Inilah Pandangan Islam bagi Wanita yang Ingin Percantik Gigi

Minggu, 27 Maret 2016 - 03:04 WIB | Dilihat : 3466
Inilah Pandangan Islam bagi Wanita yang Ingin Percantik Gigi Ilustrasi: Wanita Menggunakan Behel
SI Online - Seiring dengan kemajuan teknologi dalam bidang kecantikan, mendorong juga kaum wanita untuk mencoba berbagai teknonolgi kecantikan tersebut. Salah satu yang banyak diminati kaum hawa saat ini adalah teknik mempercantik dan memperindah gigi. 
 
Dalam Islam, mengubah ciptaan Allah semata – mata demi terlihat cantik adalah haram hukumnya. Oleh karenya  terdapat beberapa ketentuan jika ingin melakukan perubahan terhadap gigi diantaranya :
 
1. Memasang gigi palsu
 
Seseorang yang berada dalam keadaan terluka atau kehilangan giginya, menyebabkan sulit untuk mengunyah dan menggigit makanan. Maka dalam hal ini ia diperbolehkan memasang gigi palsu. 
 
Rasulullah Saw bersabda; “Berobatlah wahai hamba Allah, karena sesungguhnya Allah tidak menciptakan penyakit melainkan telah menciptakan pula obatnya, kecuali satu penyakit yaitu tua. (HR.Ahmad, Abu Daud dan Tirmizi)
 
Terdapat dalam hadits, sebuah kisah yaitu kakek dari Arfajah bin As’Ad terluka pada hidungnya ketika perang,
“Bahwa hidung beliau  terkena senjata pada perang Al Qulam di zaman Jahiliyah, kemudian beliau tambal dengan perak, namun hidungnya malah membusuk, kemudian Nabi Saw memerintahkan untuk menggunakan tambal hidung dari emas.” (HR.Abu Daud & Tirmizi).
 
Namun ada sebagian orang yang memasang gigi palsu dari bahan emas. Dalam Islam hal ini tidak diperbolehkan, kecuali dalam keadaan yang sangat membutuhkan dan darurat. Semisal seseorang tersebut meninggal dunia dalam keadaan memasang gigi palsu emas, terdapat beberapa pendapat dalam pandangan hukum Islam itu sendiri. 
 
Beberapa pendapat mengatakan bahwa gigi palsu tersebut ikut dikuburkan bersama jenazahnya, maka hal itu merupakan perbuatan yang mubazir atau menyia-nyiakan rezeki Allah, karena emas itu bisa saja berguna untuk orang yang masih hidup. Sementara pendapat lain mengatakan, jika emas itu ikut dikubur maka nantinya akan mengundang kejahatan, maka lebih baik jika gigi emas itu dicabut..
 
2. Pemasangan kawat gigi atau behel
 
Dalam Islam memasang kawat gigi diperbolehkan, selama hal itu untuk menjaga kesehatan gigi sesorang atau untuk menghilangkan aib atau rasa malu seseorang karena giginya tidak rata atau tonggos, yang dengan itu ia menjadi bahan lelucon orang lain. 
 
Namun jika pemakaian kawat gigi hanya berdasarkan trend dan pamer semata, hal itu dilarang dalam Islam. 
 
Rasulullah Saw bersabda, Allah Swt berfirman:
“Sesungguhnya Aku menciptakan hamba-hamba-Ku dalam keadaan lurus, kemudian datanglah kepada mereka syetan-syetan yang menyesatkan agama mereka serta mengharamkan apa yang dihalalkan bagi mereka.” (HR.Muslim)
 
3.Mengikir Gigi
 
Islam memandang bahwa perbuatan ini adalah sia-sia dan terlarang jika tujuannya hanya untuk kecantikan semata. Lain halnya jika dilakukakan dengan tujuan pengobatan. 
 
Rasulullah SAW bersabda,
“Allah telah mengutuk orang-orang yang membuat tato dan orang yang minta dibuatkan tato, orang-orang yang mencabut bulu mata, orang yang minta dicabut bulu matanya dan orang yang merenggangkan gigi demi kecantikan yang mengubah ciptaan Allah.(HR.Muslim)
 
4. Memutihkan Gigi
Menjaga kebersihan gigi merupakan kebiasaan baik yang juga disunnahkan Rasulullah Saw. 
 
Rasulullah Saw bersabda, 
“Kalau saja tidak memberatkan umatku, ku suruh menggunakan siwak saat akan sholat.” 
(HR.Ahmad & Tirmizi). 
 
Anjuran untuk menggosok gigi sebelum dan sesudah bangun tidur telah dicontohkan Rasulullah 14 abad yang lalu. 
Dari Aisyah r.a beliau berkata “Rasulullah tidak tidur pada malam atau siang hari lalu beliau bangun kemudian bersiwak kemudian berwudhu.” (HR.Abu Dawud)
 
Rasulullah adalah sebaik-baik teladan manusia. Jika umat islam mengikuti sunah Rasulullah dalam membersihkan giginya, maka sesorang tidak perlu memutihkan giginya menggunakan bahan kimia. Sesungguhnya Allah telah menciptakan manusia dengan keadaan yang sempurna.
 
Mengubah pemberian Allah dengan berbagai macam cara medis, demi sebuah pembuktian kecantikan, sesungguhnya memiliki pengaruh negatif, diantaranya wanita akan menjadi pecandu dan sulit lepas dari metode kecantikan, membawa pada sifat riya’ dan sombong, bersifat mubazir, dan yang paling penting adalah tidak mensyukuri nikmat yang diberikan Allah Swt. 
 
Padahal Allah telah menciptakan manusia dengan anggota tubuh yang memiliki fungsinya masing-masing dan bermanfaat untuk menjalani hidup. Maka janganlah bersikap berlebih-lebihan yang membuat diri kita menjadi hamba yang tidak bersyukur. 

 Allah Swt berfirman ;

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah, Tetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah, itulah agama yang lurus tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS.AR Rum : 30)

(Yunita Nurwidiya)

1 Komentar