Tantangan Pemuda Muslim Hari Ini

Jumat, 13 Mei 2016 - 09:53 WIB | Dilihat : 2219
 Tantangan Pemuda Muslim Hari Ini Ilustrasi

 

Pepatah Arab mengatakan “syababul yaum rijalul ghadd” yang artinya pemuda di hari ini adalah tokoh di hari esok. Maksud dari ungkapan tersebut ialah seluruh pemuda yang ada pada hari ini, kelak akan menggantikan tokoh-tokoh yang ada saat ini dalam menjalankan aspek kehidupan. Baik atau buruknya masa depan suatu kaum ditentukan oleh usaha yang dilakukan oleh kaum pada waktu itu dan bagaimana kaum itu bertindak tidak akan pernah lepas dari apa yang mereka lakukan pada hari ini. Jika hari ini mereka memanfaatkan waktu mereka dengan baik maka insha Allah masa depan juga akan menjadi baik pula.
 
Dalam perjalanannya tentunya tidak mudah bagi pemuda Islam dalam mencapai kondisi tersebut. Tentunya akan banyak sekali tantangan-tantangan yang akan dijumpai apalagi di zaman seperti ini. Dan tak jarang pula hal-hal itu akan menyebabkan turunnya semangat bahkan hilangnya keimanan seorang muslim. Pada dasarnya ada dua faktor yang menyebabkan menurunnya kualitas iman seseorang. Dua hal tersebut berasal dari dalam diri orang tesebut serta berasal dari kondisi sosial budaya yang timbul dari masyarakat saat ini.
 
Faktor dari dalam diri seseorang meliputi:
 
Kuatnya seksualitas
Kuatnya seksualitas dapat mengarahkan seorang remaja muslim kepada zina, tentu saja hal ini dapat merusak kehidupan dan masa depan remaja. Dalam Alquran telah disebutkan dengan jelas bahwa Allah melarang hambanya mendekati perbuatan zina.

Kurang bangga terhadap Islam
Terkadang orang Islam itu sendiri kurang percaya diri dengan keislamannya. Banyak saudara-saudara kita yang mengikuti budaya orang-orang kafir hanya karena malu jika mereka tidak mengikuti trend tersebut mereka akan diberi label sebagai orang kuno, kurang keren atau sudah ketinggalan zaman. Mereka kurang menyadari bahwa label yang diberikan langsung oleh Allah itu lebih utama dibandingkan dengan label yang diberikan oleh orang-orang itu.

Kuatnya rasa ingin tahu
Dengan adanya era informasi ini, tentunya arus informasi yang ada di dunia ini akan mengalir dengan cepat. Kuatnya rasa ingin tahu selain memiliki dampak positif juga memiliki dampak negatif. Apabila hal ini tidak dikontrol dengan ilmu dan etika maka bisa saja pemuda terjerumus ke dalam hal-hal yang tidak diinginkan. Contoh yang paling sering dijumpai adalah rasa keingintahuan remaja membuat dirinya menonton film-film yang mengandung unsur pornografi, mencoba rokok bahkan narkoba serta terjerumus kedalam ideologi yang bertentangan dengan Islam.

Kurangnya ilmu pengetahuan
Kurangya ilmu pengetahuan dan pengalaman dalam memecahkan masalah dapat menyebabkan seorang remaja mengambil keputusan yang salah ketika dihadapkan dengan suatu permasalahan. Kebenaran terkadang disalahkan dan sebaliknya suatu kesalahan dapat dibenarkan.
 
Faktor kedua yang bersumber dari sosial budaya masyarakat industri ialah bergesernya nilai-nilai kebudayaan yang bernafaskan agama, berganti dengan nilai kebudayaan yang berpijak pada materi. Ditinjau dari aspek psikologi, kehidupan masyarakat saat ini cenderung memikat para pemuda, karena didalamnya terdapat kebebasan dalam melakukan segala hal. Idealisme agama bukan suatu yang menarik lagi. Hal ini membuat mereka hanya menjalankan agama dari sisi ritual saja dan itupun dikerjakan dengan cara yang asal-asalan. Padahal Islam itu bukan tentang ritual saja, terkadang mereka lupa bahwa menjadi seorang muslim juga memiliki tanggung jawab dalam membangun  peradaban masyarakat yang ada di sekitarnya. Hal ini sesuai dengan firman Allah pada surat Al-Baqarah bahwa Allah telah menjadikan manusia sebagai khalifah sehingga bertanggung jawab dengan keadaan yang ada di muka bumi ini.
 
Untuk menghadapi hambatan-hambatan tersebut, remaja muslim perlu memiliki kepekaan, kejelian dan kemauan keras untuk menentangnya. Dalam hal ini Allah telah berfirman dalam surat Ali Imran ayat 196-197:

“Janganlah kamu sekali-kali terperdaya oleh kebebasan orang-orang kafir yang bergerak di dalam negeri. Itu hanya kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka adalah jahannam dan jahannam itu adalah tempat yang paling buruk”.
 
Dari ayat tersebut dapat kita ambil dua poin penting yaitu tidak terperdaya oleh kebebasan orang kafir serta kesenangan yang terdapat dalam kebebasan itu hanyalah kesenangan yang sementara. Sebagai pemuda muslim tentunya kita harus sadar bahwa apa yang dikerjakan oleh orang kafir biarkan dikerjakan oleh mereka. Wa lanaa a’malunaa wa lakum a’malukum, bagi kami amal kami dan bagi mereka amal mereka. Dan tentunya kita harus selalu mengingat bahwa kesenangan yang ada di dunia ini hanyalah kesenangan yang bersifat sementara dan tidak sebanding dengan kesenangan yang didapatkan di surga kelak.
 

Aldi Baihaqi
Mahasiswa jurusan Sistem Informasi ITS Surabaya
0 Komentar