Cara Berwudhu yang Sempurna

Selasa, 03 November 2015 - 06:09 WIB | Dilihat : 3878
 Cara Berwudhu yang Sempurna Ilustrasi: Massa unjuk rasa berwudgu di kolam Bunderan HI, Jakarta

 

Diasuh oleh:
KH A Cholil Ridwan, Lc
Pengasuh Pondok Pesantren Husnayain, Jakarta Timur
 
 
Assalamualaikum... Pak kyai, kami termasuk orang yang awam dalam beragama. Mohon diterangkan mengenai tatacara berwudhu yang sempurna. Terima kasih. 
 
Nurul Istiqomah, Semarang, Jateng. 
 
Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh
Wudhu merupakan kewajiban bagi setiap Muslim dan Muslimah yang hendak menjalankan shalat. Kewajiban tersebut telah ditetapkan melalui tiga dalil. Pertama,  ayat Alquran, dimana Allah Swt telah berfirman:
 
“Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah muka dan tangan kalian sampai ke siku. Kemudian sapulah kepala kalian dan basuhlah kaki kalian sampai pada kedua mata kaki.” (QS. Al Maidah : 6)
 
Kedua, hadits Rasulullah Saw yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, dimana Nabi Saw pernah bersabda: “Allah tidak akan menerima shalat seseorang di antara kalian apabila berhadats, sehingga ia berwudhu.” (HR. Al Bukhari, Muslim, Abu Daud, dan At Tirmidzi)
 
Dalil yang ketiga adalah ijma’ ulama. Ijma’ ulama menetapkan kewajiban wudhu dari sejak masa Rasulullah Saw sampai sekarang ini hingga hari akhir nanti.
 
Wudhu harus dilakukan dengan sempurna, agar shalat tidak menjadi sia-sia. Dalam kitab Al-Jami’ fii Fiqhi  An-Nisa’ karya Syaikh Kamil Muhammad ‘Uwaidah disebutkan, tata cara wudhu yang sempurna sebagai berikut:
 
Pertama, berniat di dalam hati
Kedua, membaca Basmallah dan Hamdallah
Ketiga, mencuci tangan sampai ke pergelangan sebanyak tiga kali
Keempat, berkumur tiga kali
Kelima, bersiwak
 
Keenam, memasukkan air ke dalam rongga hidung sebanyak tiga kali. Usahakan untuk bisa memasukkan sedalam-dalamnya, kecuali jika dalam keadaan puasa. Setelah itu, mengeluarkannya sebanyak tiga kali pula. Juga diperbolehkan mengambil air dengan telapak tangan dan membaginya. Yaitu, sebagian untuk berkumur dan sebagian lainnya untuk beristinsyaq. Selanjutnya mengeluarkan ke arah sebelah kiri. Hal ini dilakukan sebanyak tiga kali.
 
Ketujuh, membasuh muka sebanyak tiga kali. Dalam membasuh muka ini dimulai dari tempat tumbuhnya rambut kepala sampai ke ujung dagu paling bawah dan dari bagian bawah telinga sebelah kanan sampai pada bagian bawah telinga sebelah kiri.
 
Kedelapan, selanjutnya basuhlah tangan sebelah kanan sampai ke siku sebanyak tiga kali, lalu tangan sebelah kiri juga tiga kali. Dalam membasuh tangan ini, hendaklah dimulai dari jari-jari, yaitu dengan menyela-nyela antara jari-jari tersebut dan menggerakkan gelang tangan jika memakainya.
 
Kesembilan, kemudian usaplah kepala secara keseluruhan atau seperempat kepala pada bagian depan satu kali saja, yaitu dengan menggunakan kedua telapak tangan setelah membasuh keduanya dengan air. Caranya dimulai dari depan ke belakang, kemudian menariknya dari belakang ke depan. Dari sisa air yang masih ada pada tangan, boleh digunakan untuk mengusap kedua telinga, baik bagian luar maupun dalam sebanyak satu kali.
 
Kesepuluh, kemudian basuhlah kaki sebelah kanan sebanyak tiga kali dan sebelah kiri juga tiga kali. Keduanya sampai ke mata kaki. Hal ini dilakukan dengan disertai penyelaan terhadap jari-jari kaki dan meratakan basuhannya mencapai tumit. Perhatikanlah urutan ini dan berhati-hatilah untuk tidak membiarkan sedikit pun dari bagian atau anggota wudhu yang harus dibasuh tidak terkena air, sehingga wudhu dan shalat yang dilakukan menjadi sah, tidak batal. Selain itu, hendaknya tidak berlaku boros dalam menggunakan air. 
 
Kesebelas, dalam membasuh atau mengusap bagian-bagian yang harus dibasuh dan diusap, tidak diperbolehkan menyelangkan waktu yang terlalu lama antara satu bagian dengan bagian yang lain, sehingga bagian yang lain telah menjadi kering. Juga tidak diperbolehkan berbicara pada saat berwudhu, kecuali karena adanya suatu kepentingan yang diperbolehkan.
 
Keduabelas, setelah selesai berwudhu ucapkanlah doa: “Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang patut disembah selain Allah dan tiada sekutu bagi-Nya. Aku juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba sekaligus Rasul-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk golongan orang-orang yang bertaubat dan jadikan pula aku termasuk orang-orang yang mensucikan diri.” Wallahu a’lam bissawab.
0 Komentar