan kepada kami Musa bin Khalid telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Muhammad Al Fazari dari Sufyan dari 'Ashim dari Mujahid dari Ibnu Umar ia berkata, "Alquran akan datang memberi syafaat kepada para pembacanya, ia berkata, 'Wahai Rabbku, setiap orang yang beramal akan memperoleh pahala dari amalannya, sesungguhnya aku telah menghalanginya dari kelezatan dan tidur, maka muliakanlah ia.' Lalu dikatakan, 'Ulurkan tangan kananmu.' Lalu tangannya dipenuhi dengan keridlaan Allah. Kemudian dikatakan lagi, 'Ulurkan tangan kirimu, ' lalu tangannya pun dipenuhi dengan keridlaan Allah, ia diselimuti dengan selimut kemuliaan, dihiasi dengan hiasan kemuliaan dan dipakaikan mahkota kemuliaan padanya." ( HR. Dharimi no 3178 )
 
Nasehat Ibnu Mas’ud  : “ Kalau penyakit itu yang menimpamu, maka bawalah hatimu mengunjungi 3 tempat, yaitu ke tempat orang-orang yang membaca Alquran, engkau baca Alquran atau engkau dengar baik-baik bacaannya. Atau engkau pergi ke majelis pengajian yang mengingatkan hati kepada Allah. Atau engkau mencari waktu dan tempat yang sunyi, disana engkau berkhalwat menyembah Allah, meminta dan memohon kepada Allah ketenangan jiwa, ketentraman pikiran dan kemurnian hati. Seandainya jiwamu belum juga terobati dengan cara ini, engkau minta kepada Allah agar diberi-Nya hati yang lain, sebab hati yang kamu pakai itu bukan lagi hatimu.”
 
Rasulullah SAW bersabda:
 
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
 
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar dan mengajarkan Alquran” (At-Tirmidzi dari Utsman bin Affan, hadits hasan shahih).
 
Dari hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda : “Barangsiapa yang mempelajari Kitabullah, kemudian mengamalkannya, maka Allah akan menunjukinya dari kesesatan, dan akan dipeliharanya pada hari kiamat dari siksa yang berat.”
 
Oleh karena itu, mari kita menjaga semangat membaca Alquran, memahami isi kandungannya, menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, dan memperjuangkannya agar bisa diberlakukan secara sempurna dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Insyaallah..
 
red: adhila
0 Komentar