Deklarasi Monas Menuju Indonesia Berkah

Sabtu, 18 Juni 2016 - 11:45 WIB | Dilihat : 6430
Deklarasi Monas Menuju Indonesia Berkah Apel Siaga Nasional bertajuk Tegakkan Tauhid, Tumpas dan Hancurkan PKI, Komunisme, dan Atheisme di Lapangan Monas, Jumat 3 Juni 2016.

 

KH M Al Khaththath
Sekjen FUI

Alhamdulillah, ba’da sholat Jumat (3/6/2016) di Istiqlal Jakarta, puluhan ribu massa dari berbagai ormas Islam yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI) dan massa Gerakan Bela Negara (GBN) dan berbagai ormas pendukungnya seperti FKPPI dan Pemuda Panca Marga mulai berbaris menyemut di pintu utama Masjid Istiqlal yang berhadapan dengan pintu Katedral mempersiapkan diri untuk melakukan Long March menuju istana melalui Monas untuk melakukan Apel Siaga Nasional bertajuk “Tegakkan Tauhid, Tumpas dan hancurkan PKI, Komunisme, dan Atheisme”. 
 
Tampak di mobil sound yang merupakan mobil komando pasukan Apel Siaga Nasional yang juga sekaligus acara Tarhib Ramadhan 1437H ini sejumlah jenderal purnawirawan PPAD, PPAU, PPAL dan PP Polri, seperti Ketua GBN Mayjen (Purn) Budi Sujana, Sekjen GBN Marsda (Purn.) Amirullah Amien, dan Mayjen (Purn) Songko Purnomo. Para purnawirawan jenderal itu mendampingi Korlap Apel Siaga Nasional Ustaz Bernard Abdul Jabbar dan Sekjen FUI KH. Muhammad al Khaththath yang memimpin aksi damai tersebut.  Barisan panjang menyatukan pergerakan umat Anti PKI. Tampak berkibar bendera-benderas di bawa massa seperti bendera tauhid Forum Umat Islam (FUI), bendera Gubernur Muslim Jakarta (GMJ), bendera FPI, Persis, Aisyiyah, Muhammadiyah, GARIS, GPI, dll dari berbagai ormas yang bergabung dalam aksi Apel Siaga Nasional siang itu.   
 
Setelah barisan berjalan lebih dari satu kilometer menyusuri depan Istiqlal menuju depan Kementerian Agama dan Kementerian Luar Negeri lalu belok kanan ke arah Stasiun Gambir ke kanan masuk ke pintu Monas dekat Stasiun gambir, menuju titik dekat Monas. Di situ Imam Besar DPP FPI Habib Rizieq bergabung dan memimpin pasukan. 
 
Setelah apel pengarahan oleh Ketua GBN dan Pembacaan ikrar oleh Sekjen FUI dan orasi oleh Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab pasukan menuju istana negara. Di pojokan luar monas di depan istana massa dikepung kawat berduri. Di situ hadir Ketua Panitia Simposium Anti PKI Letjen (purn.) Kiki Syahnakri dan mantan KSAL Laksamana (purn) Slamet Subianto. Keduanya berorasi. Selanjutnya Imam Besar FPI, Sekjen FUI, dan Ketua GBN, bersama sejumlah pimpinan ormas dan purnawirawan diterima Menkopolhukam Luhut Panjaitan di kantornya di Jalan Merdeka Barat (tidak jadi di Istana Presiden di jalan Merdeka Utara yang sebelumnya dijanjikan).
 
Sebagai Sekjen FUI yang bertugas mengawal ghirah perjuangan umat Islam di Jakarta saya merasakan bahwa momentum penting yang harus diperhatikan oleh kita semua adalah momentum bersatunya seluruh pimpinan ormas Islam dan ormas lainnya serta para purnawirawan jenderal yang hadir dalam Apel Siaga Nasional kemarin dalam kesatuan sikap dan kalimat dalam ikrar perjuangan tegakkan tauhid tumpas PKI.  
  
Di Monas inilah terjadi kebulatan tekad, pernyataan, atau deklarasi yang layak disebut “Deklarasi Monas” sebagai momentum bersejarah dimana para peserta aksi semuanya berikrar sebagai berikut: 
 
Dengan berserah diri kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan Yang Maha Kuasa, kami bangsa Indonesia berjanji:

Satu, bersedia akan berkorban untuk bangsa dan negara yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa yang terdapat dalam UUD 45, yakni Allah Yang Maha Kuasa.

Dua, bersedia untuk membangun NKRI dengan menyiapkan segala daya dan upaya bagi kemajuan NKRI dengan metode pembangunan sesuai ideologi Pancasila yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, Tuhan Yang Maha Kuasa.

Tiga, bersedia menumpas PKI, komunisme, atheisme, sekularisme, liberalisme, kapitalisme dan segala ideologi yang bertentangan dengan Pancasila yang berlandaskan Tuhan Yang Maha Esa.

Semoga Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan pertolongan kepada kami bangsa Indonesia untuk mewujudkan tekad dan cita-cita ini. 

Semoga Allah SWT bersaksi atas kebulatan tekad ini, pada hari ini, Jumat terakhir menjelang bulan Ramadhan, yang merupakan hari dan bulan bagi kemerdekaan bangsa Indonesia. Allahu Akbar.

Jakarta Tugu Monas, 3 Juni 2016

Atas nama bangsa Indonesia
Gerakan Bela Negara, Forum Umat Islam
 
Semoga ketiga poin “Deklarasi Monas” di atas menjadi kebulatan tekad bangsa Indonesia yang insyaallah melahirkan kesadaran baru bangsa Indonesia bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah negara kita yang berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Allah Yang Maha Kuasa. Implementasi dalam berbagai peraturan perundangan akan membuahkan keberkahan bagi bangsa dan Negara Indonesia sesuai janjinya dalam Al Quran (QS. Al A’raf ayat 96).
 
Kita yakin bahwa satu-satunya ideologi yang benar dan layak untuk mengatur kehidupan bangsa dan Negara Indonesia adalah ideologi yang meyakini keberadaan Allah Yang Maha Kuasa yang hokum-hukum-Nya wajib kita junjung tinggi. Kekeliruan besar bila Negara menggeser arah kebijakan pembangunannya kepada ideologi sekularisme liberalisme yang menolak ke-Maha-Kuasa-an Allah Tuhan yang Maha Esa. Dan kesalahan fatal bila Negara hendak membuka pintu bagi kembalinya ideology atheisme komunisme yang menolak keberadaan Tuhan Yang Maha Esa, apalagi kekuasaan-Nya. 
 
Oleh karena itu, satu tugas besar bangsa Indonesia yang percaya kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa dan Maha Kuasa adalah membersihkan seluruh anasir ideology sekularisme-liberalisme dan atheisme-komunisme dari seluruh sektor kehidupan.  Kita sudah berikrar, tinggal berjuang. Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar! 
1 Komentar