Top

Wahai Istri, Jaga Suamimu dari Wanita Tipe Ini

Kamis, 21 Januari 2016 - 02:36 WIB | Dilihat : 7373
Wahai Istri, Jaga Suamimu dari Wanita Tipe Ini Ilustrasi: Komitmen antar-Suami Istri Penyelamat Rumah Tangga
SI Online - Islam mengajarkan baik kepada laki-laki maupun perempuan untuk menjaga diri dalam berhubungan dengan lawan jenis. Baik bagi yang belum menikah, terlebih bagi yang sudah berumah tangga, hukum syariat terkait bagaimana interaksi terhadap lawan jenis tetap sama.
 
Dalam hadits, Rasulullah Saw tegas sekali melarang laki-laki dan perempuan yang bukan mahram berdua-duaan,
 
“Janganlah seorang laki-laki itu berkhalwat (menyendiri) dengan seorang wanita kecuali ada mahram yang menyertai wanita tersebut.” (HR. Bukhari & Muslim)
 
Dalam hadits lain Rasulullah Saw bersabda,
 
“Ingatlah, bahwa tidaklah seorang laki-laki itu berkhalwat dengan seorang wanita kecuali yang ketiganya adalah setan.” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi dan Al-Hakim. Al-Hakim kemudian menyatakan bahwa hadist ini shahih berdasarkan syarat Al-Bukhari dan Muslim. Pendapat ini disepakati pula oleh Adz-Dzahabi).
 
Tak hanya berdua-duaan. Islam juga melarang bercampur baurnya antara laki-laki dan perempuan, dengan kata lain berikhtilat. Dalam kitab At Thuruqul Hukmiyyah, Imam Ibnul Qayyim berkata, 
 
”Ikhtilat antara para laki-laki dan perempuan, adalah sebab terjadinya banyak perbuatan keji (katsratul fawahisy) dan merajalelanya zina (intisyar az zina).”
 
Akan tetapi, tuntutan kehidupan bersosial terkadang membuat batasan-batasan tersebut menjadi terabaikan, sadar atau tidak sadar. Suami yang bekerja atau beraktivitas dalam lingkungan pergaulan yang luas, bisa jadi akan banyak melakukan interaksi dengan lawan jenis. Tak mengapa jika interaksi yang dibangun sebatas urusan pekerjaan maupun hal-hal yang diperbolehkan agama, dengan batasan syariat yang tetap dijaga tentunya.
 
Namun, suka tidak suka, akibat dari itu akan melahirkan ujian dan godaan, terutama dalam kaitannya dalam hubungan dengan lawan jenis. 
 
Tentu kita sebagai istri harus selalu berbaik sangka, bahwa amat banyak wanita baik-baik dan sangat menjaga diri yang menjadi rekan kerja suami. Tapi bisa jadi, ada diantara rekan kerja suami yang kurang mampu menjaga diri ketika melakukan interaksi dengan laki-laki. 
 
Tak cukup suami yang sekuat tenaga menjaga dan mengendalikan diri, namun istri juga harus jeli menilai, bagaimana wanita yang berpotensi menggoda lawan jenis melalui perilakunya yang kasat mata. 
 
Nah, para istri  kenali ciri-ciri wanita penggoda seperti di bawah ini dan ingatkan suami agar tidak terlalu membuka diri dalam berinteraksi dengan mereka.
 
Kelewat Agresif
 
Merupakan fitrah wanita untuk bersikap santun dan cenderung pasif dalam arti positif. Sehingga, menjadi agak kontradiktif dan patut diwaspadai jika seorang  wanita terlalu ekspresif dan tidak dapat mengendalikan diri. 
 
Dengan kata lain, ia sering kali bersikap over acting dan sangat agresif bila di dekat pria. Perilaku mereka sangat memancing pria memperhatikan dirinya.
 
Memiliki Tingkat Empati Rendah
 
Usia matang tidak menjamin kedewasan seseorang dalam mengontrol emosi. Meski sudah dewasa, type wanita ini bisa sangat mudah mengikuti hawa nafsu. Wanita yang berupaya menggoda suami orang memiliki kadar empati rendah terhadap perasaan sesama wanita.
 
Tidak Memiliki Bekal Agama yang Kuat
 
Bukan bermaksud mencari tau terkait privacy orang lain, tapi perlu bagi para istri mengetahui latar belakang kehidupan wanita-wanita yang memiliki hubungan dengan suami, dalam urusan pekerjaan maupun yang lainnya. 
 
Sisi pergaulan dan lingkungan hidup dapat berpengaruh terhadap perilakunya. Bila ia berada di lingkungan yang tidak memegang norma atau jauh dari nilai-nilai agama, sangat mudah baginya melakukan hal sesuai keinginan. Termasuk berperilaku yang berpotensi menggoda lawan jenis.
 
Bagaimana Jika Sudah Terjadi?
 
Sebagaimana langit tak selalu cerah. Begitu juga perjalanan rumah tangga yang pasti akan menemukan ujiannya, termasuk jika suami ternyata harus 'kalah' dan tergoda dengan wanita lain.
 
Tak perlu depresi, tak perlu emosi. Selagi iman dan Islam masih menjadi pondasi bangunan rumah tangga, segala permasalahan pasti dapat diatasi.
 
Lalu, apa yang harus dilakukan para istri jika suami yang sudah mati-matian menjaga diri tetap tergoda juga pada wanita yang memang berpotensi menggoda?
 
Benahi Komunikasi
 
Percayalah, hal itu terjadi bukan karena suami tak lagi cinta. Ia hanya terkalahkan oleh kuatnya godaan atau terlalu agresifnya sang penggoda. Dengan kata lain, suami hanya sedang khilaf. Yang mana hal tersebut bisa segera dituntaskan dengan penyelesaian yang tepat. 
 
Caranya, buat hubungan lebih kuat dengan komunikasi yang lebih intensif dengan suami. Namun ingat, jangan juga menjadi posesif. Setidaknya dengan komunikasi yang baik, istri tahu apa yang akan suami lakukan dan selalu bisa mengingatkan suami bahwa pengawasan Allah ada dalam tiap gerak langkah. 
 
Ingatkan ia tentang komitmen pernikahan dan dan jangan sungkan atau malu-malu untuk ungkapkan bahwa kita sebagai istri sangat mencintainya dan ingin mempertahankan pernikahan hingga berakhir di surga. Oleh karenanya, betapa sayangnya bila visi pernikahan yang begitu tinggi harus berakhir karena adanya orang ketiga.
 
Abaikan Pihak Ketiga
 
Biarkan pihak ketiga tetap ada di luar lingkaran antara kita dan suami. Seberapa pun kita merasa kesal, jangan pernah berpikir untuk menyambangi apalagi menyerang si pihak ketiga untuk membicarakan permasalahan. 
 
Teruslah fokus pada suami sendiri. Dan abaikan orang ketiga yang menjadi ancaman bagi rumah tangga. Mendapati kita yang acuh dan justru berupaya mengembalikan hati suami seutuhnya, membuat pihak ketiga merasa capek sendiri dan bukan mustahil, ia kan mundur teratur.
 
Konsultasi pada Orang yang Dipercaya
 
Jika kita merasa tidak mampu menyelesaikan persoalan, sebaiknya segerakan bertemu dengan orang yang kita percaya. Bisa jadi keluarga, bisa juga ustaz atau ustazah yang yang akan membantu memberi solusi sesuai dengan tuntunan syariat. Tak hanya itu, nasehat orang yang dituakan atau dihormati, biasanya lebih ‘manjur’ menyadarkan seseorang, dalam hal ini suami.
 
Doa
 
Doa adalah senjata bagi orang beriman. Doa adalah kekuatan dalam tiap langkah kehidupan kita, termasuk ketika menghadapi berbagai persoalan. Sebab, ketika segenap daya dan upaya kita menemui kehampaan, hanya pertolongan Allah saja yang menyelamatkan kita dari keputus asaan. Terus berdoa, sebab hanya Allah yang dapat membolak balikkan hati, tak terkecuali hati suami yang tengah goyah. 
 
Jadi, bagi para istri yang mengalami ujian seperti tersebut di atas, jangan menyerah. Terus berdoa dan tetaplah dengan optimisme tinggi akan datangnya pertolongan Allah bagi keselamatan rumah tangga kita, baik di dunia maupun di akhirat.
 

(Haifa HR) 

0 Komentar