Strategi Sukses Ibadah Shiyam Ramadhan

Selasa, 23 Juni 2015 - 14:52 WIB | Dilihat : 2578
Strategi Sukses Ibadah Shiyam Ramadhan
Kaum muslimin hafizhakumullah,
 
Allah SWT berfirman:
 
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
 
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (QS. Al Baqarah 183).
 
Imam al Baghawy dalam tafsirnya Juz 1/195 menerangkan bahwa dalam ayat di atas Allah mewajibkan shiyam atau berpuasa. Shiyam menurut bahasa maknanya “al imsak” atau menahan diri. Menurut istilah syariah, shiyam adalah “al imsak anil akli wasyurbi wa jima’ ma’an niyyah fi waqtin makhshus” yang artinya menahan diri dari makan, minum, hubungan suami istri, dengan niyat, pada waktu tertentu, yakni sejak terbit fajar sampai tenggelamnya matahari di waktu maghrib. 
 
Dari definisi atau pengertian shiyam menurut syariah di atas dapat difahami bahwa shiyam itu sebagai ibadah wajib disertai niyat. Niyat yakni menyengaja dalam hati untuk melaksanakan ibadah shiyam, baik dengan melafazhkannya maupun tidak. Niyat ini wajib dipasang pada malam hari, baik setelah sholat trawih maupun menjelang waktu subuh. Nabi Muhammad Saw. diriwayatkan bersabda:
 
من لم يبيت الصيام قبل الفجر فلا صيام له
 
“Siapa saja yang tidak berniat untuk shiyam sebelum fajar (subuh) maka dia tidak dihitung telah berpuasa” (HSR. An Nasai dalam Sunan An Nasai Juz 4/196).
 
Kaum muslimin hafizhakumullah,
 
Niyat merupakan kunci dalam strategi sukses ibadah shiyam Ramadhan. Bila kita tidak memperhatikan niyat bisa-bisa shiyam kita tidak kita jalani dengan serius dan berakhir dengan kegagalan sebagaimana disinyalir oleh Baginda Nabi Muhammad Saw.:
 
رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الْجُوعُ وَالْعَطَشُ، ...
 
“Betapa banyak orang yang shiyam bagian yang diperoleh dari shiyamnya hanyalah lapar dan haus,...” (HSR. Ahmad dalam Musnad Imam Ahmad Juz 14/445).
 
Oleh karena itu, untuk meraih sukses ibadah shiyam Ramadhan, kita harus memperhatikan niyat ini, khususnya pada saat menjelang fajar/subuh. Saat itulah yang terbaik bagi kita memancangkan niyat dalam hati. Pada saat kita memancangkan niyat dalam hati kita, dan kita bisa baca niyat shiyam berulang-ulang, dengan mengkristalkan maknanya dalam hati dan pikiran kita serta membayangkan dua hal yang terpenting dalam pelaksanaan ibadah shiyam. 
 
Pertama, bersama niyat itu bayangkanlah bahwa  maksud dan tujuan shiyam yang diperintahkan oleh Allah SWT kepada orang-orang mukmin, adalah : “la’allakum tattaquun”, agar kalian bertaqwa! 
 
Taqwa maknanya adalah menjaga diri kita dari berbagai perkara yang diharamkan oleh Allah SWT, menjaga diri kita dari perbuatan yang mendatangkan adzab Allah SWT, menjaga diri kita dari perbuatan apapun yang bakal menjerumuskan kita ke jurang neraka jahannam! Na’udzubillahi mindzalik!
 
Jadi dalam berniyat mohonlah kepada Allah SWT agar kita diberi kekuatan untuk bisa tetap focus kepada target pelaksanaan ibadah shiyam kita dari subuh, syuruq, dluha, zhuhur, ashar, hingga maghrib adalah focus untuk pelatihan diri menjadi orang yang bertaqwa kepada Allah SWT, senantiasa menjalani segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya! 
 
Kedua,  bersama niyat itu bayangkanlah bahwa hakikat shiyam yang hendak kita lakukan karena Allah SWT adalah membangun kesadaran kita bahwa kita senantiasa berhubungan dengan Allah SWT dalam ibadah shiyam itu. Ibarat menelpon, kita sedang online dengan Allah SWT, sehingga kita harus senantiasa sadar bahwa kita terus-menerus online berkoneksi dengan Allah SWT sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari. 
 
Apapun yang kita lakukan sejak sahur, imsak, sholat subuh, dzikir ba’da sholat subuh, tilawah atau mengikuti kuliah subuh, lalu jalan pagi, mandi, bersih-bersih di rumah, lalu menyiapkan segala sesuatu untuk pekerjaan kita hari ini, kita berjalan atau berkendaraan menuju tempat kerja, melaksanakan pekerjaan kita, melaksanakan sholat dluha, melanjutkan pekerjaan kita baik di kantor, di bengkel, di pasar, maupun di sawah, atau di tempat lainnya, lalu jeda sholat zuhur, lalu kita istirahat, dan lain-lain hingga masuk waktu ashar dan masuk waktu maghrib semuanya hakikatnya kita masih dalm kerangka koneksi online kita dengan Allah SWT dalam bungkus ibadah shiyam Ramadhan. 
 
Kaum muslimin hafizhakumullah,
 
Ibadah Shiyam Ramadhan menyadarkan kita bahwa makan sahur adalah ibadah, sholat subuh adalah ibadah, kuliah subuh adalah ibadah, tilawah Al Quran adalah ibadah, mandi dan bersih-bersih adalah ibadah, mempersiapkan pekerjaan adalah ibadah, bekerja itu sendiri baik di kantor, di bengkel, di pasar, maupun di sawah adalah ibadah. Segala kegiatan hidup kita adalah dalam kerangka ibadah kepada Allah SWT. Sadar semuanya bahwa kita sedang mempersembahkan amalan kita kepada Allah SWT, dan sadar sepenuhnya bahwa Allah SWT pasti melihat seluruh amal-amal kita. Inilah makna doa iftitah kita dalam sholat: “Inna sholati wa nusuki wamahyaaya wamamaati lillahi rabbil alamin” (Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku adalah untuk Allah Rabbul Alamin).  
 
Kaum muslimin hafizhakumullah,
 
Kalau kita sudah mengkristalkan niyat kita dengan membayangkan maksud dan tujuan dari ibadah shiyam, yakni membangun diri menjadi orang  yang bertaqwa kepada Allah SWT, serta hakikat shiyam yang hendak kita lakukan hari itu, yakni membangun kesadaran bahwa kita senantiasa terhubung dengan Allah SWT, maka insyaallah kita akan mampu meraih manisnya ibadah shiyam.  
 
Selanjutnya akan mudah kita perkaya dengan berbagai amalan wajib dan sunnah, baik itu sholat-sholat lima waktu dan rawatibnya, membayar shodaqah dan zakat, membaca Al Quran dan mengkaji hukum-hukum halal dan haramnya, mengajak manusia ke jalan  Islam, menolong saudara kita yang sedang mengalami kesulitan, membantu rakyat untuk mendapatkan hak-haknya, melakukan amar makruf nahi munkar, hingga jihad fi sabilillah, yakni berperang melawan kaum kuffar dalam rangka meninggikan kalimat Allah SWT insyaallah mudah kita lakukan. Rasulullah Saw. dan para sahabat mampu melaksanakan jihad dan berbagai futuhat dalam bulan Ramadhan.  Sejarah mencatat bahwa kemenangan Rasulullah Saw. dan para sahabatnya seperti perang Badar dan Fathu Makkah terjadi pada bulan Ramadhan.  Allah Akbar!!!
 
Kaum muslimin hafizhakumullah,
 
Semoga shiyam kita pada Ramadhan 1436 H ini sukses mencapai target sebagai orang bertaqwa, diampuni dosa-dosa kita, mendapatkan pahala  dan mendapatkan ridlo dari Allah SWT.  Allah SWT berfirman:
 
وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
 
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (QS. Ali Imran 133).

Baarakallahu lii walakum….
0 Komentar