JPRMI Tolak Terorisme dan Radikalisme

Senin, 15 Februari 2016 - 22:12 WIB | Dilihat : 1391
 JPRMI Tolak Terorisme dan Radikalisme Aksi karnaval JPRMI.

 

Bandung (SI Online) - Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (JPRMI) menolak tuduhan sebagian kalangan yang menuduh masjid sebagai akar radikalisme. 
 
Sekretaris Jendral JPRMI, Juni Supriyanto mengatakan, sebagai lembaga resmi kepemudaan berbasis masjid, JPRMI menolak dikaitkannya masjid dengan aksi terorisme.
 
Menurut Juni, masjid adalah adalah tempat ibadah, organisasi resmi, legal dan terbuka untuk umum. Sebaliknya organisasi teroris tidak mungkin melegalkan dirinya atau bahkan membuka diri baik pergerakan maupun cara rekrutmen anggotanya. 
 
"Kegiatan terorisme selalu dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan tidak mungkin secara terang-terangan. Sementara kegiatan di masjid selalu terbuka bahkan sering diumumkan. Dari sini saja udah kelihatan beda" jelas Juni di Bandung, Ahad (14/02). 
 
Namun begitu Juni tidak menampik jika ada kemungkinan orang yang sekilas terlihat datang ke masjid kemudian menjadi pelaku aksi radikalisme.  "Masjid ini kan sifatnya terbuka, siapa saja boleh masuk. jadi tidak bisa menutup kemungkinan kalo ada oknum pribadi yang terlibat aksi radikalisme," ungkap Juni.
 
menambahkan jangan sampai karena satu dua orang oknum, kemudian menggeneralisir bahwa masjid sebagai tempat kumpul pendukung radikalisme. 
 
"Menurut prediksi kami, penyusupan oknum-oknum tersebut bisa terjadi diberbagai segmen, bukan hanya di masjid," pungkasnya.
 
red: abu faza
1 Komentar