Ini Solusi Jitu Atasi Temper Tantrum pada Anak

Selasa, 26 Januari 2016 - 00:08 WIB | Dilihat : 1699
Ini Solusi Jitu Atasi Temper Tantrum pada Anak Ilustrasi: Anak yang Mengalami Temper Tantrum

SI Online - Ada diantara orang tua dibuat kebingungan dan senewen ketika harus menghadapi anak  yang sedang mengalami masalah temper tantrum. Yakni dimana sikap seorang anak yang tidak mampu mengontrol emosinya saat ia sedang marah, untuk mendapatkan sesuatu yang ia inginkan, ditunjukan dengan  cara menangis meraung-raung, meronta-ronta  tanpa mengenal situasi dan kondisi. 

Mungkin ada sebagian orang tua belum memahami apa yang dimaksud dengan temper tantrum. Menurut ahli psikologi, perilaku temper tantrum adalah suatu ledakan emosi yang kuat sekali, disertai rasa amarah, menangis, menjerit-jerit, serta menghentakkan kedua kaki dan tangan pada lantai atau tanah, serta serangan agresif disertai perilaku menendang atau memukul. 
 
Perilaku temper tantrum sering dikatakan sebagai perilaku berlebihan yang ditunjukan seorang anak ketika keinginannya tidak dapat dipenuhi.
 
Dalam ilmu psikologi temper tantrum merupakan perilaku yang wajar terjadi pada anak usia dua sampai empat tahun, namun ada sebagian orang tua yang masih harus menghadapi sifat temper tantrum anak hingga  usia lima sampai enam tahun. 
 
Secara umum faktor penyebab anak mengalami temper tantrum adalah kesulitan yang dialami seorang anak untuk mengungkapkan keinginannya secara verbal, sehingga ia memilih bersikap explosive atau meledak-ledak. 
 
Anak yang menunjukan temper tantrum berarti sedang menunjukan kemarahannya. Hal ini dilakukan karena mereka tidak mampu menjelaskan perasaan dan keinginannya melalui kata-kata. Sehingga membuat sang anak kesal, marah atau frustasi. Selain itu, ada beberapa hal yang dapat memicu anak mengalami temper tantrum yaitu perasaan letih, lapar, kondisi tubuh tidak fit, serta pola asuh orang tua yang terbiasa memanjakan anaknya. 
 
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan orang tua jika anak sedang mengalami temper tantrum, diantaranya yaitu, 
 
1. Orang tua diharapkan bersikap tenang atau tidak panik dalam menghadapi anak yang temper tantrum.
2. Mencari tahu penyebab anak menjadi temper tantrum
3. Mengalihkan perhatian anak pada hal seru yang ia sukai
4. Pastikan lingkungan sekeliling anak aman saat ia mengekspresikan kemarahannya dengan menangis atau berguling-guling di lantai
5. Jangan menganggap lucu atau menertawakan anak yang sedang mengalami temper tantrum 
6. Orang tua jangan mudah luluh atau menyerah terhadap keinginan anak, untuk memberi pemahaman bahwa tidak semua keinginannya harus dipenuhi dengan menangis sebagai senjatanya .
 
Setelah tantrumnya reda, berikan pelukan hangat kepada anak dan berilah pemahaman kepada dia mengenai sikap yang baik ketika mengungkapkan sesuatu yang menjadi keinginan mereka. 
 
Pada dasarnya tidak ada anak yang nakal. Mereka hanya butuh dimengerti dan diarahkan pada hal yang baik dan benar. Semoga sebagai orang tua kita mampu bersikap bijak dalam menyikapi setiap perilaku anak, terutama ketika mereka mengalami masalah temper  tantrum. 
 
(Yunita Nurwidiya) 
0 Komentar