Cara Jitu Cegah Anak Merengek Saat Minta Jajan

Minggu, 07 Februari 2016 - 11:00 WIB | Dilihat : 2937
Cara Jitu Cegah Anak Merengek Saat Minta Jajan Ilustrasi: Anak Merengek
SI Online - Hampir semua orang tua, khususnya Ibu pasti pernah mengalami situasi dimana anak merengek bahkan menangis meminta jajan saat diajak berbelanja, baik di pasar maupun di supermarket. Ketika hal itu terjadi, terkadang kita merasa resah,  terlebih jika tangisan atau rengekan anak semakin menjadi-jadi.
 
Akhirnya, dilema pun melanda..Ingin dituruti, namun khawatir anak akan mengonsumsi jajanan tidak sehat. Atau hal lain yang mungkin sering terjadi adalah, saat pergi berbelanja dengan kondisi membawa anggaran yang pas-pasan. Dalam situasi seperti ini, biasanya orangtua akan memilih memarahi anak atau akhirnya menyerah dan mengikuti kemauan sang buah hati.
 
Memang, anggapan anak boleh jajan atau tidak masing-masing tergantung oleh kesepakatan serta tradisi para orangtuanya, tentunya diluar masalah keuangan dan menghemat pengeluaran. Namun, membolehkan anak jajan makanan sehat juga bukanlah hal yang salah. 
 
Hanya, yang menjadi persoalan ialah perlunya mendidik buah hati agar tidak kecanduan jajan dan jika jajan mampu memilah makanan sehat. Nah, ketika dua hal tersebut diberlakukan, terkadang ada pertentangan dari anak yang berujung pada rengekan serta tangisan.
 
Agar kedua hal tersebut tidak terjadi, ada baiknya para orang tua mengupayakan hal-hal di bawah ini sebelum pergi ke pasar atau pusat perbelanjaan dengan mengajak serta buah hati.
 
Buat perjanjian sebelum pergi berbelanja
 
Hai ini tentu disesuaikan dengan tingkatan usia. Usia pra-sekolah tentu harus dengan penanganan yang berbeda pra-remaja memiliki karakteristik penanganan yang berbeda. Usia pra-sekolah umumnya lebih sulit untuk dibujuk dan akan bereaksi lebih ekstrem ke dengan usia pra-remaja yang biasanya lebih pengertian.
 
Jelaskan tujuan kepergian berbelanja ke pasar atau supermarket, lalu ajak anak menyusun daftar makanan yang ingin ia beli. Jika anak sudah menyepakati jumlah dan jenis jajanan yang ingin dibeli yang disesuaikan dengan persyaratan dari orangtua, peringatkan anak untuk patuh dan tidak boleh merengek saat sudah berada disana.
 
Kita mungkin akan mengalami situasi dimana anak berubah pikiran dengan mengganti atau menambah jenis jajanan yang diinginkannya. Jika itu terjadi, jelaskan dengan lembut dan baik-baik pada anak soal komitmen semula. Cara ini ampuh mengajarkan anak untuk menepati janji dan bernegosiasi.
 
Pergi berbelanja saat anak sudah merasa kenyang setelah makan
 
Pergi ke supermarket saat anak sudah merasa kenyang setelah makan terbukti menurunkan mood anak membeli jajanan makanan ringan. Saat anak hendak makan, upayakan untuk tidak memberi tahu anak terlebih dahulu jika ingin mengajaknya berbelanja, sehingga anak akan melahap makanan utamanya sebagaimana  biasanya.
 
Buat daftar prioritas pembelian jajanan
 
Daftar prioritas yang dibuat dan disepakati oleh anak akan mendorong anak mengetahui mana jajanan yang ia sukai dan telah disetujui oleh orangtua terkait dampak kesehatannya. Jangan lupa memberi tahu anak anggaran uang yang kita miliki sebelum berangkat. Dengan harapan agar anak memahami dan mulai belajar menghitung jumlah jajanan sesuai kondisi keuangan orangtua.
 
Jangan langsung menuju koridor tempat jajanan
 
Hal ini Ini sangat efektif dilakukan, terlebih jika kita sering menjadwalkan momen berbelanja bersama anak di akhir atau awal bulan. Libatkan anak untuk membantu kita mengambil kebutuhan sembako atau keperluan rumah tangga lainnya sebelum menuju koridor jajanan atau makanan. Dengan demikian, biasanya semangat anak untuk jajan atau mengambil berbagai jenis makanan akan berkurang seiring energinya yang menurun setelah beberapa saat berkeliling pasar atau supermarket bersama kita.
 

(Haifa HR) 

0 Komentar