Inilah Langkah Mudah Ajari Anak Mandi Sendiri

Selasa, 01 Maret 2016 - 14:11 WIB | Dilihat : 2192
Inilah Langkah Mudah Ajari Anak Mandi Sendiri Ilustrasi: Anak mandi sendiri

SI Online - Mengajari anak mandi sendiri bukanlah tugas yang mudah. Oleh karenanya, sebaiknya kita mulai mengajarinya di saat anak sudah cukup mampu berkomunikasi dengan baik, tepatnya ketika mulai masuk TK atau berusia lima tahun ke atas. Di usia ini, kita sudah bisa mengajari anak tentang cara mandi yang bersih, bukan sekadar menyiram tubuh dengan air dan memakai sabun semaunya. 

Jangan sampai kebiasaan memandikan anak terus berlanjut hingga mereka berusia delapan tahun ke atas, sebab selain menjadikan anak sudah terlalu malas untuk mandi sendiri, juga di usia itu anak harus sudah tiba masanya mengerti batasan-batasan aurat.
 
Perlu diingat bahwa mengajari anak mandi sendiri harus dilakukan secara bertahap. Kita tidak bisa mengharapkan si kecil mandi dengan bersih hanya dengan mengajarinya satu atau dua kali saja. 
 
Setiap mandi, kita tetap harus mengawasi dan memberitahunya bagian-bagian mana yang belum bersih. Hal ini dilakukan hingga kita anggap si kecil sudah mampu mandi sendiri. Tapi, jika usia anak masih di bawah delapan tahun, sebaiknya sesekali tetap mengeceknya di kamar mandi untuk mengawasinya.
 
Tak dapat dipungkiri, proses mandi yang menyenangkan bersama orangtua atau pengasuh sering kali menggugah rasa keingintahuan anak. Tapi selain menyenangkan, aktivitas mandi termasuk dalam latihan kemandirian yang memiliki tingkat bahaya yang cukup tinggi. Hal tersebut mengingat aktivitasnya yang melibatkan banyak air, sabun, dan shampo yang bisa menyebabkan lingkungan sekitar anak menjadi basah dan licin. Oleh karena itu diperlukan langkah-langkah yang tepat untuk mengenalkan dan membiasakan proses mandi sendiri kepada anak-anak, diantaranya sebagai berikut:
 
1. Siapkan alat-alat yang diperlukan
 
Sebelum proses mandi dimulai, dekatkan semua alat yang akan anak perlukan selama proses mandi. Alat-alat tersebut mencakup: sikat gigi, pasta gigi, sabun, shampoo, dan handuk.
 
2. Latihan melepaskan pakaian
 
Mandi merupakan aktivitas kompleks. Mandi sesungguhnya terdiri dari beberapa aktivitas yang dapat berdiri sendiri, seperti aktivitas berpakaian dan menggosok gigi.
 
Setelah alat-alat mandi disiapkan maka selanjutnya anak difokuskan pada latihan melepas pakaian. Untuk usia pra-sekolah pakaian yang sebaiknya digunakan saat berlatih adalah jenis kaos dan celana rumahan. Hal itu akan memudahkan anak melewati proses melepas pakaian dan meningkatkan rasa kepercayaan dirinya atas keberhasilan yang ia capai.
 
3. Sikat gigi dengan sempurna
 
Sikat gigi dengan sempurna berarti menyikat gigi menggunakan sikat yang sesuai dengan usia anak, menggunakan pasta gigi anak, dan sikat menjangkau seluruh area gigi dan gusi. Contohkan dan lakukan secara rutin maka kelak anak dapat melakukan sikat gigi dengan sempurna secara mandiri dalam pengawasan orangtua.
 
4. Biasakan menyalakan air dan menghentikannya di level yang cukup
 
Setelah siap untuk mandi, anak dapat dibiasakan untuk menyalakan kran air. Kenalkan cara yang tepat dan juga batasan dimana anak sebaiknya menutup kran air.
 
5. Pandu dan awasi anak bershampoo dan bersabun
 
Bershampo dan bersabun merupakan dua aktivitas yang sebaiknya tidak dilakukan anak secara mandiri tanpa pengawasan orangtua hingga anak setidaknya berusia 6 tahun. Peringatan ini berkaitan dengan tingkat bahaya yang mungkin terjadi dari aktivitas tersebut.
 
Walaupun ada batasan usia, tidak berarti anak-anak kita yang berada di usia pra-sekolah tidak dapat berlatih bershampoo dan bersabun sendiri. Ajarkan mereka cara menekan botol untuk mengeluarkan shampo / sabun dari tube, jelaskan serta pantau cara anak mengoleskan dan menggosok rambut / badannya, dan bantu anak membilas busa yang melekat di tubuhnya hingga bersih / tidak licin.
 
Setelah semua rangkaian selesai, selanjutnya orangtua bisa mengecek tingkat kebersihan hasil latihan mandi anak dan kemudian mengeringkan badan anak dengan handuk.
 
Tidak terlalu sulit bukan. Hanya perlu kesabaran ekstra bagi para oang tua dalam mentraining anak-anak untuk bisa mandi secara mandiri. Kesabaran dan tahapan-tahapan tersebut tak hanya berlaku untuk melatih anak-anak mandi, tapi juga hal-hal lain seperti adab makan, adab tidur, dan sebagainya. 
 
Jangan lupa, ajarkan dan ingatkan anak-anak untuk selalu berdoa sebelum dan sesudah melakukan berbagai aktivitas sehari-hari.
 
(Haifa HR)
0 Komentar