Spirit Kebangkitan dalam Parade Tauhid Indonesia

Selasa, 25 Agustus 2015 - 07:05 WIB | Dilihat : 3602
Spirit Kebangkitan dalam Parade Tauhid Indonesia
Kaum muslimin hafizhakumullah,
 
Allah SWT berfirman:
 
 
إِلَّا تَنْصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا فَأَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُ بِجُنُودٍ لَمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ الَّذِينَ كَفَرُوا السُّفْلَى وَكَلِمَةُ اللَّهِ هِيَ الْعُلْيَا وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
 
Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) Maka Sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang Dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu Dia berkata kepada temannya: "Janganlah kamu berduka cita, Sesungguhnya Allah beserta kita." Maka Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Al-Quran menjadikan orang-orang kafir Itulah yang rendah. dan kalimat Allah Itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. At Taubah ayat 40).
 
Ibn Abbas r.a. dalam Tafsir beliau r.a. Tanwirul Miqbas Juz 1/204 mengatakan bahwa jika kalian umat Islam tak mau berjuang bersama Rasulullah Saw. ke Perang Tabuk melawan imperium Rumawi niscaya Allah akan mengazab kalian dan menggantikan kalian dengan umat lain yang lebih baik dan lebih taat dari kalian. Dan diamnya kalian dari partisipasi dalam perjuangan tidak membuat mudlarat bagi Allah SWT sedikitpun. Dan Allah SWT Maha Kuasa untuk mengazab dan menggantikan kalian. Jika kalian tidak mau menolong Nabi Saw. dengan berperang bersamanya ke Tabuk sungguh Allah telah menolongnya ketika kaum kafir Quraisy mengusirnya dari Makkah. Beliau bersama Abu Bakar r.a. diberi ketenangan oleh Allah SWT tatkala keduanya di dalam gua Tsur. Dia SWT telah menolongnya dalam sejumlah peperangan seperti Perang badar, Perang Uhud, Perang Ahzab, dan Perang Hunain dengan mengirim pasukan Malaikat sehingga agama kafir dikalahkan dan terhina. Dan Dia SWT menjadikan Kalimatullah Hiyal Ulya, satu-satunya kalimat yang tertinggi, yakni Kalimat Yang Menang dan Terpuji. Allahu Akbar!!!            
 
Pernyataan dan janji Allah dalam ayat di atas telah memberi spirit kepada para Sahabat Nabi Muhammad Saw. sehingga mereka mau berjuang bersama beliau meskipun harus menempuh jarak yang sangat jauh ke Tabuk, yakni sekitar 600 kilometer dari kota Madinah Al Munawwarah bergabung dalam pasukan melawan adidaya Rumawi. Tentu perjalan yang sulit dan berat dalam jihad melawan musuh kelas berat yang sulit dikalahkan! Allahu Akbar! Sejarah mencatat bahwa pada tahun 9 Hijriyyah itu, Pasukan Kaum Muslimin yang berjuang di bawah bendera kalimat tauhid mendapatkan kemenangan dalam Perang Tabuk tanpa peperangan karena Pasukan Rumawi lari meninggalkan kota tersebut. Allahu Akbar!    
 
Kaum muslimin hafizhakumullah,
 
Spirit kebangkitan untuk berjuang dengan dasar kalimat Tauhid itulah yang melandasi bangkitnya ratusan ribu umat islam yang bergabung dalam acara Pawai Parade Tauhid Indonesia pada hari  Ahad 16 Agustus 2015. Hari itu menjadi hari bersejarah bagi perjuangan umat Islam era baru di Jakarta. Seakan mengulangi sukses Gerakan Sejuta Umat Mendukung RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi (RUU-APP) 21 Mei 2006 Long March Bunderan HI hingga Gedung DPR/MPR,  ratusan ribu umat Islam dari berbagai elemen ormas Islam dan majelis taklim, tumpah ruah sepanjang Jalan Jenderal Sudirman Jakarta untuk memeriahkan Parade Tauhid Indonesia (PTI). Acara yang terinspirasi oleh acara Parade Tauhid di Solo Mei lalu ini digelar dalam rangka mensyukuri nikmat kemerdekaan yang telah diraih oleh bangsa Indonesia pada 17 Agustus 1945 silam. 
 
Mengenakan busana putih, ratusan ribu umat Islam itu berangkat dari Plaza Utara Gelora Bung Karno yang menghadap Pintu Tujuh Stadion Gelora Bung Karno yang berhadapan dengan Stasiun TVRI Senayan Jakarta, kemudian bergerak ke arah Parkir Timur Senayan keluar melalui pintu 5 Senayan lalu menyusuri Jalan Jenderal Sudirman, hingga berujung ke Bunderan Hotel Indonesia dan kembali lagi ke Plaza Gelora Bung Karno. 
 
Sejumlah orasi pembekalan diberikan oleh tokoh-tokoh gerakan Islam tingkat nasional yang terkemuka hari ini antara lain Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) yang merupakan dai yang lagi naik daun di sejumlah siaran TV dengan program Hafizh-nya yang juga Sekretaris Jenderal MIUMI, pengasuh perguruan AS Syafi’iyyah dan penasihat utama Forum Umat Islam (FUI) KH Abdul Rasyid Abdullah Syafi’iy, Ketua MUI KH Ahmad Cholil Ridwan, Imam Besar DPP Front Pembela Islam Habib Muhammad Rizieq Syihab, Dai asli Papua yang juga Ketua Yayasan Al Fatih Kaffah Nusantara (YAFKN) Ustadz Fadlan Garamatan dan sesepuh para pejuang muslimat Ustadzah Nurdiati Akma yang juga merupakan Ketua BKMM DMI Pusat.  
 
Barisan putih-putih umat Islam pagi hari itu berjalan dari Plaza Utara GBK keluar berderet putih rapi dengan dimotori oleh  lima pendekar dakwah di Jakarta yang menjadi SC Parade Tauhid Indonesia (PTI)  yakni KH. Abdul Rasyid Abdullah Syafi’I (Pengasuh Perguruan As Syafiiyyah), Habib Rizieq Syihab (Imam Besar DPP FPI), Ustadz Arifin Ilham (Pengasuh Majelis Az Zikra), KH. Muhammad al Khaththath (Sekjen FUI), dan Ustadz Abu Jibril (Wakil Amir MMI).  
 
Barisan manusia berpakaian putih-putih yang memenuhi badan jalan Jalan Jenderal Sudirman itu terus berjalan dengan mengumandangkan kalimat Tauhid Lailahaillallah Muhammadur Rasulullah menyusuri jalan protocol yang paling begengsi di ibukota Jakarta itu menuju Bunderan HI. Di sebelah kiri barisan tampang seperti ular memanjang dan sangat panjang bendera putih belafazh hitam bertuliskan kalimat Tauhid  yang diusung oleh ribuan laskar hingga bendera yang panjangnya lebih dari 3 km itu terus bergerak beriring dengan barisan manusia putih.  Allahu Akbar! Allahu Akbar ! Walillahilhamd!
 
Kaum muslimin hafizhakumullah,
 
Tiga poin penting pernyataan Sekjen FUI dalam oenutupan acara tersebut adalah : (1) Umat Islam menuntut kasus penyerangan terhadap Umat Islam yang sedang sholat Iedul Fitri 17 Juli lalu diusut tuntas oleh aparat dan para pelakunya agar dihukum berat. (2) Umat Islam menolak tegas bangkitnya kembali PKI dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di NKRI karena bertentangan dengan dasar Negara Ketuhanan Yang Maha Esa yakni Allah SWT. (3) Umat Islam menuntut semua komponen umat merapatkan barisan dan bersatu untuk melanjutkan perberjuangan bersama setelah acara Parade Tauhid Indonesia (PTI) ini guna mewujudkan syariat Islam dalam hukum formal di NKRI secara konstitusional.  
 
Semoga gerakan umat putih-putih rapi dengan mengusung bendera Tauhid dalam rangka mensyukuri kemerdekaan RI Ke-70 dengan semangat Tauhid sebagai ruh dan jiwa perjuangan umat dan mengisi kemerdekaan dengan tuntunan kalimat Tauhid melahirkan spirit perjuangan dan kebangkitan umat Islam Indonesia. Akhirnya marilah kita renungkan firman Allah SWT:
 
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَرْصُوصٌ
 
Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh. (QS. As Shaff ayat 4).
 
Baarakallahu lii walakum...
0 Komentar