Orangtua, Inilah Cara Jitu Pagari Anak dari Pengaruh LGBT

Rabu, 24 Februari 2016 - 07:54 WIB | Dilihat : 2654
Orangtua, Inilah Cara Jitu Pagari Anak dari Pengaruh LGBT Ilustrasi: Ibu dengan Anak Laki-laki dan Perempuan
SI Online - Maraknya propaganda lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) membuat resah para orangtua. Pasalnya, tak hanya kepada orang dewasa, mereka juga mengampanyekan hubungan sesama jenis kepada anak-anak.
 
Tentu saja hal ini sangat menakutkan bagi orangtua. Selain merupakan ancaman yang menjadikan seseorang tumbuh dengan orientasi seksual menyimpang, perilaku tersebut juga sangat keras larangannya dalam Islam.
 
Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat para laki-laki yang menyerupai wanita dan para wanita yang menyerupai laki-laki.” (HR. Bukhari)
 
Kampanye LGBT di Indonesia sendiri menggunakan beragam cara, termasuk yang paling masif adalah melalui siaran atau tontonan di layar kaca. Tentu saja, karena kampanye perilaku yang dilaknat itu disinyalir mendapat gelontoran dana cukup besar dari pihak asing.
 
Oleh karena itu, orang tua tentu tak bisa tinggal diam. Harus dilakukan upaya sungguh-sungguh untuk memagari anak dari pengaruh LGBT.
 
Sejak dini, setidaknya ada beberapa hal yang harus dilakukan orang tua terhadap anak, agar saat tiba masanya mereka dewasa, anak akan terhindar sejauh-jauhnya dari pengaruh LGBT, diantaranya:
 
Beri nama sesuai jenis kelamin.
 
Beri nama anak atau panggilan yang sesuai dengan jenis kelaminnya. Agar anak secara nyata mengenal bahwa dirinya adalah laki-laki atau perempuan.
 
Berikan pakaian yang khas sesuai dengan jenis kelaminnya. 
 
Beri pakaian anak laki-laki yang tidak menyerupai anak perempuan, pun sebaliknya. Lebih bagus lagi jika memiliki anak perempuan, orang tua sudah membiasakan mereka agar mengenakan busana muslimah, terutama jika ke luar rumah.
 
Berikan mainan yang khas sesuai jenis kelamin. 
 
Penting memberikan mainan yang berbeda antara anak perempuan dan laki-laki. Hal itu untuk menegaskan jatidiri mereka. Contohnya, anak laki-laki bermain mobil-mobilan sedangkan anak perempuan bermain boneka. Tentu ada permainan yang bisa dilakukan keduanya. Namun, ada permainan - permainan yang secara budaya dikenal sebagai permainan anak laki-laki dan perempuan.
 
Didik anak sesuai fitrah sejak lahir.
 
Mendidik anak laki laki dan perempuan sesuai dengan sifat- sifatnya yang secara fitrah dibawa sejak lahir sangat penting dilakukan. Sebab hal itu yang akan mengakar dalam akhlaq dan perilaku anak hingga mereka dewasa.
 
Kenalkan perbedaan peran laki-laki dan perempuan. 
 
Hal ini bisa dimulai dengan memberi contoh pada anak tentang bagaima peran ibu dan ayah. Bahwa anak laki-laki nanti akan menjadi Ayah, dan perempuan akan menjadi ibu.
 
Selain upaya-upaya di atas, sangat penting juga bagi para orangtua untuk menjelaskan apa itu LGBT kepada anak, sebelum anak tahu melalui pemahaman yang salah dari orang yang bersangkutan. Selanjutnya, nyatakan sikap tegas bahwa keluarga menentang hubungan sesama jenis yang  dilanjutkan dengan memberi pemahaman bahwa Islam mengharamkan LGBT. 
 
Jelaskan juga tentang hukum zina, serta bagaimana Rasulullah Saw melaknat orang yang berperilaku kebanci-bancian atau sebaliknya, berperilaku tomboy. 
 
Terakhir, ada yang tak kalah penting dan paling prinsip yang harus dilakukan orangtua dalam  upaya memagari anak dari pengaruh LGBT, yakni bagaimana Ayah dan Ibu bisa menjalankan perannya sebaik mungkin hingga anak tidak kehilangan figur Ayah dan Ibu.
 
Semoga Allah memudahkan upaya kita, para orangtua dalam menjaga dan menjauhkan anak-anak dari pengaruh buruk LGBT. Jangan lupa untuk senantiasa berdoa memohon kepada Allah perlindungan serta penjagaan bagi buah hati tercinta. Sebab hanya Allah sebaik-baik pelindung dan penjaga, serta sebaik-baik pemberi pertolongan.
 
(Haifa HR)

 

0 Komentar