Yuk, Buat Anak Betah Bermain di Rumah

Sabtu, 30 Januari 2016 - 21:13 WIB | Dilihat : 2802
Yuk, Buat Anak Betah Bermain di Rumah Ilustrasi: Anak Bermain di Rumah
SI Online - Sebagian besar orang tua terkadang khawatir mendapati anaknya bermain di luar rumah. Dari kekhawatiran akan pengaruh lingkungan yang kurang baik, hingga khawatir pada hal-hal buruk yang ditakutkan menimpa buah hati, semisal dibawa orang tak dikenal alias diculik. Na’udzubillahi min dzalik.
 
Inginnya orang tua, sepulang sekolah anak bermain di dalam rumah saja, kecuali keluar untuk les atau mengaji. Tapi apa daya, anak-anak terkadang lebih senang bermain di luar rumah bersama teman-temannya. Entah bermain sepeda, atau hal apapun yang diangapnya mengasyikkan.
 
Sebenarnya ada banyak sekali faktor yang menyebabkan anak tidak betah berada di rumah. Bisa dari kesibukan belajar yang monoton, rumah yang tidak nyaman, sosok orangtua atau anggota keluarga yang cuek, karakter anak yang lebih suka bermain di luar atau kondisi rumah yang tidak kondusif dan sebagainya.
 
Namun, biar bagaimana pun, bermain di rumah bagi usia balita dan anak-anak  akan lebih aman dan terjamin keselamatannya. Selain itu, bermain di rumah juga membuat orangtua memiliki kesempatan lebih untuk mengawasi dan mencegah terjadinya hal-hal buruk yang tidak diinginkan daripada bermain di luar rumah.
 
Lalu, bagaimana agar anak betah bermain di dalam rumah? Berikut cara yang bisa diupayakan agar anak betah bermain di rumah, khususnya untuk kelompok balita dan anak-anak:
 
Temani anak saat bermain di rumah
Salah satu sebab anak cenderung tidak betah bermain di rumah adalah karena ia merasa kesepian saat bermain. Di usia menginjak 4 sampai 6 tahun, buah hati umumnya sudah mulai menyadari bahwa ia butuh teman bermain. Jangan sampai anak merasa tidak diperhatikan atau direspon ketika sedang bermain. Kini, kebanyakan orangtua sengaja membiarkan anak bermain agar bisa fokus dengan rutinitasnya sendiri.
 
Jika kedua orangtua sama-sama bekerja, beri pengertian pada pengasuh atau anggota keluarga yang lain untuk senantiasa mendampingi anak saat bermain. Cara ini bisa  orangtua  lakukan saat akhir pekan tiba.
 
Ajak teman seusianya untuk bermain di rumah
Mengajak teman sebayanya di sekitar rumah untuk bermain di rumah juga dapat melancarkan upaya agar anak betah bermain di rumah. Tetap berikan pengawasan saat anak dan temannya bermain di rumah demi keamanan. Jangan lupa, terapkan batas waktu bermain untuk melatih anak disiplin terhadap waktu.
 
Sediakan jajanan kesukaan di rumah
Diantara indikasi mengapa anak tidak betah bermain di rumah adalah karena ia tidak leluasa jajan ketika berada di rumah. Terlebih, di usia balita hingga 8 tahun, anak sudah mulai mengenal camilan atau makanan ringan yang banyak dijual di pasaran.
 
Jika khawatir anak mengonsumsi makanan yang tidak sehat. Tak ada salahnya menyediakan camilan bergizi atau bernutrisi yang kita pilih atau buat sendiri di rumah. Taruh jajanan atau camilan anak pada satu wadah atau tempat yang aman dan diketahui anak.
 
Penuhi kebutuhan bermain anak seoptimal mungkin
Kita memang tidak perlu menghadirkan ragam permainan canggih berteknologi layaknya di game pusat perbelanjaan. Tapi, tidak dapat dipungkiri, salah satu penyebab anak tidak betah bermain di rumah adalah karena sedikitnya atau bahkan hampir tidak adanya mainan yang ia miliki. Kita bisa secara perlahan membantu mengajarkan anak melengkapi permainannya. Tidak perlu yang terlalu mahal, yang penting anak mempunyai variasi pilihan permainan yang seru dan kreatif seperti untuk ketangkasan otak, melatih sensor motorik sekaligus membuat anak merasa terhibur dan senang. 
 
Tak ada salahnya meminta anak sedikit demi sedikit mengumpulkan uang jajannya untuk membeli mainan. Selain mengajarkan menabung, anak juga terlatih untuk mendapatkan sesuatu bukan dengan cara instan.
 
Biarkan anak bermain di ruang mana pun ia suka
Jangan terlalu membatasi anak hanya boleh bermain di halaman rumahatau di kamarnya saja. Ini akan membuat anak merasa terkekang sehingga tak bebas merasakan suasana rumah yang ramah dan nyaman untuk dijadikan lahan bermain.
 
Sebagai contoh, kita berikan keleluasan ruang bermain seperti di ruang keluarga, ruang kamar tidur, ruang belajar, ruang kerja atau ruang tamu, halaman serta beranda rumah. Jangan lupa mempersilakan anak membawa mainannya di ruang yang diinginkannya tersebut. 
 
Semoga cara-cara di atas dapat memudahkan upaya menjadikan si kecil betah bermain di dalam rumah, hingga meminimalisir resiko apapun jika ia bermain di luar. Namun, penting diingat bahwa kelompok usia balita hingga anak-anak juga membutuhkan interaksi dengan lingkungan sekitar seperti dengan tetangga seusianya. Tujuannya, agar anak dapat mengenal serta mampu bersosialisasi  lebih baik dengan lingkungan sekitar. Tentunya hal ini perlu pendampingan dan pengawasan dari kita, para orang tua.
 
(Haifa HR) 
0 Komentar