Mengambil Cahaya Alquran untuk Kita

Kamis, 17 September 2015 - 23:57 WIB | Dilihat : 1978
Mengambil Cahaya Alquran untuk Kita
Jakarta (SI Online) - “Wajibkan diri kita membaca Alquran setiap hari untuk mengambil cahayanya untuk kita.” Demikian ditegaskan oleh KH. Muhammad al Khaththath pengasuh rubrik Cahaya Alquran (CQ) dalam kajian “Cahaya Alquran” edisi keempat pada 17 September 2015.
 
Ya membaca Alquran harus menjadi kebiasaan harian bagi kita. Bahkan kalau bisa sehari membaca Alquran dua atau tiga kali seperti makan. Fisik kita perlu makanan. Sedangkan untuk hati yang mengendalikan kegiatan pikiran maupun merasakan sentuhan-sentuhan kehidupan perlu makanan Alquran dengan cara membacanya. Di dalam doa selesai membaca Alquran kita mengucapkan:
 
وَارْزُقْنِي تِلاَوَتَهُ آنَاءَ الْلَيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهَارْ 

Karuniakanlah aku untuk bisa membaca Alquran di tengah malam dan siang hari 
 
Membaca Alquran adalah proses transfer cahaya Alquran ke dalam diri kita. Di dalam suatu riwayat hadits Rasulullah Saw. berpesan kepada sahabatnya Abu Dzar Al Ghifari r.a. agar senantiasa membaca Alquran. Nabi Saw. bersabda:
 
عليك بتلاوة القرآن وذكر الله فإنه نور لك في الأرض وذخر لك في السماء

“Hendaknya engkau membiasakan diri selalu membaca Alquran karena dia akan menjadi cahaya bagimu di bumi dan tabungan bagimu di langit” (HR. Ibn Hibban dalam kitab Sahih Ibn Hibban Juz 2/78 ). 
 
Dalam kitab Faidlul Qadir Syarah Al Jami’ As Shaghiir Juz 4/437 diterangkan bahwa orang yang melazimkan dirinya dengan selalu membaca dan mengamalkan Alquran akan tinggi dan megah. Para malaikat penghuni langit yang tinggi pun akan senantiasa menyebut-nyebut dan memuji-mujinya.    
 
Sungguh rugi  kalau kita tidak membiasakan diri setiap hari dengan membaca Alquran untuk menyinari hati kita dengan cahaya Alquran. Wallahua’lam!
0 Komentar