Freeport Telah Membuat Pemerintah Kalangkabut

Sabtu, 19 Desember 2015 - 18:41 WIB | Dilihat : 2475
Freeport Telah Membuat Pemerintah Kalangkabut Ilustrasi

 

KH Muhammad Al Khaththath
Sekjen Forum Umat Islam (FUI)
 
Freeport Mc Moran awalnya adalah sebuah perusahan tambang kecil di Amrik yang didirikan oleh Langbourne Williams Snr dan bernama Freeport Sulfur Company tahun 1912 di Freeport Texas. Setelah kejatuhan Bung Karno pada 1967 perusahaan Amrik tersebut mendapatkan izin usaha penambangan di Papua setelah temuan Belanda tentang tambang Emas di pegunungan Etsberg. 
 
Pada 1980-an Freeport yang bergabung dengan McMoran menjadi Freeport McMoran dan dibawah kendali Moffet sebagai CEO-nya telah menjadi perusahan tambang emas terbesar di dunia terutama karena menguasai penambangan emas di Pegunungan Grasberg Papua. 
 
Pemilik saham terbesar Freport McMoran, Carl Icahn, yang menguasai 88 juta saham perusahaan yang menjadi induk PT Freeport Indonesia itu dinobatkan oleh majalah Forbes sebagai orang terkaya nomor 20 di AS dan nomor 31 di dunia. Menurut Forbes, Ahad (13/12/2015), kekayaan pria yang kini menetap di New York ini mencapai US$20,3 miliar (atau sekitar 304,5 Triliun, jika kurs 1 USD = Rp15.000,-). Moffet yang kabarnya rajin melobby para pejabat Indonesia, menurut laporan Reuter tahun 2006 mendapatkan sekitar Rp87,5 miliar lebih per bulan dari PT Freeport Indonesia. Uang melimpah ruah mengalir kepada mereka dari bumi Indonesia seperti aliran konsentrat berisi emas dan tembaga serta material lain ke tanker-tanker mereka .  
 
Maka kalau Freeport yang kabarnya menemukan cadangan emas baru sebesar 16 juta Kg begitu ngebet untuk memperpanjang kontrak yang menurut UU baru bisa diperbaharui dua tahun sebelum kontrak lama berakhir, yakni tahun 2019 nanti. Mereka  tampaknya khawatir bahwa kontrak mereka yang berakhir tahun 2021 itu tak diperpanjang lagi.   
 
Maka inilah yang banyak diperkirakan sebagai latar belakang gonjang-ganjing pelaporan terhadap Ketua DPR-RI Setya Novanto oleh Menteri ESDM Sudirman Said kepada MKD dengan tuduhan mencatut nama Presiden dan Wakil Presiden terkait permintaan saham PT Freeport Indonesia. Pasalnya diberitakan bahwa Menteri ESDM itu telah menjamin akan diperpanjangnya kontrak dengan Freeport dengan mengganti PP P77/2014.  
 
Heboh “papa minta saham” membuat gonjang-ganjing pemerintahan dan juga DPR. Pasalnya pelaporan Ketua DPR RI oleh Menteri ESDM15 November lalu sepertinya sudah dikondisikan oleh media massa. Menurut Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Amrik ikut bermain dalam heboh kasus yang melibatkan sejawatnya itu. Tujuannya tentu perpanjangan Kontrak Karya.  
 
Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli yang sangat vokal dalam hal ini mengatakan kalau Freeport lepas, cadangan emas 16 juta Kg itu bisa menaikkan nilai tukar rupiah fantastis hingga Rp2000,- per USD.  Namun dengan gonjang-ganjing rekaman  yang melibatkan Ketua DPR Setya Novanto, Presdir Freport Indonesia Makroef Syamsuddin dan Riza Chalid, yang diperluas di media massa dengan berbagai komentar dan hujatan, maka status system pemerintahan  Indonesia dilemahkan. Rizal mengatakan: 
 
“Lemahnya hukum di Indonesia dan gampangnya pejabat disogok, membuat perusahaan asing, seperti Freeport, seenaknya sendiri di Indonesia. Freeport paham bahwa hukum di Indonesia lemah sehingga terus-terusan melakukan pencemaran lingkungan. Padahal, di negara asalnya, perusahaan yang melakukan pencemaran alam dikenai denda yang sangat besar hingga puluhan miliar dollar AS,” 
 
Ya, hukum Indonesia tampak lemah sekali, tak mampu melindungi kekayaan rakyat seperti tambang emas di Papua yang dikuasai Freeport, yang seharusnya untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat ternyata hanya berputar-putar di segelintir orang kaya saja, bahkan membuat orang Amrik jadi milyarder di negerinya seperti Moffet dan Carl Icahn.  Milyarder dalam bilangan USD sama dengan Trilyuner dalam bilangan rupiah. Ketika terkuak kasus: "Papa Minta Saham" ini para pejabat pun “kalang kabut”.  
 
“Kalang kabut” adalah kosa kata bahasa Indonesia yang kira-kira artinya atau pun padanannya adalah “gugup, kelabakan, kelimpungan, belingsatan, dan panic”.   Intinya semua itu adalah tidak bisa tenang, tegar, dan kokoh. Alias lemah. Ya, kalau dirunut asal usul kata, kemungkinan besar kata kalang kabut ini berasal dari kata bahasa Arab, yakni : kal-ankabut yang artinya “seperti laba-laba”.  
 
Di dalam Alquran Surat Al Ankabut (Laba-laba) ayat 41, Allah Swt berfirman: 

“Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. dan Sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.”
 
Ya, menjadikan James Moffet dan negaranya serta seluruh system yang mereka miliki sebagai pelindung-pelindung bagi Negara ini telah membuat Negara ini seperti laba-laba yang membuat rumah untuk berlindung, padahal rumah laba-laba adalah rumah yang tak bisa melindungi penghuninya, alias rumah ABAL-ABAL….   
 
Inilah pelajaran yang paling penting diambil hikmahnya dari geger rekaman pejabat terkait Freeport.  Semoga bangsa ini mampu mengambil pelajaran. Wallahua’lam! 
 
0 Komentar