Heboh Didatangi Jokowi untuk Tahun Baruan, Seperti Ini Pesona Kepulauan Raja Ampat

Selasa, 05 Januari 2016 - 06:56 WIB | Dilihat : 3082
Heboh Didatangi Jokowi untuk Tahun Baruan, Seperti Ini Pesona Kepulauan Raja Ampat Kepualauan Raja Ampat

SI Online – Siapa yang tidak tahu Raja Ampat. Destinasi wisata kebanggaan Indonesia ini namanya telah mendunia karena keindahannya. Ketenaran Raja Ampat sebagai salah satu destinasi perjalanan paling menarik telah didokumentasikan dalam film dokumenter yang berjudul “Edis Paradise 3″ dengan pemutaran perdananya di Swiss. 

Film dokumenter yang dibuat oleh Avant Premiere ini mengangkat keindahan alam bawah laut Raja Ampat di Papua yang disebut sebagai Amazon Lautan Dunia. Julukan ini disandang karena posisi Raja Ampat tersebut berada di pusat segitiga karang dunia.
 
Objek Wisata yang terdapat di wilayah kabupaten Raja Ampat, provinsi Papua Barat ini belakangan ramai menjadi perbincangan, khususnya di media sosial. Pasalnya, orang nomor satu di Indonesia pun memilih tempat eksotis ini untuk menghabiskan akhir tahun dan mengawali tahun yang baru. Ya, Jokowi memilih menikmati matahari pagi pertama tahun 2016 di kepulauan Raja Ampat. 
 
Kepulauan Raja Ampat memiliki potensi wisata alam yang sangat luar biasa. Tempat wisata di Papua Barat ini sangat terkenal dengan wisata bawah lautnya yang merupakan salah satu tempat menyelam terbaik di dunia karena kelengkapan dan keragaman flora dan fauna bawah lautnya.
 
 
Pesona Bawah Laut Raja Ampat 
 
Berdasarkan hasil penelitian, Kepulauan Raja Ampat mempunyai 75% dari seluruh spesies karang di dunia, jumlahnya sekitar 10 kali lipat jumlah jenis karang yang pernah ditemukan di seluruh Karibia. Tidak ada tempat lain di dunia yang mempunyai jumlah spesies karang sebanyak itu dalam 1 lokasi yang terbilang kecil. 
 
Disini kita pun bisa menemukan sekitar 540 jenis karang dan 1.511 spesies ikan. Kita juga akan menemukan 27 species ikan langka yang hanya ada di sini. Selain itu juga terdapat 5 species penyu laut langka, 13 species hewan mamalia laut, dan 57 species udang mantis. Jadi bisa dibayangkan keunikan yang dimiliki oleh destinasi wisata ini.
 
Pesona pemandangan laut yang elok, yang bisa dilihat baik itu dari bawah dan atas laut akan menghipnotis kita. Untuk itu sebaiknya kita tidak melewatkan momen berharga pada waktu berkunjung kesana. Kondisi ini ini didukung oleh struktur tanah yang endemik, kekayaan biota laut serta kebudayaan dan kearifan penduduk lokalnya. Adapun kegiatan yang dapat kita lakukan di sini adalah sebagai berikut :
 
1. Menjelajahi pulau Raja Ampat dengan menggunakan perahu.
2. Melakukan permainan kayak.
3. Menyelam untuk menyaksikan sisa-sisa reruntuhan kapal di bawah laut.
4. Menikmati indahnya pulau-pulau karang (karst) di sekitar Pulau Wayag.
5. Mengunjungi burung cenderawasih merah khas Papua Barat.
6. Memancing secara tradisional Papua.
7. Memberi makan kuskus.
8. Menjelajahi gua kelelawar (bukan kelelawar varietas Dark Knight).
9. Membuat patung kayu sendiri yang dipandu oleh pengrajin Asmat.
10. Snorkeling.
11. Trekking untuk menemukan air terjun.
 
Selain itu Kita juga bisa menyaksikan "Hantu Laut", yang merupakan fenomena alam yang unik serta menarik, yang letaknya berada di bagian Timur Waigeo. Fenomena ini terbentuk oleh sebuah sinar yang berasal dari air laut atau fenomena pemandangan sunset, yang bisa disaksikan dari atas perahu dan mengitari permukaannya dalam kurun waktu 10 - 18 menit. Fenomena ini hanya bisa dilihat setiap akhir tahun saja.
 
Keelokan Kepulauan Raja Ampat
 
Menuju Raja Ampat
 
Lalu, bagaimana rute yang harus dilalui untuk menuju objek wisata Raja Ampat? 
 
Untuk mencapai Kepulauan Raja Ampat tidaklah sulit, namun akan memakan waktu yang lumayan lama dan biaya yang cukup besar. Apabila dari Jakarta, kita harus membeli tiket pesawat dari Jakarta ke Sorong. Penerbangan tersebut akan memakan waktu lebih dari 6 jam dan biasanya akan transit dahulu di Makassar atau Manado. Maskapai yang memiliki jadwal penerbangan menuju Sorong antara lain Silk Air dan Garuda Indonesia. 
 
Bandar Udara Domine Eduard Osok, Sorong, Papua
 
Setelah tiba di Bandar Udara Domine Eduard Osok, Sorong, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan taksi menuju ke palabuhan rakyat untuk menuju ke ibukota Raja Ampat ( Waisai ). Setelah sampai di pelabuhan Waisai, perjalanan dilanjutkan untuk ke kota dimana kita dapat dengan mudah mencari penginapan disana. Akan tetapi sebelumnya kita harus mendatangi kantor Depbudpar setempat, untuk membayar biaya konservasi yang wajib dikenakan bagi setiap wisatawan yang berkunjung ke wilayah Raja Ampat. Setelah itu barulah kita bisa mencari tempat penginapan.
 
Setelah itu, perjalanan dilanjutkan kembali dengan menggunakan transportasi Kapal Ferry atau bisa menyewa speed boat, dan disarankan  di pelabuhan ini kita harus menyediakan perbekalan seperti air mineral, makanan instan dan lain sebagainya. Karena di Waisai (ibukota Raja Ampat), harga keperluan perbekalan semakin mahal.
 
 
Perjalanan Menuju Waisai
 
Di pelabuhan ini ada dua kapal ferry yang melayani jalur perjalanan dari Sorong ke Waisai, dan biasanya berangkat tiap pukul 14.00 WIT, kemudian kapal yang satunya akan berangkat sekitar 1 - 2 jam kemudian. Perjalanan akan memakan waktu 4 - 5 jam untuk sampai di pelabuhan Waisai.
 
Biaya sewa kapal untuk transportasi di Kepulauan Raja Ampat lumayan mahal, jadi akan lebih baik untuk pergi secara berkelompok, idealnya 1 kelompok berisi 8 orang, sesuai dengan kapasitas kapal yang umum digunakan di Kepulauan Raja Ampat. Dengan begitu, kita dapat membagi biaya sewa kapal dengan grup dan melakukan penghematan.
 
Resort di Raja Ampat
 
Berwisata ke tempat wisata yang dijuluki surga bawah laut ini membutuhkan keinginan kuat, jiwa petualang, kegemaran akan menyelam, dan modal yang lumayan besar. Bila kita berharap harga berwisata ke Kepulauan Raja Ampat akan turun dalam waktu dekat, nampaknya kita harus membuang jauh-jauh harapan itu, karena sudah ada peraturan yang membatasi jumlah resort dan kapal. Hal ini bertujuan untuk menjaga kondisi alam Kepulauan Raja Ampat yang tiada duanya di dunia. Harga yang mahal tersebut juga berfungsi untuk menyaring pengunjung, yang dengan itu mereka akan sadar betapa pentingnya lokasi ini sebagai salah satu pusat flora dan fauna terlengkap di dunia.
 
(Haifa HR)
 
0 Komentar