Rizal Ramli Bilang Mereka Peng-Peng

JK bersama Aksa Mahmud dan Erwin Aksa


Setelah ribut-ribut Freeport meredup, terungkap nama Wapres Jusuf Kalla pun ada di sana.
 
Ribut-ribut PT Freeport McMoran, tambang tembaga dan emas dengan cadangan emas terbesar di dunia itu, sudah meredup. Korbannya jelas adalah tokoh Golkar Setya Novanto. Novanto bukan saja babak-belur oleh pemberitaan media massa karena dituduh menjual nama Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla untuk memperoleh saham di Freeport, jabatannya sebagai Ketua DPR-RI pun terlepas. Ia kini hanya menjadi Ketua Fraksi Golkar DPR-RI, menggantikan Ade Komarudin yang diplot Golkar menggantikannya selaku Ketua DPR-RI.
 
Ada yang mencurigai motif tertentu di balik ribut-ribut Freeport, perusahaan modal asing dari Amerika Serikat yang beroperasi di tanah Papua sejak awal Orde Baru dulu. Misalnya, Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Beni Pramula menenggarai ada keterlibatan internal Istana di balik kisruh itu. “Semua elemen rakyat harus turun, karena UUD dan UU harus ditegakkan,” kata Beni dalam siaran persnya Desember lalu.
 
Kecurigaan Beni itu karena dia mencium adanya lobi-lobi yang dilancarkan kalangan Istana untuk memperpanjang kontrak Freeport di Indonesia yang sesungguhnya berdasar undang-undang yang ada sudah tak dimungkinkan. "Ini bukan soal kisruh Menteri ESDM Sudirman Said lawan Setya Novanto saja, yang penting untuk dilihat adalah persekongkolan Istana dengan Jim Bob yang melanggar UUD dan UU Minerba yang harus diusut tuntas," kata Beni. Jim Bob yang biasa dikenal dengan nama James Moffett itu adalah salah satu petinggi PT Freeport yang tiba-tiba saja memasuki masa pensiun, menyusul ribut-ribut PT Freeport.
 
 "Makanya," kata Beni, "publik jangan sampai terkecoh dengan sandiwara Freeport ini." Singkatnya, Beni menuding orang-orang Freeport sedang ‘’bermain’’ untuk memperpanjang napas perusahaan itu di Papua yang sudah jelas tak dimungkinkan oleh undang-undang.. Kalau mereka masih terus berusaha tak aneh, karena seperti diungkapkan Menko Maritim dan Sumberdaya Mineral Rizal Ramli, cadangan emas di lahan PT Freeport itu jumlahnya sangat besar.
 
Tampaknya yang dimaksud dengan Istana dalam isu ini adalah keterlibatan sanak-saudara Wakil Presiden Jusuf Kalla di PT Freeport. Misalnya Aksa Mahmud, adik ipar kandung Yusuf Kalla, dan Erwin Aksa, putra Aksa Mahmud.
 
Aksa Mahmud, pengusaha pemilik pabrik semen di Sulawesi Selatan, dan  putranya Ewrin Aksa belakangan ini dikabarkan memiliki 40 persen saham di salah satu perusahaan yang terlibat dalam pengerjaan proyek smelter yang lagi dibangun PT Freeport.
 
Bila informasi itu benar, maka gampang ditebak proyek itu bisa diperoleh keluarga Jusuf Kalla itu tentu karena posisi Wakil Presiden yang ada pada Jusuf Kalla. Maka sekarang bisa bertambah jelas, mengapa ketika kasus Ketua DPR Setya Novanto meledak di PT Freeport, Wakil Presiden Jusuf Kalla menjadi pejabat tinggi yang suaranya paling garang menyerang Novanto. Padahal Novanto dan Kalla sesama orang Golkar.
 
Sekarang beredar pula kabar bahwa sebelum pertemuan Novanto dengan Presiden Direktur Freeport Makroef Sjamsoeddin yang jadi sumber keributan tadi, Aksa Mahmud dan Erwin Aksa telah bertemu dengan bos PT Freeport-McMoran, James R. Moffet alias Jim Bob, tokoh yang jauh lebih penting dan menentukan di Freeport, dibanding Makroef Sjamsoeddin yang ditemui Setya Novanto di Jakarta.
 
KATA JK, ‘’APA YANG SALAH?’’
 
Pertemuan keluarga Jusuf Kalla ini tentu saja menimbulkan perdebatan di publik. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah tak mau berkomentar tentang pertemuan itu. Fahri lebih memilih mendukung dibentuknya Pansus (Panitia Khusus) Freeport oleh DPR, agar semua kecurigaan menjadi terang-benderang.
 
"Itukan rahasia mereka, saya enggak mau buka, biar saja Pansus yang membuka, biar kronologi perpanjangan kontrak Freeport itu betul-betul kita baca secara detil, sehingga sikap kita ke depan akan mendatangkan banyak manfaat," kata Fahri di Jakarta, Desember lalu.
 
Selain itu bagi Fahri, momentum ini ingin dimanfaatkan agar pengelolaan tambang emas, batu bara dan lainnya dilakukan serta dikelola sendiri oleh Indonesia. Dengan demikian, keuntungan yang dihasilkan langsung dapat dirasakan rakyat Indonesia.
 
"Kita harus sampai kepada kesepakatan nasional untuk jadikan tahun 2016 sebagai tahun menguasai kembali tambang-tambang besar yang menguasai hajat hidup orang banyak, termasuk yang paling dekat adalah Freeport," kata Fahri yang ingin kontrak Freeport tak diperpanjang saat berakhir pada tahun 2022.
 
Sementara itu Wakil Presiden Jusuf Kalla kepada wartawan mengakui pertemuan keluarganya dengan bos Freeport Jim Bob. Namun dia menegaskan, pertemuan itu murni urusan bisnis, tak seperti yang dilakukan Setya Novanto, pengusaha minyak Riza Chalid, dengan Presiden Direktur Freeport Makroef Sjamsoeddin.
 
JK mengaku terkejut, pertemuan ipar dan keponakannya itu diseret-seret dan menjadi persoalan. "Mana urusan saya itu, bukan urusan saya itu tanya semua kau bikin apa, ndak. Itu kan urusan dia terserah. Dagang ya dagang. Daripada orang China yang jadi kontraktor contohnya, kalau pun ada ya, saya tidak tahu. Apa salahnya pengusaha nasional, pribumi kerja di daerah cari proyek yang bagus, apa salahnya saya tanya dulu ke kalian," kata Jusuf Kalla.
 
"Masa kasih Jepang lagi, China lagi, kalaupun ada apa salahnya? Kenapa yang ngomong itu suka begitu? Mau meruntuhkan pengusaha nasional pribumi tujuannya? Jangan begitu donk berpikir itu. Gila itu berpikir begitu. Orang ada pengusaha yang mau maju, dibilangin dihalang-halangin. Apa urusannya. Kalian pribumi, Tidak boleh kerja di daerahnya, Anda mau kerja di mana? Siapa yang kasih pekerjaan di dunia ini kalau bukan para pengusaha? Bukan mereka-mereka yang suka ngomong itu yang kasih kerja orang, tapi para pengusaha ini. Jangan selalu anti-pengusaha. Apalagi pengusaha daerah pribumi lagi. Suka dimacam-macamin. Kita lawan semua yang berpikir begitu," pungkasnya
 
"Itu hanya pertemuan pengusaha dengan pengusaha. Persoalannya itu  mereka punya tiga pabrik semen, dan dia jual semen ke sana.. Apa urusannya? Apa yang salah coba?" ucap JK. Tampaknya Wakil Presiden ini perlu diberi tahu bahwa di Indonesia in banyak pengusaha yang memiliki pabrik semen. Sayangnya mereka tak bisa dapat proyek di Freeport sana. Kenapa? Satu hal yang pasti: mereka bukan kerabat Wakil Presiden.
 
Entah berkaitan dengan ini atau tidak, tapi Menteri Rizal Ramli kemudian mengeritik penguasa yang merangkap jadi pengusaha. Itulah yang disebutnya dengan ejekan ‘’peng’’-‘’peng’’. Penguasa merangkap jadi pengusaha. Jadi penguasa, menurutnya terpuji. Jadi pengusaha juga terpuji. Tapi kalau penguasa jadi pengusaha, itu namanya “Peng... Peng...’’
 
[AMRAN NASUTION]

 

Komentar

07.01.201609:36
daeng ucu
menjadi PENG-PENG inilah target hari tanoe sudibjo dengan kekuatan mnc media groupnya dan partai perindonya, peng-peng aseng !!
Nama

Email


security image
Kode
Komentar