Duuh, Indonesia LGBT Semakin Mengancam!

Minggu, 06 Maret 2016 - 08:27 WIB | Dilihat : 3967
 Duuh, Indonesia LGBT Semakin Mengancam! Aksi mahasiswa tolak LGBT

 

Sahabat, pasti kalian sudah tidak aneh dengan istilah LGBT. Belakangan ini, virus LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender) semakin menjadi. Isu LGBT ini menyeruak sejak masyarakat dihebohkan oleh perkawinan sejenis di bali beberapa bulan yang lalu. Virus LGBT mulai menyerang negeri ini sejak awal tahun 2000-an. Serbuan LGBT ini dilakukan secara akademik, politik, dan sosial.
 
Secara akademik penyebaran LGBT di antaranya berlindung di balik kajian akademik. Banyak organiasi LGBT bergerak dari atau di kampus-kampus menyerukan ide LGBT. Secara politik mereka melakukan gerakan politik berupa melakukan aksi di Bundaran Hotel Indonesia, berusaha mempengaruhi berbagai kebijakan politik dan bekerjasama dengan lembaga yang dapat mendukung mereka.
 
Secara sosial mereka mempropogandakan LGBT melalui organisasi peduli AIDS, aksi di lapangan, budaya, media massa, dan sebagainya. Tujuannya adalah untuk menyebarkan ide LGBT dan mengubah sikap masyarakat agar toleran dan menerima perilaku LGBT. Perilaku LGBT bukanlah karena faktor bawaan, keturunan, dan gen. menurut hasil penelitian Paul Cameran Ph.D, penyebab munculnya dorongan untuk berperilaku homoseksual adalah pernah disodomi waktu kecil. Penyebab lainnya adalah pengaruh lingkungan.
 
Penyebaran ide LGBT menggunakan dalih kebebasan dan HAM. Perilaku LGBT dibenarkan dengan relativitas kebenaran dan moral. Dari sudut pandang kebebasan dan HAM, pelaku LGBT hanya mengekspresikan orientasi seksual dan identitas gender yang jadi pilihannya sebagai bagian dari hak asasinya. Sehingga penentang perilaku LGBT kemudian dianggap sebagai pelanggaran HAM.
 
Ide kebebasan dan HAM yang mendasari dan digunakan sebagai pembenaran perilaku seks menyimpang (LGBT) adalah ide yang menyalahi dan bertentangan dengan Islam. Dalam Islam, pandangan dan perilaku manusia harus terikat dengan syariah Islam. Di sini Negara berkewajiban membina dan memupuk keimanan dan ketakwaan warganya. Dengan ketakwaan itu ide LGBT yang menyalahi ketentuan Islam bias dicegah dan diminimalisasi dari masyarakat.
 
Hubungan seksualitas yang dibenarkan dalam Islam hanya dalam ikatan pernikahan yang sah secara syar’i dan semua hubungan seksualitas di luar ikatan itu adalah ilegal dan menyimpang. Selain itu Rasulullah SAW. menjelaskan bahwa homoseksual adalah perilaku terlaknat. Islam menilai homoseksual sebagai dosa dan kejahatan besar. Islam menetapkan sanksi hukum yang berat terhadap pelaku dan pasangannya yaitu berupa hukuman mati, tentu selama itu dilakukan suka rela, bukan karena dipaksa. Dengan ketentuan Islam itu, masyarakat akan bisa dijaga dan bisa dijauhkan dari ide dan perilaku LGBT. Semua itu akan terwujud jika syariah Islam diterapakan secara menyeluruh dalam naungan Khialafah Rasyidah ‘ala minhaj an-nubuwwah.
 
Wallaaha’lam bi ash-shawaab. 
 
Yeni
Pengurus Asrama Putri, SMP HSG Khairu Ummah, Tanjungsari, Kab.Sumedang
0 Komentar