Jangan Sepelekan, Ini Manfaat Luar Biasa Sarapan

Ilustrasi: Menu Sarapan
SI Online - Sarapan terkadang menjadi aktivitas yang diabaikan oleh sebagian besar orang. Lebih banyak mengaku tidak terbiasa, maka sarapan seperti menjadi sesuatu yang tidak penting.
 
Padahal, sarapan memiliki banyak sekali manfaat bagi kesehatan. Efeknya yang luar biasa pun sangat berpengaruh untuk kelancaran aktivitas sepanjang hari. 
 
Berikut diantara manfaat sarapan yang tak akan dirasakan jika kita melewatkan aktivitas sarapan:
 
Menjaga Konsentrasi
 
Data organisasi pengentas kelaparan Australia, Foodbank, menunjukkan setidaknya anak-anak kehilangan dua jam waktu belajarnya sebab kurangnya konsentrasi akibat tidak sarapan.
 
Seseorang yang tidak sarapan, membuat asupan energi yang dibutuhkan oleh tubuh diambil dari cadangan glukosa dalam darah. Ini menyebabkan kadarnya akan menjadi berkurang yang kemudian mengakibatkan kesehatan dan keseimbangan tubuh terganggu.
 
Bantu Tubuh Membakar Kalori Lebih Banyak
 
Peneliti dari the University of Bath, Inggris mengamati perbandingan keseimbangan energi yang terjadi pada tubuh responden ketika mereka tidak sarapan. Hasil ini kemudian dibandingkan dengan mereka yang rutin sarapan.
 
Mereka yang melakukan sarapan mengalami dampak yang lebih kecil terhadap keinginan ngemil. Hasil lainnya menunjukkan bahwa mereka justru mengeluarkan lebih banyak energi, yakni sekitar 442 kalori. Mereka yang sarapan juga memiliki kontrol gula darah yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang tidak sarapan.
 
Dukung Tumbuh Kembang Optimal
 
Asupan yang bergizi di pagi hari dapat memenuhi 15-35 persen kebutuhan total energi per hari dan mendukung tumbuh kembang anak dengan optimal. Untuk itu perlu diperhatikan komponen-komponen yang harus tercukupi saat sarapan, antara lain karbohidrat yang berfungsi sebagai sumber energi, protein sebagai zat pembangun untuk pertumbuhan sel, serta buah dan sayur sebagai sumber vitamin dan mineral yang penting untuk proses metabolisme tubuh.
 
Terhindar dari Risiko Stroke
 
Menurut peneliti dari Osaka University yang mengamati 80.000 orang berusia 45-74 tahun, di mana para partisipan tidak memiliki riwayat penyakit jantung maupun kanker, partisipan yang dalam seminggu lupa sarapan sebanyak 5 kali mengalami peningkatan risiko perdarahan di otak. Dalam 13 tahun pengamatan, tercatat 3.772 partisipan mengalami stroke dan 870 lainnya mengalami serangan jantung.
 
Kesimpulan peneliti, sarapan 3 kali seminggu atau kurang bisa meningkatkan risiko perdarahan otak sebesar 36 persen.
 
Terhindar dari Peningkatan Gula Darah
 
Studi yang dilakukan Tel Aviv University menemukan ketika 22 pasien diabetes tipe 2 tak sarapan, peningkatan gula darah saat makan siang dan malam terjadi lebih tinggi dari biasanya.
 
Salah satu peneliti, Daniela Jakubowicz mengatakan, diduga bahwa ketika pengidap diabetes tak sarapan kemampuan tubuhnya mengolah gula darah berkurang. Ia mengaku terkejut setelah mengetahui metabolisme glukosa ini bisa jadi sangat terganggu.
 
Ini artinya upaya mengurangi gula saat makan siang dan malam tidak akan berpengaruh pada pengurangan kadar glukosa yang tinggi jika pasien juga melewatkan sarapan.
 
Kecuali sedang berpuasa, mulai sekarang biasakan sarapan sebelum beraktivitas. Agar manfaat demi manfaat di atas, dapat dirasakan maksimal oleh tubuh.
 

(Haifa HR) 

 

Komentar

Belum ada komentar
Nama

Email


security image
Kode
Komentar