Selamatkan Muslim Rohingya

Rabu, 03 Juni 2015 - 15:02 WIB | Dilihat : 2689
Selamatkan Muslim Rohingya  Aksi Forum Umat Islam membela muslim Rohingya
Kaum muslimin hafizhakumullah,
 
Allah SWT berfirman:
 
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ آوَوْا وَنَصَرُوا أُولَئِكَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يُهَاجِرُوا مَا لَكُمْ مِنْ وَلَايَتِهِمْ مِنْ شَيْءٍ حَتَّى يُهَاجِرُوا وَإِنِ اسْتَنْصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ إِلَّا عَلَى قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِيثَاقٌ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
 
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertoIongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi. dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, Maka tidak ada kewajiban sedikitpun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. (akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, Maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada Perjanjian antara kamu dengan mereka. dan Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Anfal 72).
 
Kaum muslimin hafizhakumullah,
 
Ayat di atas memberikan keterangan tentang kewajiban “walaayah”, yakni loyalitas satu sama lain dalam bentuk saling membela dan melindungi. Sesama mukmin antara kaum muhajirin dan anshar terjalin persaudaraan yang amat teguh untuk membentuk masyarakat yang baik. Demikian keteguhan dan keakraban persaudaraan mereka itu sehingga pada pemulaan Islam mereka saling mewarisi seakan-akan mereka bersaudara kandung. Dalam ayat di atas Allah SWT membatasi “walaayah” itu berlaku bagi kaum Anshar yang pribumi kota Madinah dengan kaum Muhajirin yang hijrah dari kota Mekkah ke Madinah. Adapun kaum muslimin yang masih tinggal di Mekkah dan belum berhijrah,  “walaayah” itu tidak berlaku. Artinya, konsep “walaayah” itu berlaku bagi kaum muslimin Anshar dan Muhajirin yang merupakan saudara satu iman dan satu wilayah Negara. 
 
Namun jika kaum muslimin yang ada di kota Mekkah, yang berbeda wilayah Negara, meminta pertolongan karena agama mereka dizalimi oleh kaum kafir Quraisy yang berkuasa atas kota Mekkah, kaum muslimin di Madinah yang sudah punya kekuatan dan kekuasaan atas Negara  Madinah diwajibkan memberikan pertolongan sebagaimana firman-Nya:
 
وَإِنِ اسْتَنْصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ
 
“jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, Maka kamu wajib memberikan pertolongan” (QS. Al Anfal 72).
 
Kaum muslimin hafizhakumullah,
 
Nasib kaum Muslim Rohingya yang kini tinggal di wilayah kekuasaan Negara Budha Myanmar (dulu Burma)  terus-menerus dibantai, diperkosa, dirampas harta bendanya, dan diusir dari kampung halamannya selama berpuluh-puluh tahun oleh kaum Budha Myanmar sungguh memprihatinkan kita semua, khususnya kita kaum muslimin Indonesia yang merupakan wilayah tetangga dan satu rumpun Negara ASEAN.  
 
Sengaja atau tidak kaum Budha yang merupakan pendatang bagi Kaum Rohingya melakukan pembersihan etnis (genocide). Bisa dikatakan kaum Budha Myanmar hari ini yang merupakan bangsa dari ras Mongoloid itu pendatang bagi bangsa Rohingya karena di wilayah tersebut  kaum Rohingya yang diduga berasal dari wilayah Asia Selatan itu datang lebih dulu dan pernah mendirikan Kerajaan Islam Arakan di sana. 
  
Setelah penjajahan bangsa Eropa wilayah tersebut diserahkan kepada Burma yang kemudian berubah nama menjadi Myanmar dan mereka tidak mengakui kaum Rohingya sebagai warga Negara sehingga ini menjadi alasan bagi penjarahan, perkosaan, dan pembantaian yang terjadi selama berpuluh-puluh tahun. Pemerintah Myanmar sampai hari ini selalu menutup-nutupi genocide itu namun dunia yang serasa semakin kecil sekarang tak mungkin bisa mereka tipu. Disamping berita dan gambar-gambar penyerangan dan pembantaian etnis Rohingya yang beredar di dunia maya, juga sudah ratusan ribu hingga jutaan pengungsi sudah bertebaran ke berbagai Negara termasuk ke negeri kita.  
 
Akhir-akhir ini pun beredar film pendek tentang kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh para biksu dengan menyayat-nyayat mayat muslim Rohingya dan mengumpankan mereka kepada burung-burung. Tindakan para biksu dalam film tersebut sungguh sadis dan bejat! 
Oleh karena itu, Forum Umat Islam (FUI) yang merupakan forum dari para Pimpinan dan Aktivis Ormas dan Lembaga Islam di Indonesia dalam aksi unjuk rasa mereka di depan Kedubes Myanmar di Jakarta 27 Mei 2015 lalu menyatakan:
 
1. Mendesak Kedubes Myanmar agar segera menghentikan kezaliman pemerintah, tentara, dan rakyat Myanmar (khususnya para Biksu) kepada Muslim Rohingya.
2. Mendesak kaum Budha di Indonesia untuk menekan Kaum Budha Myanmar (Setan Gundul) agar menghentikan permusuhan, penjarahan, dan pembantaian kepada Muslim Rohingya
3. Mendesak Pemerintah RI sebagai pemerintah kaum Muslim memberikan perlindungan dan kehidupan yang layak kepada Muslim Rohingya dengan menyediakan tanah/pulau untuk tempat tinggal Muslim Rohingya (tidak sekedar menampung mereka sebagai Pengungsi).
4. Meminta kepada masyarakat Indonesia, khususnya Umat Islam, untuk memberikan bantuan makanan, obat, pakaian, dan penampungan serta biaya  untuk pendidikan anak-anak Muslim Rohingya
5. Menyerukan kepada seluruh komponen Masyarakat, khususnya Organisasi-organisasi Umat Islam di berbagai kota/daerah seluruh Indonesia  untuk melakukan Aksi Solidaritas dan Doa buat Keselamatan Kaum Muslim Rohingya.
 
Kaum muslimin hafizhakumullah,
 
Siapa yang bisa menolong kaum muslim dari segala penderitaan mereka kalau bukan umat Islam dan pemerintahan umat Islam yang tersebar di lima puluh Negara yang berdaulat seperti Indonesia, Malaysia, Bangladesh, Pakistan, Saudi Arabia, Mesir, Turki, dan lain-lain yang berkumpul di OKI (Organisasi Konperensi Islam). Jangan berharap kepada PBB apalagi AS karena jika tidak ada keuntungan apapun bagi mereka tak mungkin mereka turun tangan.  
 
Apa yang menjadi tuntutan Forum Umat Islam (FUI) di atas akan terwujud nyata bila umat Islam Indonesia betul-betul memiliki kesadaran persaudaraan seiman (QS. Al Hujurat ayat 10) dan saling tolong sebagaimana firman-Nya:
 
وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ (71)
 
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. At Taubah 71).
 
Baarakallahu lii walakum….
0 Komentar