Memilih Saat Terindah Bertemu dengan-Nya

Kamis, 03 Desember 2015 - 07:10 WIB | Dilihat : 2573
Memilih Saat Terindah Bertemu dengan-Nya Ilustrasi: ziarah kubur (foto: wordpress)

 

Kematian adalah hal yang pasti kita alami. Kita tidak tahu bagaimana dan dimana kita akan mengakhiri kehidupan dunia ini. Sebagai seorang hamba-Nya kita hanya bisa mempersiapkan diri untuk menyambut kematian tersebut. 
 
Sebagai makhluk yang bernyawa, kita  pasti mengalami kematian. Maka sudah selayaknya kita mempersipkannya. Kematian bagi sebagian manusia merupakan hal yang menakutkan. Namun, sebagai seorang muslim, kematian seharusnya bukanlah hal yang menakutkan, tapi merupakan sesuatu yang di tunggu dan  yang menggembirakan karena kematian merupakan langkah awal untuk kita bertemu Sang Pencipta. Oleh karena itu, seharusnya kita mempersiapkan diri menyambut datangnya kematian tersebut.
 
Manusia membutuhkan tidur untuk istirahat dan menyegarkan badannya. Namun, pernahkah kita berpikir ketika kita bangun dari tidur kita tetapi sudah berada pada dunia dan keadaan yang berbeda. Tidak semua tidur yang saat kita terbangun dari tidur tersebut kita masih berada di tempat yang sama. Itulah yang dinamakan kematian. Suatu hal yang pasti akan di alami oleh makhluk yang bernyawa. Oleh karena itu sebelum tidur seharusnya kita mempersiapkan diri. Mulai dari berwhudu, sholat sunah, membaca Alquran, berzikir, istigfar, dan berdoa menjelang tidur. Hal ini karena kita tidak tahu apakah kita nanti akan dibangunkan pada keadaan dan tempat yang sama. 
 
Kematian merupakan tidur yang tak akan pernah bisa bangun kembali di dunia ini. Namun, kematian bukanlah akhir dari segalanya. Bagi manusia, kematian merupakan awal dari segalanya. Bahagia atau sengsaranya kita setelah kematian adalah pilihan kita ketika kita hidup di dunia ini. Firman Allah mengatakan: “Hingga apabila kematian datang kepada seseorang diantara mereka, dia berkata,’Ya Tuhanku, kembalikan aku kedunia agar aku dapat berbuat amal salehyang telah aku tinggalkan.” ( QS Al-Mu’minun[23]:99). 
 
Banyak diantara kita yang lebih mengawatirkan kehidupan dunia ini yang hanya akan sementara. Namun, mereka tidak khawatir tentang apa yang akan mereka alami di kehidupan yang lebih kelal kelak yaitu akhirat. Kerugian yang teramat rugi adalah ketika kita berteriak- teriak minta ampun, tetapi kita sudah di alam kubur dan tak bisa kembali lagi. Semua yang melekat di dalam badan kita akan bersaksi atas semua yang kita lakukan. Hidup di dunia ini hanyalah sementara, sementara di akhirat lebih kekal. 
 
Kematian merupakan guru terbaik. Allah menghadirkan kematian secara bergiliran bukanlah suatu hal tampa maksud. Salah satunya adalah menjadi pembelajaran bagi yang masih hidup supaya lebih mempersiapkan diri dalam menyambut kematian. Kehidupan yang akan kita jalani di akhiran esok itu berdasarkan apa yang kita lakukan di dunia ini. Hidup ini bukanlah di dunia saja, masih ada kehidupan yang lebih panjang yang akan kita lalui setelah kematian. 
 
Oleh karena itu Allah menyuruh kita untuk mempersipkannya. Kita manusia hanyalah menunggu giliran di panggil Sang Maha Kuasa untuk menghadapi kematian tersebut. Hal terpenting sekarang yang harus kita lakukan adalah mempersiapkan diri agar kita bisa terseyum menyambut kematian tersebut. 
 
Saat ruh sudah berpisah dari tubuh tidak ada yang bisa kita lakukan lagi. Kita harus siap menerima semua  sebagai hasil dari yang kita kerjakan di dunia ini. Kita  sendirilah yang memilih kehidupan akhirat kita. Jika  kematian sudah menyapa kita tidak ada yang bisa kita lakukan lagi. Penyesalanlah akan menghampiri kita. Di dunia ini mugkin kita bisa lepas dari hukuman dunia, namun di akhirat tidak ada satupun yang bisa lari dari hukum Allah. Akhirnya nanti cuma ada dua tempat pilihan yang  telah kita pilih dengan amal kita sendiri, surga atau neraka. 

[Emalia Nora]
0 Komentar