Jadikan Alquran sebagai Petunjuk Hidup

 

Sahabat, setiap bulan ramadhan kita selalu memperingati peristiwa  turunnya Alquran, begitu pula pada tahun ini, peringatan Nuzulul Quran, sangat ramai dan semarak. Namun, tentu saja peringatan itu tidak boleh berhenti cuma sebatas seremonial semata seperti yang terlihat selama ini. Seharusnya umat Islam melakukan perenungan terhadap Alqura . Mengapa kita punya Alquran, bahkan setiap tahun kita memperingati turunnya, tapi kondisi kehidupan umat Islam di dera oleh berbagai macam permasalahan hidup? Bukankah Alquran itu petunjuk bagi kehidupan kita? 
 
Allah Swt berfirman, “Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia serta sebagai penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda”. (Q. Al-Baqarah [2]:185). 
 
Alquran secara hakiki merupakan petunjuk dan penjelas bagi manusia atas segala sesuatu sekaligus menjadi solusi berbagai masalah kehidupan. Ma’alim at-tanzil menjelaskan “Alquran merupakan penjelasan atas segala sesuatu yang diperlukan berupa perintah dan larangan, halal dan haram serta hudud dan hukum-hukum." 
 
Ternyata, selama ini kaum muslimin belum sepenuhnya menjadikan Alquran sebagai petunjuk hidup, baik untuk individu, masyarakat maupun negara. Bukankah sistem di negara kita tidak pakai Alquran? 
 
Padahal, dalam upaya menjadikan Alquran sebagai petunjuk, kita dilarang keras membeda-bedakan isi Alquran atau pun memilih-milih kandungan Alquran sehingga sebagian diambil, dipedomani, dan siterapkan, sementara sebagian lainnya diabaikan dan tidak diterapkan dengan berbagai dalih alasan. 
 
Dengan demikian tampak jelas dan gamblang bahwa upaya menjadikan Alquran sebagai petunjuk tidak akan sempurna hanya oleh individu dan kelompok atau jama’ah saja, tetapi harus melibatkan peran negara. Caranya adalah dengan menerapkan hukum-hukum Alquran atau syariah Islam secara formal melalui kekuasaan negara. Untuk itu negara dan dan sistem kenegaraannya haruslah berlandaskan pada akidah Islam. Yakni khilafah rasyidah ‘ala minhaj an-nubuwwah.
 

Fitri Komala
Siswi MAN Al Jawami 
Tinggal di Jatinangor, Sumedang

 

Komentar

Belum ada komentar
Nama

Email


security image
Kode
Komentar